<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Selangor Sarankan Bakar Hutan di Musim Hujan</title><description>Menteri Besar Selangor Tan Sri Khalid Ibrahim mengusulkan kepada petani  kebun kelapa sawit di Indonesia, melakukan pembakaran hutan di  musim hujan. Menurut Ibrahim, hal tersebut bisa meminimalisir kabut asap  yang bisa menyelimuti Malaysia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/25/411/827419/menteri-selangor-sarankan-bakar-hutan-di-musim-hujan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/06/25/411/827419/menteri-selangor-sarankan-bakar-hutan-di-musim-hujan"/><item><title>Menteri Selangor Sarankan Bakar Hutan di Musim Hujan</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/25/411/827419/menteri-selangor-sarankan-bakar-hutan-di-musim-hujan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/06/25/411/827419/menteri-selangor-sarankan-bakar-hutan-di-musim-hujan</guid><pubDate>Selasa 25 Juni 2013 17:01 WIB</pubDate><dc:creator>Fajar Nugraha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/25/411/827419/wIIbOzaev2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menara Petronas diselimuti asap (Foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/25/411/827419/wIIbOzaev2.jpg</image><title>Menara Petronas diselimuti asap (Foto: AP)</title></images><description>SHAH ALAM - Menteri Besar Selangor Tan Sri Khalid Ibrahim mengusulkan kepada petani kebun kelapa sawit di Indonesia, untuk melakukan pembakaran hutan di musim hujan. Menurut Ibrahim, hal tersebut bisa meminimalisir kabut asap yang bisa menyelimuti Malaysia.&quot;Tentunya lebih ideal tidak perlu dilakukan pembakaran. Tetapi petani miskin perlu melakukan hal ini (pembakaran lahan) untuk membuat lahan mereka lebih subur,&quot; ujar Khalid, seperti dikutip The Star, Selasa (25/6/2013).&quot;Mereka tidak punya uang untuk beli pupuk, kecuali kita mau memberikan kepada mereka,&quot; lanjutnya. Bagi Khalid, proses pembakaran lahan seharusnya tidak dilakukan di saat musim kemarau yang jatuh antara Juni hingga September. Kompromi melakukan pembakaran di musim hujan adalah opsi terbaik, dibandingkan Pemerintah Indonesia dan Malaysia yang saling menyalahkan.Kabut asap yang melanda Malaysia berasal dari pembakaran lahan yang diduga disengaja di Indonesia. Dua perusahaan kelapa sawit Malaysia diduga terlibat dalam kebakaran yang memicu kabut asap itu.Dua perusahaan Malaysia itu antara lain&amp;nbsp; PT Lagam Inti Hibrida and PT Bumi Reksa Nusa Sejati. Keduanya beroperasi di Pelalawan dan Indragiri Hilir, Riau. Namun kedua perusahaan tersebut membantah telah melakukan pembakaran seperti yang telah dituduhkan.</description><content:encoded>SHAH ALAM - Menteri Besar Selangor Tan Sri Khalid Ibrahim mengusulkan kepada petani kebun kelapa sawit di Indonesia, untuk melakukan pembakaran hutan di musim hujan. Menurut Ibrahim, hal tersebut bisa meminimalisir kabut asap yang bisa menyelimuti Malaysia.&quot;Tentunya lebih ideal tidak perlu dilakukan pembakaran. Tetapi petani miskin perlu melakukan hal ini (pembakaran lahan) untuk membuat lahan mereka lebih subur,&quot; ujar Khalid, seperti dikutip The Star, Selasa (25/6/2013).&quot;Mereka tidak punya uang untuk beli pupuk, kecuali kita mau memberikan kepada mereka,&quot; lanjutnya. Bagi Khalid, proses pembakaran lahan seharusnya tidak dilakukan di saat musim kemarau yang jatuh antara Juni hingga September. Kompromi melakukan pembakaran di musim hujan adalah opsi terbaik, dibandingkan Pemerintah Indonesia dan Malaysia yang saling menyalahkan.Kabut asap yang melanda Malaysia berasal dari pembakaran lahan yang diduga disengaja di Indonesia. Dua perusahaan kelapa sawit Malaysia diduga terlibat dalam kebakaran yang memicu kabut asap itu.Dua perusahaan Malaysia itu antara lain&amp;nbsp; PT Lagam Inti Hibrida and PT Bumi Reksa Nusa Sejati. Keduanya beroperasi di Pelalawan dan Indragiri Hilir, Riau. Namun kedua perusahaan tersebut membantah telah melakukan pembakaran seperti yang telah dituduhkan.</content:encoded></item></channel></rss>
