<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SBY Akui  Kebakaran Hutan di Riau Tahun Ini yang Terberat</title><description>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengakui kebakaran hutan dan lahan di Dumai, Riau, kali ini merupakan bencana kebakaran hutan paling berat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/24/337/827001/sby-akui-kebakaran-hutan-di-riau-tahun-ini-yang-terberat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/06/24/337/827001/sby-akui-kebakaran-hutan-di-riau-tahun-ini-yang-terberat"/><item><title>SBY Akui  Kebakaran Hutan di Riau Tahun Ini yang Terberat</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/24/337/827001/sby-akui-kebakaran-hutan-di-riau-tahun-ini-yang-terberat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/06/24/337/827001/sby-akui-kebakaran-hutan-di-riau-tahun-ini-yang-terberat</guid><pubDate>Senin 24 Juni 2013 20:09 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/24/337/827001/SMfty3IMGA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Susilo Bambang Yudhoyono</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/24/337/827001/SMfty3IMGA.jpg</image><title>Susilo Bambang Yudhoyono</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengakui kebakaran hutan dan lahan di Dumai, Riau, kali ini merupakan bencana kebakaran hutan paling berat. SBY bersama Wakil Presiden Boediono menggelar rapat kabinet terbatas untuk menanggulangi kebakaran hutan tersebut.&amp;ldquo;Memang tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Faktor iklim, faktor cuaca turut berpengaruh. Pernah selama tiga tahun berturut-turut hampir tidak terjadi kejadian yang menonjol dari segi kebakaran lahan dan asap, tapi tahun ini memang berat,&amp;rdquo; kata SBY dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (24/6/2013) malam.Lebih lanjut SBY mengatakan, selain faktior cuaca dan iklim, ada sejumlah pihak yang menyebabkan kebakaran hutan di Riau meluas.&amp;ldquo;Ada kelalaian satu dua pihak dalam mengerjakan area perkebunan. Namun dari faktor cuaca dan iklim memberikan tekanan, antara lain uap air dari wilayah Sumatera dibawa ke Filipina, kemudian suhu yang tinggi juga membuat lahan-lahan gambut mudah terbakar. Semua itu membuat kebakaran lahan dan produksi asap di Riau menjadi tinggi,&amp;rdquo; ungkapnya.SBY juga telah memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mengatasi bencana tersebut. &amp;ldquo;BNPB berada di depan dan memimpin untuk mengkoordinasikan langkah-langkah mengatasi bencana asap ini,&amp;rdquo; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengakui kebakaran hutan dan lahan di Dumai, Riau, kali ini merupakan bencana kebakaran hutan paling berat. SBY bersama Wakil Presiden Boediono menggelar rapat kabinet terbatas untuk menanggulangi kebakaran hutan tersebut.&amp;ldquo;Memang tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Faktor iklim, faktor cuaca turut berpengaruh. Pernah selama tiga tahun berturut-turut hampir tidak terjadi kejadian yang menonjol dari segi kebakaran lahan dan asap, tapi tahun ini memang berat,&amp;rdquo; kata SBY dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (24/6/2013) malam.Lebih lanjut SBY mengatakan, selain faktior cuaca dan iklim, ada sejumlah pihak yang menyebabkan kebakaran hutan di Riau meluas.&amp;ldquo;Ada kelalaian satu dua pihak dalam mengerjakan area perkebunan. Namun dari faktor cuaca dan iklim memberikan tekanan, antara lain uap air dari wilayah Sumatera dibawa ke Filipina, kemudian suhu yang tinggi juga membuat lahan-lahan gambut mudah terbakar. Semua itu membuat kebakaran lahan dan produksi asap di Riau menjadi tinggi,&amp;rdquo; ungkapnya.SBY juga telah memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mengatasi bencana tersebut. &amp;ldquo;BNPB berada di depan dan memimpin untuk mengkoordinasikan langkah-langkah mengatasi bencana asap ini,&amp;rdquo; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
