<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kekerasan Terhadap Pers Tidak Sesuai dengan Demokrasi</title><description>Kekerasaan terhadap terhadap kalangan pers yang akhir-akhir ini kerap  terjadi di pusat maupun di daerah disebabkan kedewasaan politik  masyarakat masih rendah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/26/337/828144/kekerasan-terhadap-pers-tidak-sesuai-dengan-demokrasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/06/26/337/828144/kekerasan-terhadap-pers-tidak-sesuai-dengan-demokrasi"/><item><title>Kekerasan Terhadap Pers Tidak Sesuai dengan Demokrasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/26/337/828144/kekerasan-terhadap-pers-tidak-sesuai-dengan-demokrasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/06/26/337/828144/kekerasan-terhadap-pers-tidak-sesuai-dengan-demokrasi</guid><pubDate>Rabu 26 Juni 2013 21:16 WIB</pubDate><dc:creator>Catur Nugroho Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/26/337/828144/KDpwhZjIJx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/26/337/828144/KDpwhZjIJx.jpg</image><title>ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Kekerasaan terhadap terhadap kalangan pers yang akhir-akhir ini kerap terjadi di pusat maupun di daerah disebabkan kedewasaan politik masyarakat masih rendah.
&amp;nbsp;
Menurut Ketua Dewan Pers Bagir Manan, kekerasaan terhadap pers yang dilakukan masyarakat dikarenakan kurangnya mereka memahami nilai-nilai demokrasi.
&amp;nbsp;
&quot;Kekerasan terhadap pers dikarenakan kedewasaan politik kurang. Padahal kita ingin demokrasi namun malah menghalalkan kekerasan, inilah yang menjadi kontradiktif,&quot; kata Bagir dalam diskusi bertemakan &quot;Peran Media Televisi Mencerdaskan Pemilih dalam Pemilu 2014&quot;, di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2013).
&amp;nbsp;
Tak hanya itu, Bagir menjelaskan pengaruh kelompok politik tertentu juga menjadi pemicu kekerasan terhadap pers. Sehingga yang panas bertanggung jawab pimpinan politik.
&amp;nbsp;
Dia pun mengingatkan, kepada pelaku kekerasan terhadap pers yang harus memahami prinsip demokrasi berupa kebebasan, termasuk keberatan kepada sebuah pemberitaan.
&amp;nbsp;
&quot;Tuntutan tidak boleh melalui jalur kekerasan. Sangat berbahaya kalau kita menuntut dengan kekerasan,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Lebih lanjut, Bagir menyampaikan pihaknya sudah bertemu dengan Mahkamah Agung (MA) untuk memperberat pelaku kekerasan terhadap pers guna memberikan pelajaran kepada masyarakat dalam kehidupan berdemokrasi.
&amp;nbsp;
&quot;Saya bertemu dengan MA terkait beberapa isu di luar korupsi seperti kekerasan pers dan seksual anak. kami minta pimpinan MA melalui hakim memberikan hukum yang berat kepada pelaku,&quot; tambahnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kekerasaan terhadap terhadap kalangan pers yang akhir-akhir ini kerap terjadi di pusat maupun di daerah disebabkan kedewasaan politik masyarakat masih rendah.
&amp;nbsp;
Menurut Ketua Dewan Pers Bagir Manan, kekerasaan terhadap pers yang dilakukan masyarakat dikarenakan kurangnya mereka memahami nilai-nilai demokrasi.
&amp;nbsp;
&quot;Kekerasan terhadap pers dikarenakan kedewasaan politik kurang. Padahal kita ingin demokrasi namun malah menghalalkan kekerasan, inilah yang menjadi kontradiktif,&quot; kata Bagir dalam diskusi bertemakan &quot;Peran Media Televisi Mencerdaskan Pemilih dalam Pemilu 2014&quot;, di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2013).
&amp;nbsp;
Tak hanya itu, Bagir menjelaskan pengaruh kelompok politik tertentu juga menjadi pemicu kekerasan terhadap pers. Sehingga yang panas bertanggung jawab pimpinan politik.
&amp;nbsp;
Dia pun mengingatkan, kepada pelaku kekerasan terhadap pers yang harus memahami prinsip demokrasi berupa kebebasan, termasuk keberatan kepada sebuah pemberitaan.
&amp;nbsp;
&quot;Tuntutan tidak boleh melalui jalur kekerasan. Sangat berbahaya kalau kita menuntut dengan kekerasan,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Lebih lanjut, Bagir menyampaikan pihaknya sudah bertemu dengan Mahkamah Agung (MA) untuk memperberat pelaku kekerasan terhadap pers guna memberikan pelajaran kepada masyarakat dalam kehidupan berdemokrasi.
&amp;nbsp;
&quot;Saya bertemu dengan MA terkait beberapa isu di luar korupsi seperti kekerasan pers dan seksual anak. kami minta pimpinan MA melalui hakim memberikan hukum yang berat kepada pelaku,&quot; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
