<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wiranto: Warga Tak Mampu Harusnya Diberi Pekerjaan</title><description>Akan lebih baik jika masyarakat yang kurang mampu itu diberikan  lapangan pekerjaan maupun modal untuk melakukan usaha.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/20/339/824638/wiranto-warga-tak-mampu-harusnya-diberi-pekerjaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/06/20/339/824638/wiranto-warga-tak-mampu-harusnya-diberi-pekerjaan"/><item><title>Wiranto: Warga Tak Mampu Harusnya Diberi Pekerjaan</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/20/339/824638/wiranto-warga-tak-mampu-harusnya-diberi-pekerjaan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/06/20/339/824638/wiranto-warga-tak-mampu-harusnya-diberi-pekerjaan</guid><pubDate>Kamis 20 Juni 2013 01:03 WIB</pubDate><dc:creator>Rizka Diputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/20/339/824638/uXydOHvDFd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto (Foto:Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/20/339/824638/uXydOHvDFd.jpg</image><title>Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto (Foto:Okezone)</title></images><description>JAKARTA -  Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto menyatakan rencana  kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), dan penyaluran Bantuan Langsung  Tunai (BLSM) kepada masyarakat merupakan langkah yang tidak tepat.Menurutnya,  akan lebih baik jika masyarakat yang kurang mampu itu diberikan  lapangan pekerjaan maupun modal untuk melakukan usaha.&quot;Masyarakat  tidak mampu juga memiliki harkat dan martabat, jangan menganggap bahwa  masyarakat yang tidak mampu itu adalah sekedar orang yang menengadahkan  tangan meminta-minta sumbangan,&amp;rdquo; ujar Wiranto dalam keterangannya, Rabu  (19/6/2013).Dia menambahkan, yang menjadi fokus utama persoalan  ialah saat bantuan itu dihentikan, maka masyarakat yang telah terbiasa  diberi akan merasakan dampak secara langsung.Partai Hanura  lanjut dia, akan melakukan langkah-langkah yang sifatnya bukan sekadar  menolak kenaikan dari subsidi BBM yang selama ini dianggap memberatkan  anggaran negara. &quot;Namun kita juga tapi mencoba meluruskan  kebijakan subsidi BBM tersebut sehingga dikemudian hari itu dapat  menyentuh sasaran yang tepat,&amp;rdquo; imbuhnya.Dia menambahkan, Hanura  yang mewakili sebagian rakyat indonesia, tentu menyerap kebijakan itu.  Akan tetapi, besarnya utang negara harus pula menjadi perhatian. &amp;ldquo;Seyogyanya  kita bisa mendidik rakyat kita untuk tidak terbiasa meminta-minta,  namun bentuklah mereka menjadi masyarakat yang tanggu, kuat, mampu  berjuang, mempunyai pekerjaan dan memiliki martabat yang tinggi,  sehingga mereka bisa survive,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA -  Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto menyatakan rencana  kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), dan penyaluran Bantuan Langsung  Tunai (BLSM) kepada masyarakat merupakan langkah yang tidak tepat.Menurutnya,  akan lebih baik jika masyarakat yang kurang mampu itu diberikan  lapangan pekerjaan maupun modal untuk melakukan usaha.&quot;Masyarakat  tidak mampu juga memiliki harkat dan martabat, jangan menganggap bahwa  masyarakat yang tidak mampu itu adalah sekedar orang yang menengadahkan  tangan meminta-minta sumbangan,&amp;rdquo; ujar Wiranto dalam keterangannya, Rabu  (19/6/2013).Dia menambahkan, yang menjadi fokus utama persoalan  ialah saat bantuan itu dihentikan, maka masyarakat yang telah terbiasa  diberi akan merasakan dampak secara langsung.Partai Hanura  lanjut dia, akan melakukan langkah-langkah yang sifatnya bukan sekadar  menolak kenaikan dari subsidi BBM yang selama ini dianggap memberatkan  anggaran negara. &quot;Namun kita juga tapi mencoba meluruskan  kebijakan subsidi BBM tersebut sehingga dikemudian hari itu dapat  menyentuh sasaran yang tepat,&amp;rdquo; imbuhnya.Dia menambahkan, Hanura  yang mewakili sebagian rakyat indonesia, tentu menyerap kebijakan itu.  Akan tetapi, besarnya utang negara harus pula menjadi perhatian. &amp;ldquo;Seyogyanya  kita bisa mendidik rakyat kita untuk tidak terbiasa meminta-minta,  namun bentuklah mereka menjadi masyarakat yang tanggu, kuat, mampu  berjuang, mempunyai pekerjaan dan memiliki martabat yang tinggi,  sehingga mereka bisa survive,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
