<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Petugas P2B Gadungan Beraksi Sejak 2011, Peras 9 Korban</title><description>Didi Supriadi (50), petugas Dinas Pengawasan dan Penertiban (P2B)  gadungan yang ditangkap polisi mengaku telah sembilan kali beraksi  memeras kepada korban sejak 2011.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/25/500/827445/petugas-p2b-gadungan-beraksi-sejak-2011-peras-9-korban</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/06/25/500/827445/petugas-p2b-gadungan-beraksi-sejak-2011-peras-9-korban"/><item><title>Petugas P2B Gadungan Beraksi Sejak 2011, Peras 9 Korban</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/25/500/827445/petugas-p2b-gadungan-beraksi-sejak-2011-peras-9-korban</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/06/25/500/827445/petugas-p2b-gadungan-beraksi-sejak-2011-peras-9-korban</guid><pubDate>Selasa 25 Juni 2013 17:10 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/25/500/827445/yEdS0Fa1HO.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/25/500/827445/yEdS0Fa1HO.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Didi Supriadi (50), petugas Dinas Pengawasan dan Penertiban (P2B) gadungan yang ditangkap polisi mengaku telah sembilan kali beraksi memeras kepada korban sejak 2011.&quot;Saya sudah main dari tahun 2011,&quot; kata Didi kepada wartawan di Mapolsek Tambora, Jakarta Barat, Selasa (25/6/2013).Setiap beraksi, Didi dan rekannya selalu mengenakan baju seragam Pegawai Negeri Sipil (PNS). Didi mengaku melakukan penipuan dengan modus demikian atas ajakan rekan-rekannya. &quot;Saya jahit sendiri baju-bajunya. Saya ngelakuin ini pertama diajak teman, ya saya ngikut aja,&quot; jelasnya.Warga Kranji, Bekasi itu, sebenarnya berprofesi sebagai sopir angkot. Dalam menjalankan aksinya, dia dibantu dua kawan lainnya dengan mendatangi rumah-rumah yang tengah dibangun namun yang tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Melihat ada celah, Didi menawarkan jasa mengurus izin IMB kepada mandor. &quot;Ke mandornya saya nawarin jasa untuk ngurus perizinan. Saya minta uang Rp1,5 juta,&quot; pungkasnya.Atas perbuatannya, bapak empat anak itu dijebloskan ke dalam penjara Mapolsek Tambora dan dikenakan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.</description><content:encoded>JAKARTA - Didi Supriadi (50), petugas Dinas Pengawasan dan Penertiban (P2B) gadungan yang ditangkap polisi mengaku telah sembilan kali beraksi memeras kepada korban sejak 2011.&quot;Saya sudah main dari tahun 2011,&quot; kata Didi kepada wartawan di Mapolsek Tambora, Jakarta Barat, Selasa (25/6/2013).Setiap beraksi, Didi dan rekannya selalu mengenakan baju seragam Pegawai Negeri Sipil (PNS). Didi mengaku melakukan penipuan dengan modus demikian atas ajakan rekan-rekannya. &quot;Saya jahit sendiri baju-bajunya. Saya ngelakuin ini pertama diajak teman, ya saya ngikut aja,&quot; jelasnya.Warga Kranji, Bekasi itu, sebenarnya berprofesi sebagai sopir angkot. Dalam menjalankan aksinya, dia dibantu dua kawan lainnya dengan mendatangi rumah-rumah yang tengah dibangun namun yang tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Melihat ada celah, Didi menawarkan jasa mengurus izin IMB kepada mandor. &quot;Ke mandornya saya nawarin jasa untuk ngurus perizinan. Saya minta uang Rp1,5 juta,&quot; pungkasnya.Atas perbuatannya, bapak empat anak itu dijebloskan ke dalam penjara Mapolsek Tambora dan dikenakan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.</content:encoded></item></channel></rss>
