<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kelainan Syaraf, Tubuh Bayi 9 Bulan Ini Membengkak</title><description>Malang benar kondisinasib bayi berusia sembilan bulan ini, bengkak di pundak dan tangannya terus membesar. Dia harus dioperasi, namun orangtua tidak memiliki biaya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/26/340/827956/kelainan-syaraf-tubuh-bayi-9-bulan-ini-membengkak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/06/26/340/827956/kelainan-syaraf-tubuh-bayi-9-bulan-ini-membengkak"/><item><title>Kelainan Syaraf, Tubuh Bayi 9 Bulan Ini Membengkak</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/26/340/827956/kelainan-syaraf-tubuh-bayi-9-bulan-ini-membengkak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/06/26/340/827956/kelainan-syaraf-tubuh-bayi-9-bulan-ini-membengkak</guid><pubDate>Rabu 26 Juni 2013 23:18 WIB</pubDate><dc:creator>Budi Sunandar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/26/340/827956/OVt7Kjk3YC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hayuma Tria Effendi (Dok: Budi Sunandar/Sindo TV)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/26/340/827956/OVt7Kjk3YC.jpg</image><title>Hayuma Tria Effendi (Dok: Budi Sunandar/Sindo TV)</title></images><description>PESISIR SELATAN - Tubuh bayi berusia sembilan bulan, warga Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mengalami pembengkakan. Pembengkakan terjadi akibat kelainan syaraf dan hormon. Semakin lama, bengkak kian membesar dan membuat orangtua khawatir.Bayi malang bernama Hayuma Tria Effendi itu kini hanya dirawat seadanya di rumah.Ibu Hayuma, Siti Khotimah, menuturkan, awalnya, muncul benjolan sebesar telur ayam di pundak anaknya. Namun kelamaan benjolan  membesar. Benjolan di pundak kini mencapai sebesar bola sepaktakraw. Pembengkakan juga menjalar ke tangan dan jarinya.Awalnya, Yuma, panggilan akrab Hayuma, dibawa ke RSUD Painan, namun kemudian dirujuk ke RSUP M Djamil, Padang.Dari diagnosis dokter polibedah RSUP M Djamil, Yuma diketahui menderita neorofibromatosis atau penyumbatan pembuluh syaraf.&amp;nbsp;Untuk mengobatinya hingga sembuh, Yuma harus dioperasi yang membutuhkan dana sekira Rp50 juta.Namun karena keluarga tidak punya Jamkesmas, bayi cantik tersebut dibawa pulang kembali ke rumah mereka di Jembatan Labuhan, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan.Yuma dan keluarganya tinggal di atas fondasi bekas jembatan karena tak memiliki tanah. Siti khotimah sendiri hanya berdagang kecil-kecilan, sementara suaminya merantau ke Riau.Dia masih berharap Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan mau membantu atau memfasilitasi operasi Yuma.</description><content:encoded>PESISIR SELATAN - Tubuh bayi berusia sembilan bulan, warga Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mengalami pembengkakan. Pembengkakan terjadi akibat kelainan syaraf dan hormon. Semakin lama, bengkak kian membesar dan membuat orangtua khawatir.Bayi malang bernama Hayuma Tria Effendi itu kini hanya dirawat seadanya di rumah.Ibu Hayuma, Siti Khotimah, menuturkan, awalnya, muncul benjolan sebesar telur ayam di pundak anaknya. Namun kelamaan benjolan  membesar. Benjolan di pundak kini mencapai sebesar bola sepaktakraw. Pembengkakan juga menjalar ke tangan dan jarinya.Awalnya, Yuma, panggilan akrab Hayuma, dibawa ke RSUD Painan, namun kemudian dirujuk ke RSUP M Djamil, Padang.Dari diagnosis dokter polibedah RSUP M Djamil, Yuma diketahui menderita neorofibromatosis atau penyumbatan pembuluh syaraf.&amp;nbsp;Untuk mengobatinya hingga sembuh, Yuma harus dioperasi yang membutuhkan dana sekira Rp50 juta.Namun karena keluarga tidak punya Jamkesmas, bayi cantik tersebut dibawa pulang kembali ke rumah mereka di Jembatan Labuhan, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan.Yuma dan keluarganya tinggal di atas fondasi bekas jembatan karena tak memiliki tanah. Siti khotimah sendiri hanya berdagang kecil-kecilan, sementara suaminya merantau ke Riau.Dia masih berharap Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan mau membantu atau memfasilitasi operasi Yuma.</content:encoded></item></channel></rss>
