<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masyarakat Bisa Ajukan Uji Materi Terkait APBN-P 2013</title><description>Politikus PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno menduga adanya korelasi  antara dukungan Partai Golkar terhadap UU&amp;nbsp; APBN-P tahun 2013.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/20/339/824646/masyarakat-bisa-ajukan-uji-materi-terkait-apbn-p-2013</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/06/20/339/824646/masyarakat-bisa-ajukan-uji-materi-terkait-apbn-p-2013"/><item><title>Masyarakat Bisa Ajukan Uji Materi Terkait APBN-P 2013</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/20/339/824646/masyarakat-bisa-ajukan-uji-materi-terkait-apbn-p-2013</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/06/20/339/824646/masyarakat-bisa-ajukan-uji-materi-terkait-apbn-p-2013</guid><pubDate>Kamis 20 Juni 2013 04:09 WIB</pubDate><dc:creator>Bagus Santosa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/20/339/824646/el9qBEpKm0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi uji materi (Foto:Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/20/339/824646/el9qBEpKm0.jpg</image><title>ilustrasi uji materi (Foto:Okezone)</title></images><description>JAKARTA -&amp;nbsp; Politikus PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno menduga adanya korelasi antara dukungan Partai Golkar terhadap Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun 2013, yang menyematkan dana tambahan untuk Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BLPS) sebesar Rp 155 Miliar. &quot;Saya rasa ada korelasi antara dukungan Golkar terhadap APBNP 2013, dengan pasal 9. Tetapi apakah pasal 9 ini dijadikan pra kondisi bagi Gollkar untuk berikan dukungan, kita hanya bisa menyampaikan baru dugaan. Tapi korelasinya pasti ada,&quot; kata Hendrawan di DPR, Jakarta, Rabu (19/6/2013).Lanjutnya, dari penyelipan dana ini ke APBNP 2013, tentunya Golkar mendapatkan keuntungan dari bantuan tersebut. &quot;APBNP beri tambahan dana untuk dampak Lumpur Sidoarjo,&quot; ujar Anggota Komisi VI DPR ini. Dia menjelaskan, Munculnya lumpur ini karena kelalaian saat mengebor, karena itu tidak bisa menjadikan tanggung jawab sepenuhnya dari pemerintah. &quot;Tentu kita tidak bisa menjadikan tanggung jawab sepenuhnya dari pemerintah,&quot; terang dia.Dia juga tidak menutup kemungkinan jika disebut dalam politik apapun bisa dimanfaatkan. Golkar dalam kasus ini, sambung Hendrawan, berhasil memanfaatkan dan merealisasikan kepentingan politiknya. &quot;Memang dalam politik itu biasa saja bahwa setiap kali ada pintu perubahan, Parpol ingin memanfaatkan dan ambil peluang untuk merealisasikan kepentingan poltiknya,&quot; tegas Hendrawan.Pemerintah, lanjut Hendrawan, masih menganggap sebagai partai yang kuat, partai yang memiliki jaringan yang kuat. Oleh sebab itu, Pemerintah abai dengan partai lainnya. &quot;Golkar partai kuat, Golkar punya jaringan yang kuat. Itu sebabnya pemerintah abaikan partai yang lain, partai kecil seperti PKS. Kalau untuk Golkar terlalu berat biaya politiknya,&quot; jelasnya.Hendrawan melanjutkan, pemerintah sekarang ini sangat memperhitungkan Golkar. &quot;Meskipun Golkar datang sebagai pendukung terakhir, Golkar kan seperti itu, yang lain berkeringat, Golkar tidak berkeringat, dapat jatah yang lebih besar,&quot; tegas Hendrawan.Karena itu, setiap anggaran dalam APBN-P 2013 harus bisa dipertanggungjawabkan. Menurutnya, kalau untuk menutupi tanggungjawab yang seharusnya ditangani Lapindo Brantas itu tidak dibenarkan. Masyarakat pun bisa mengajukan uji materi terkait APBN-P 2013. &quot;Bisa saja diajukan untuk uji materi,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA -&amp;nbsp; Politikus PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno menduga adanya korelasi antara dukungan Partai Golkar terhadap Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun 2013, yang menyematkan dana tambahan untuk Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BLPS) sebesar Rp 155 Miliar. &quot;Saya rasa ada korelasi antara dukungan Golkar terhadap APBNP 2013, dengan pasal 9. Tetapi apakah pasal 9 ini dijadikan pra kondisi bagi Gollkar untuk berikan dukungan, kita hanya bisa menyampaikan baru dugaan. Tapi korelasinya pasti ada,&quot; kata Hendrawan di DPR, Jakarta, Rabu (19/6/2013).Lanjutnya, dari penyelipan dana ini ke APBNP 2013, tentunya Golkar mendapatkan keuntungan dari bantuan tersebut. &quot;APBNP beri tambahan dana untuk dampak Lumpur Sidoarjo,&quot; ujar Anggota Komisi VI DPR ini. Dia menjelaskan, Munculnya lumpur ini karena kelalaian saat mengebor, karena itu tidak bisa menjadikan tanggung jawab sepenuhnya dari pemerintah. &quot;Tentu kita tidak bisa menjadikan tanggung jawab sepenuhnya dari pemerintah,&quot; terang dia.Dia juga tidak menutup kemungkinan jika disebut dalam politik apapun bisa dimanfaatkan. Golkar dalam kasus ini, sambung Hendrawan, berhasil memanfaatkan dan merealisasikan kepentingan politiknya. &quot;Memang dalam politik itu biasa saja bahwa setiap kali ada pintu perubahan, Parpol ingin memanfaatkan dan ambil peluang untuk merealisasikan kepentingan poltiknya,&quot; tegas Hendrawan.Pemerintah, lanjut Hendrawan, masih menganggap sebagai partai yang kuat, partai yang memiliki jaringan yang kuat. Oleh sebab itu, Pemerintah abai dengan partai lainnya. &quot;Golkar partai kuat, Golkar punya jaringan yang kuat. Itu sebabnya pemerintah abaikan partai yang lain, partai kecil seperti PKS. Kalau untuk Golkar terlalu berat biaya politiknya,&quot; jelasnya.Hendrawan melanjutkan, pemerintah sekarang ini sangat memperhitungkan Golkar. &quot;Meskipun Golkar datang sebagai pendukung terakhir, Golkar kan seperti itu, yang lain berkeringat, Golkar tidak berkeringat, dapat jatah yang lebih besar,&quot; tegas Hendrawan.Karena itu, setiap anggaran dalam APBN-P 2013 harus bisa dipertanggungjawabkan. Menurutnya, kalau untuk menutupi tanggungjawab yang seharusnya ditangani Lapindo Brantas itu tidak dibenarkan. Masyarakat pun bisa mengajukan uji materi terkait APBN-P 2013. &quot;Bisa saja diajukan untuk uji materi,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
