<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Guru di Daerah Terpencil Masih Kurang</title><description>Kurangnya guru di daerah terpencil Bengkulu seperti  di Pulau Enggano, sebab banyak guru pindah  ke daerah perbatasan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/07/03/337/831151/guru-di-daerah-terpencil-masih-kurang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/07/03/337/831151/guru-di-daerah-terpencil-masih-kurang"/><item><title>Guru di Daerah Terpencil Masih Kurang</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/07/03/337/831151/guru-di-daerah-terpencil-masih-kurang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/07/03/337/831151/guru-di-daerah-terpencil-masih-kurang</guid><pubDate>Rabu 03 Juli 2013 10:54 WIB</pubDate><dc:creator>Aisyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/07/03/337/831151/b7xPsIbg0X.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: (Aisyah/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/07/03/337/831151/b7xPsIbg0X.jpg</image><title>Foto: (Aisyah/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pembukaan Kongres XXI Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tahun 2013, digelar di Istora Senayan Jakarta. Dalam pembukaan tersebut dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Kondisi guru saat ini dinilai belum merata. Hal tersebut disampaikansalah seorang anggota PGRI dari Propinsi Bengkulu, Jhony.&quot;Kalau di kota, gurunya sudah cukup memadai, cuma untuk daerah terpencil, masih kurang,&quot; kata Jhony di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2013).Jhony mengungkapkan, kurangnya guru di daerah terpencil Bengkulu seperti di Pulau Enggano, disebabkan kebanyakan guru di daerah terpencil pindah ke daerah perbatasan.&quot;Seharusnya orang dinas pendidikan bisa menganalisa kebutuhan-kebutuhan jumlah guru. Jangan KKN di otonomi daerah ini yang ditinggikan,&quot; jelasnya.Jhony pun berharap pada pemimpin PGRI yang baru kelak bisa memperhatikan tidak hanya pada kesenjangan guru, tetapi juga pada kesejahteraan guru.&quot;Saya berharap pada pimpinan agar terus bisa memperhatikan guru, terutama soal tunjangan daerah untuk guru dan kebutuhan guru di daerah terpencil,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pembukaan Kongres XXI Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tahun 2013, digelar di Istora Senayan Jakarta. Dalam pembukaan tersebut dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Kondisi guru saat ini dinilai belum merata. Hal tersebut disampaikansalah seorang anggota PGRI dari Propinsi Bengkulu, Jhony.&quot;Kalau di kota, gurunya sudah cukup memadai, cuma untuk daerah terpencil, masih kurang,&quot; kata Jhony di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2013).Jhony mengungkapkan, kurangnya guru di daerah terpencil Bengkulu seperti di Pulau Enggano, disebabkan kebanyakan guru di daerah terpencil pindah ke daerah perbatasan.&quot;Seharusnya orang dinas pendidikan bisa menganalisa kebutuhan-kebutuhan jumlah guru. Jangan KKN di otonomi daerah ini yang ditinggikan,&quot; jelasnya.Jhony pun berharap pada pemimpin PGRI yang baru kelak bisa memperhatikan tidak hanya pada kesenjangan guru, tetapi juga pada kesejahteraan guru.&quot;Saya berharap pada pimpinan agar terus bisa memperhatikan guru, terutama soal tunjangan daerah untuk guru dan kebutuhan guru di daerah terpencil,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
