<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penjualan Tanah Wakaf Urusan Senior PKS</title><description>Partai Keadilan Sejahtera (PKS) seolah terus menghindar saat dimintai  konfirmasi terkait penjualan tanah wakaf oleh Ketua Majelis Syuro Hilmi  Aminudin ke mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/07/05/339/832679/penjualan-tanah-wakaf-urusan-senior-pks</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/07/05/339/832679/penjualan-tanah-wakaf-urusan-senior-pks"/><item><title>Penjualan Tanah Wakaf Urusan Senior PKS</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/07/05/339/832679/penjualan-tanah-wakaf-urusan-senior-pks</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/07/05/339/832679/penjualan-tanah-wakaf-urusan-senior-pks</guid><pubDate>Jum'at 05 Juli 2013 18:08 WIB</pubDate><dc:creator>Tegar Arief Fadly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/07/05/339/832679/4JPFDtQdpI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/07/05/339/832679/4JPFDtQdpI.jpg</image><title>Ilustrasi (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) seolah terus menghindar saat dimintai konfirmasi terkait penjualan tanah wakaf oleh Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminudin ke mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.&quot;Itu saya enggak tahu itu,&quot; kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS Nasir Djamil di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (5/7/2013).Nasir sendiri menolak untuk memberikan keterangan terkait kasus tersebut. &quot;Itu urusan senior, saya kan masih yunior. Tanyakan ke Yusuf Supendi,&quot; ujar Anggota Komisi III ini.Sebelumnya, pendiri Partai Keadilan, Yusuf Supendi, menyambangi Komisi Pemberantasan Korupsi. Ia menuding Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera, Hilmi Aminuddin, pernah menjual rumah wakaf di Cipanas, Jawa Barat kepada Luthfi Hasan Ishaaq.Namun rumah itu disita KPK karena diduga terkait terkait Tindak Pidana Pencucian Uang yang dilakukan Luthfi Hasan. Dia mengaku datang mendampingi Faisal Rahmat, ahli waris rumah induk wakaf wasiat Majelis Ta'lim Miqratul Quran di&amp;nbsp; Jawa Barat.Seperti diketahui, KPK menyita tanah dan bangunan itu pada 31 Mei 2013. Diduga ada indikasi penyamaran, perubahan bentuk, pengatas namaan orang lain terkait korupsi yang dilakukan Luthfi Hasan.</description><content:encoded>JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) seolah terus menghindar saat dimintai konfirmasi terkait penjualan tanah wakaf oleh Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminudin ke mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.&quot;Itu saya enggak tahu itu,&quot; kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS Nasir Djamil di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (5/7/2013).Nasir sendiri menolak untuk memberikan keterangan terkait kasus tersebut. &quot;Itu urusan senior, saya kan masih yunior. Tanyakan ke Yusuf Supendi,&quot; ujar Anggota Komisi III ini.Sebelumnya, pendiri Partai Keadilan, Yusuf Supendi, menyambangi Komisi Pemberantasan Korupsi. Ia menuding Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera, Hilmi Aminuddin, pernah menjual rumah wakaf di Cipanas, Jawa Barat kepada Luthfi Hasan Ishaaq.Namun rumah itu disita KPK karena diduga terkait terkait Tindak Pidana Pencucian Uang yang dilakukan Luthfi Hasan. Dia mengaku datang mendampingi Faisal Rahmat, ahli waris rumah induk wakaf wasiat Majelis Ta'lim Miqratul Quran di&amp;nbsp; Jawa Barat.Seperti diketahui, KPK menyita tanah dan bangunan itu pada 31 Mei 2013. Diduga ada indikasi penyamaran, perubahan bentuk, pengatas namaan orang lain terkait korupsi yang dilakukan Luthfi Hasan.</content:encoded></item></channel></rss>
