<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pria Ini Alami Gangguan Jiwa Usai Belajar Ilmu Kebatinan</title><description>Seorang pemuda sudah enam tahun menghabiskan waktunya di ruang berukuran 2x3 meter persegi. Dia mengalami gangguan jiwa setelah belajar ilmu kebatinan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/24/340/826782/pria-ini-alami-gangguan-jiwa-usai-belajar-ilmu-kebatinan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/06/24/340/826782/pria-ini-alami-gangguan-jiwa-usai-belajar-ilmu-kebatinan"/><item><title>Pria Ini Alami Gangguan Jiwa Usai Belajar Ilmu Kebatinan</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/24/340/826782/pria-ini-alami-gangguan-jiwa-usai-belajar-ilmu-kebatinan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/06/24/340/826782/pria-ini-alami-gangguan-jiwa-usai-belajar-ilmu-kebatinan</guid><pubDate>Senin 24 Juni 2013 23:22 WIB</pubDate><dc:creator>Decky Yuza</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/24/340/826782/5fIaV4mpIr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penderita gangguan jiwa dipasung (Ilustrasi, Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/24/340/826782/5fIaV4mpIr.jpg</image><title>Penderita gangguan jiwa dipasung (Ilustrasi, Foto: Okezone)</title></images><description>BENGKULU - Muslimin (37) sudah enam tahun hidup dalam pasungan karena menderita gangguan jiwa. Keluaga terpaksa memasungnya karena kerap bertindak beringas dan membahayakan orang lain saat kambuh.Pria warga Desa Tumbuk, Kecamatan Pagar Jati, Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu, itu dirawat seadanya di rumah karena orangtua tidak memiliki uang untuk merawat anaknya ke rumah sakit.Muslimin dikurung di ruangan sempit berukuran 2x3 meter persegi di belakang rumahnya. Suasana di dalam kamar itu sangat sesak dan tak layak huni.&amp;nbsp;Kakinya dipasung sehingga dia tidak bisa bergerak. Makan, minum, dan buang air dilakukan di tempat itu juga.Zaenab, ibu Muslimin, Senin (24/6/2013), mengatakan anak kelimanya itu sudah mengalami gangguan jiwa sejak kembali dari Banten untuk menuntut ilmu kebatinan. Awalnya, Muslimin masih bersikap biasa dan rajin beribadah, namun setelah itu perilakunya berubah.Meski sudah dipasung, kata Zaenab, Muslimin masih sering mengamuk. Karena itu, interaksi dengan anaknya dilakukan dari sela dinding kamar pemasungan, termasuk saat memberikan makan dan minum.&amp;nbsp;Beruntung, keprihatinan Zaenab dijawab Pemkab Bengkulu Tengah. Pemkab berjanji segera merujuk Muslimin ke rumah sakit jiwa untuk mendapat pengobatan.</description><content:encoded>BENGKULU - Muslimin (37) sudah enam tahun hidup dalam pasungan karena menderita gangguan jiwa. Keluaga terpaksa memasungnya karena kerap bertindak beringas dan membahayakan orang lain saat kambuh.Pria warga Desa Tumbuk, Kecamatan Pagar Jati, Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu, itu dirawat seadanya di rumah karena orangtua tidak memiliki uang untuk merawat anaknya ke rumah sakit.Muslimin dikurung di ruangan sempit berukuran 2x3 meter persegi di belakang rumahnya. Suasana di dalam kamar itu sangat sesak dan tak layak huni.&amp;nbsp;Kakinya dipasung sehingga dia tidak bisa bergerak. Makan, minum, dan buang air dilakukan di tempat itu juga.Zaenab, ibu Muslimin, Senin (24/6/2013), mengatakan anak kelimanya itu sudah mengalami gangguan jiwa sejak kembali dari Banten untuk menuntut ilmu kebatinan. Awalnya, Muslimin masih bersikap biasa dan rajin beribadah, namun setelah itu perilakunya berubah.Meski sudah dipasung, kata Zaenab, Muslimin masih sering mengamuk. Karena itu, interaksi dengan anaknya dilakukan dari sela dinding kamar pemasungan, termasuk saat memberikan makan dan minum.&amp;nbsp;Beruntung, keprihatinan Zaenab dijawab Pemkab Bengkulu Tengah. Pemkab berjanji segera merujuk Muslimin ke rumah sakit jiwa untuk mendapat pengobatan.</content:encoded></item></channel></rss>
