<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengamat: Situasi Politik Semakin Tak Mendewasakan Rakyat</title><description>Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Kamarudin mengaku prihatin  melihat dunia perpolitikan saat ini. Menurutnya, politik yang dimainkan  saat ini semakin tidak mendewasakan masyarakat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/07/05/339/832269/pengamat-situasi-politik-semakin-tak-mendewasakan-rakyat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/07/05/339/832269/pengamat-situasi-politik-semakin-tak-mendewasakan-rakyat"/><item><title>Pengamat: Situasi Politik Semakin Tak Mendewasakan Rakyat</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/07/05/339/832269/pengamat-situasi-politik-semakin-tak-mendewasakan-rakyat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/07/05/339/832269/pengamat-situasi-politik-semakin-tak-mendewasakan-rakyat</guid><pubDate>Jum'at 05 Juli 2013 06:00 WIB</pubDate><dc:creator>Aisyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/07/05/339/832269/n3Hd7KFXTa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/07/05/339/832269/n3Hd7KFXTa.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Kamarudin mengaku prihatin melihat dunia perpolitikan saat ini. Menurutnya, politik yang dimainkan saat ini semakin tidak mendewasakan masyarakat.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Prihatin sekali melihat politik sekarang. Bukan semakin mendewasakan anak negeri, tapi malah menunjukkan wajah tawuran politik di tahun 2013 ini,&amp;rdquo; kata Kamarudin saat dihubungi Okezone, Kamis (4/7/2013).
&amp;nbsp;
Dia melihat kasus tudingan Pendiri Partai Keadilan, Yusuf Supendi terhadap Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hilmi Aminuddin, dan juga dikeluarkannya PKS dari koalisi partai sebagai salah satu bentuk tawuran politik.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Partai saat ini semuanya tak mengaca diri pada hasil survei yang menunjukkan betapa anjloknya citra DPR, partai politik. Ini, mestinya menjadi bahan perenungan,&amp;rdquo; jelas dia.
&amp;nbsp;
Dia pun khawatir, tahun 2014 mendatang, tingkat partisipasi politik menjadi anjlok seperti prediksi hasil survei.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Contohnya survei LSI tentang profesi politisi, mayoritas orang tua tidak ingin anaknya menjadi politisi. Kredibilitas mereka pun sudah dipertanyakan,&amp;rdquo; tegasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Kamarudin mengaku prihatin melihat dunia perpolitikan saat ini. Menurutnya, politik yang dimainkan saat ini semakin tidak mendewasakan masyarakat.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Prihatin sekali melihat politik sekarang. Bukan semakin mendewasakan anak negeri, tapi malah menunjukkan wajah tawuran politik di tahun 2013 ini,&amp;rdquo; kata Kamarudin saat dihubungi Okezone, Kamis (4/7/2013).
&amp;nbsp;
Dia melihat kasus tudingan Pendiri Partai Keadilan, Yusuf Supendi terhadap Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hilmi Aminuddin, dan juga dikeluarkannya PKS dari koalisi partai sebagai salah satu bentuk tawuran politik.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Partai saat ini semuanya tak mengaca diri pada hasil survei yang menunjukkan betapa anjloknya citra DPR, partai politik. Ini, mestinya menjadi bahan perenungan,&amp;rdquo; jelas dia.
&amp;nbsp;
Dia pun khawatir, tahun 2014 mendatang, tingkat partisipasi politik menjadi anjlok seperti prediksi hasil survei.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Contohnya survei LSI tentang profesi politisi, mayoritas orang tua tidak ingin anaknya menjadi politisi. Kredibilitas mereka pun sudah dipertanyakan,&amp;rdquo; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
