<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diserang di Twitter, Semoga Membuat Presiden Sadar</title><description>kritik pedas yang dilontarkan langsung kepada akun twitter resmi  Presiden SBY bisa juga mempengaruhi dalam  mengambil keputusan menyangkut kebijakan publik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/20/339/824795/diserang-di-twitter-semoga-membuat-presiden-sadar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/06/20/339/824795/diserang-di-twitter-semoga-membuat-presiden-sadar"/><item><title>Diserang di Twitter, Semoga Membuat Presiden Sadar</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/20/339/824795/diserang-di-twitter-semoga-membuat-presiden-sadar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/06/20/339/824795/diserang-di-twitter-semoga-membuat-presiden-sadar</guid><pubDate>Kamis 20 Juni 2013 11:40 WIB</pubDate><dc:creator>Bagus Santosa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/20/339/824795/oWif5zOniQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Twitter SBY</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/20/339/824795/oWif5zOniQ.jpg</image><title>Twitter SBY</title></images><description>JAKARTA - Politikus PDIP Eva K Sundari berharap, kritik pedas yang dilontarkan langsung kepada akun twitter resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bisa juga mempengaruhi dalam mengambil keputusan menyangkut kebijakan publik.Twitter SBY dengan akun @SBYudhoyono ini mendapat cacian dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat seiring rencana pemerintah ingin menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).&quot;Semoga interaksi dengan para follower presiden bisa dapat insight dari publik dan bisa mempengaruhi kebijakan publik yang mau diputuskannya,&quot; kata Eva dalam pesan singkatnya, Kamis (20/6/2013).Lanjutnya, bully semacam ini termasuk risiko yang diterima semua orang yang masuk ke microblogging tersebut. Sebab, orang bisa menulis apapun, baik pujian atau makian. &quot;Itu risiko yang harus diterima semua orang yang masuk ke free-land-twitter. Kita tentu ingat pepatah makin tinggi pohon makin keras anginnya, maka wajar jika Pak SBY mendapat bullying karena keputusan soal BBM tergolong tidak populer,&quot; katanya.Selain itu, di era demokrasi dengan akuntabilitas dan transparansi yang terbuka ini, siapapun bisa menyampaikan aspirasinya lewat media apapun. &quot;Ini risiko mempunyai demokrasi, akuntabilitas, transparansi,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Politikus PDIP Eva K Sundari berharap, kritik pedas yang dilontarkan langsung kepada akun twitter resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bisa juga mempengaruhi dalam mengambil keputusan menyangkut kebijakan publik.Twitter SBY dengan akun @SBYudhoyono ini mendapat cacian dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat seiring rencana pemerintah ingin menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).&quot;Semoga interaksi dengan para follower presiden bisa dapat insight dari publik dan bisa mempengaruhi kebijakan publik yang mau diputuskannya,&quot; kata Eva dalam pesan singkatnya, Kamis (20/6/2013).Lanjutnya, bully semacam ini termasuk risiko yang diterima semua orang yang masuk ke microblogging tersebut. Sebab, orang bisa menulis apapun, baik pujian atau makian. &quot;Itu risiko yang harus diterima semua orang yang masuk ke free-land-twitter. Kita tentu ingat pepatah makin tinggi pohon makin keras anginnya, maka wajar jika Pak SBY mendapat bullying karena keputusan soal BBM tergolong tidak populer,&quot; katanya.Selain itu, di era demokrasi dengan akuntabilitas dan transparansi yang terbuka ini, siapapun bisa menyampaikan aspirasinya lewat media apapun. &quot;Ini risiko mempunyai demokrasi, akuntabilitas, transparansi,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
