<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Filipina Kecam China Soal Konflik Laut China Selatan</title><description>Filipina mengecam China atas meningkatnya militerisasi di Laut China Selatan akibat ketegangan antara kedua negara bertetangga berkobar. Di mana ini  terjadi di tengah upaya-upaya regional yang bergerak lambat dalam  berkompromi atas salah satu angkatan laut Asia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/30/411/829737/filipina-kecam-china-soal-konflik-laut-china-selatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/06/30/411/829737/filipina-kecam-china-soal-konflik-laut-china-selatan"/><item><title>Filipina Kecam China Soal Konflik Laut China Selatan</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/30/411/829737/filipina-kecam-china-soal-konflik-laut-china-selatan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/06/30/411/829737/filipina-kecam-china-soal-konflik-laut-china-selatan</guid><pubDate>Minggu 30 Juni 2013 17:43 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/30/411/829737/JsTtw8fprc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menlu Filipina Albert del Rosario (kanan). (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/30/411/829737/JsTtw8fprc.jpg</image><title>Menlu Filipina Albert del Rosario (kanan). (Foto: Reuters)</title></images><description>BANDAR SERI BEGAWAN - Filipina mengecam China atas meningkatnya militerisasi di Laut China Selatan akibat ketegangan antara kedua negara bertetangga berkobar. Di mana ini terjadi di tengah upaya-upaya regional yang bergerak lambat dalam berkompromi atas salah satu angkatan laut Asia.Teguran yang dilontarkan Menteri Luar Negeri Filipina Albert del Rosario di sebuah pertemuan puncak regional di Brunei, datang sehari setelah media pemerintah China memperingatkan adanya &quot;counterstrike&quot; melawan Filipina jika terus memprovokasi Beijing.Dilaporkan Reuters, Minggu (30/6/2013), gesekan antara China dan Filipina atas wilayah yang disengketakan di wilayah minyak dan gas laut yang kaya telah terjadi sejak tahun lalu.10 negara anggota ASEAN berharap bisa membujuk Beijing untuk bergabung mengenai pembicaraan tentang Kode Etik yang diusulkan (CoC) tahun ini. Tetapi tindakan angkatan laut China telah membuat khawatir beberapa negara, khususnya Filipina dan Vietnam.Diketahui, Filipina menuduh China melanggar batas wilayahnya setelah tiga kapal China berkumpul hanya lima mil dari laut, di mana Filipina mempertahankan kekuatan militer kecilnya.Bulan ini, Filipina menggerakan lebih banyak pasukan dan perlengkapannya berada dalam zona 200 mil laut tanpa pengecualian. China, yang tidak mengakui zona tersebut, mengutuknya sebagai &quot;kependudukan ilegal&quot;.&quot;Pernyataan yang di counterstrike adalah salah satu yang tidak bertanggung jawab. Kami mengutuk setiap ancaman penggunaan kekuatan,&quot; kata Del Rosario, kepada salah seorang wartawan di Brunei, setelah pertemuan para menteri luar negeri ASEAN.</description><content:encoded>BANDAR SERI BEGAWAN - Filipina mengecam China atas meningkatnya militerisasi di Laut China Selatan akibat ketegangan antara kedua negara bertetangga berkobar. Di mana ini terjadi di tengah upaya-upaya regional yang bergerak lambat dalam berkompromi atas salah satu angkatan laut Asia.Teguran yang dilontarkan Menteri Luar Negeri Filipina Albert del Rosario di sebuah pertemuan puncak regional di Brunei, datang sehari setelah media pemerintah China memperingatkan adanya &quot;counterstrike&quot; melawan Filipina jika terus memprovokasi Beijing.Dilaporkan Reuters, Minggu (30/6/2013), gesekan antara China dan Filipina atas wilayah yang disengketakan di wilayah minyak dan gas laut yang kaya telah terjadi sejak tahun lalu.10 negara anggota ASEAN berharap bisa membujuk Beijing untuk bergabung mengenai pembicaraan tentang Kode Etik yang diusulkan (CoC) tahun ini. Tetapi tindakan angkatan laut China telah membuat khawatir beberapa negara, khususnya Filipina dan Vietnam.Diketahui, Filipina menuduh China melanggar batas wilayahnya setelah tiga kapal China berkumpul hanya lima mil dari laut, di mana Filipina mempertahankan kekuatan militer kecilnya.Bulan ini, Filipina menggerakan lebih banyak pasukan dan perlengkapannya berada dalam zona 200 mil laut tanpa pengecualian. China, yang tidak mengakui zona tersebut, mengutuknya sebagai &quot;kependudukan ilegal&quot;.&quot;Pernyataan yang di counterstrike adalah salah satu yang tidak bertanggung jawab. Kami mengutuk setiap ancaman penggunaan kekuatan,&quot; kata Del Rosario, kepada salah seorang wartawan di Brunei, setelah pertemuan para menteri luar negeri ASEAN.</content:encoded></item></channel></rss>
