<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menlu Singapura Cari Klarifisikasi Keterlibatan Perusahaan Mereka</title><description>Menteri Luar Negeri Singapura K Shanmugan mengatakan, pihaknya akan  meminta klarifikasi atas adanya dugaan keterlibatan perusahaan Singapura  yang menyebabkan kebakaran hutan di Sumatera. Sebelumnya tuduhan itu  datang dari pihak Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/24/411/826509/menlu-singapura-cari-klarifisikasi-keterlibatan-perusahaan-mereka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/06/24/411/826509/menlu-singapura-cari-klarifisikasi-keterlibatan-perusahaan-mereka"/><item><title>Menlu Singapura Cari Klarifisikasi Keterlibatan Perusahaan Mereka</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/24/411/826509/menlu-singapura-cari-klarifisikasi-keterlibatan-perusahaan-mereka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/06/24/411/826509/menlu-singapura-cari-klarifisikasi-keterlibatan-perusahaan-mereka</guid><pubDate>Senin 24 Juni 2013 10:45 WIB</pubDate><dc:creator>Fajar Nugraha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/24/411/826509/Yi5KhaKAUt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jalan tol di Singapura yang tertutup asap (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/24/411/826509/Yi5KhaKAUt.jpg</image><title>Jalan tol di Singapura yang tertutup asap (Foto: AFP)</title></images><description>SINGAPURA - Menteri Luar Negeri Singapura K Shanmugan mengatakan, pihaknya akan meminta klarifikasi atas adanya dugaan keterlibatan perusahaan Singapura yang menyebabkan kebakaran hutan di Sumatera. Sebelumnya tuduhan itu datang dari pihak Indonesia.Seperti diketahui sebelumnya, kebakaran hutan yang terjadi di Sumatera diduga disebabkan oleh pembukaan lahan kelapa sawit baru. Beberapa perusahaan Singapura dan Malaysia yang beroperasi di wilayah Sumatera, diyakini terlibat dalam kebakaran tersebut.Akibat kebakaran itu, asap dari sisa kebakaran terbawa angin dan menyelimuti wilayah Singapura dan Malaysia. Mendengar tuduhan tersebut, Shanmugam pun berniat untuk meminta bukti dari Pemerintah Indonesia secepat mungkin, agar bisa memprosesnya.Tuduhan tersebut sebelumnya dilontarkan oleh penasihat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Jumat 21 Juni lalu bahwa ada dua perusahaan yang memiliki kaitan dengan Singapura. Kedua perusahaan itu antara lain, Sinar Mas Agro Resources and Technology (Smart) dan Asia Pacific Resources International (April). Perusahaan ini diketahui memiliki perkebunan yang berada di wilayah titik api.Tetapi Menteri Lingkungan Hidup Singapura Vivian Balakhrishnan mengatakan, saat bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup Indonesia Balthasar Kambuaya, tidak ada dari delapan perusahaan yang diidentifikasi sebagai pelaku pembakaran tersebut berasal dari Singapura.&quot;Kami membutuhkan klarifikasi dan pernyataan dari Indonesia lengkap dengan buktinya, karena perusahaan yang dituduh sudah membantah keterlibatan mereka,&quot; ujar Shanmugam, seperti dikutip The Straits Times, Senin (24/6/2013).&quot;Mereka (perusahaan yang dituduh membakar) mengatakan siap untuk membawa penyelidik ke perkebunan. Jadi siapa yang harus kami percayai? Sebelum kami bertindak, bukti-bukti harus diserahkan dan Indonesia harus memberikan bukti-bukti itu,&quot; tegasnya.Sebelumnya, Shanmugam membuka peluang untuk membawa perusahaan-perusahaan yang terbukti terlibat pembakaran ke dalam pengadilan internasional. Saat ini, Jaksa Agung Singapura tengah mempelajari adanya kemungkinan tersebut.</description><content:encoded>SINGAPURA - Menteri Luar Negeri Singapura K Shanmugan mengatakan, pihaknya akan meminta klarifikasi atas adanya dugaan keterlibatan perusahaan Singapura yang menyebabkan kebakaran hutan di Sumatera. Sebelumnya tuduhan itu datang dari pihak Indonesia.Seperti diketahui sebelumnya, kebakaran hutan yang terjadi di Sumatera diduga disebabkan oleh pembukaan lahan kelapa sawit baru. Beberapa perusahaan Singapura dan Malaysia yang beroperasi di wilayah Sumatera, diyakini terlibat dalam kebakaran tersebut.Akibat kebakaran itu, asap dari sisa kebakaran terbawa angin dan menyelimuti wilayah Singapura dan Malaysia. Mendengar tuduhan tersebut, Shanmugam pun berniat untuk meminta bukti dari Pemerintah Indonesia secepat mungkin, agar bisa memprosesnya.Tuduhan tersebut sebelumnya dilontarkan oleh penasihat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Jumat 21 Juni lalu bahwa ada dua perusahaan yang memiliki kaitan dengan Singapura. Kedua perusahaan itu antara lain, Sinar Mas Agro Resources and Technology (Smart) dan Asia Pacific Resources International (April). Perusahaan ini diketahui memiliki perkebunan yang berada di wilayah titik api.Tetapi Menteri Lingkungan Hidup Singapura Vivian Balakhrishnan mengatakan, saat bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup Indonesia Balthasar Kambuaya, tidak ada dari delapan perusahaan yang diidentifikasi sebagai pelaku pembakaran tersebut berasal dari Singapura.&quot;Kami membutuhkan klarifikasi dan pernyataan dari Indonesia lengkap dengan buktinya, karena perusahaan yang dituduh sudah membantah keterlibatan mereka,&quot; ujar Shanmugam, seperti dikutip The Straits Times, Senin (24/6/2013).&quot;Mereka (perusahaan yang dituduh membakar) mengatakan siap untuk membawa penyelidik ke perkebunan. Jadi siapa yang harus kami percayai? Sebelum kami bertindak, bukti-bukti harus diserahkan dan Indonesia harus memberikan bukti-bukti itu,&quot; tegasnya.Sebelumnya, Shanmugam membuka peluang untuk membawa perusahaan-perusahaan yang terbukti terlibat pembakaran ke dalam pengadilan internasional. Saat ini, Jaksa Agung Singapura tengah mempelajari adanya kemungkinan tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
