<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dahlan Iskan: Ijazah Bukan Tolak Ukur Raih Sukses</title><description>Ijazah dinilai bukan sebagai satu-satunya ukuran dalam meraih  kesuksesan. Kendati pendidikan penting sebagai sarana memperoleh  mobilitas vertikal. Namun, menjadi sebuah anggapa yang berlebihan jika  melalui pendidikan formal yang menelurkan ijazah membuat segala sesuatu  mudah diraih.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/07/08/373/833645/dahlan-iskan-ijazah-bukan-tolak-ukur-raih-sukses</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/07/08/373/833645/dahlan-iskan-ijazah-bukan-tolak-ukur-raih-sukses"/><item><title>Dahlan Iskan: Ijazah Bukan Tolak Ukur Raih Sukses</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/07/08/373/833645/dahlan-iskan-ijazah-bukan-tolak-ukur-raih-sukses</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/07/08/373/833645/dahlan-iskan-ijazah-bukan-tolak-ukur-raih-sukses</guid><pubDate>Senin 08 Juli 2013 16:09 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmad Faisal Harahap</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/07/08/373/833645/tWQpArFQ60.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Times Union)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/07/08/373/833645/tWQpArFQ60.jpg</image><title>(Foto: Times Union)</title></images><description>SEMARANG - Ijazah dinilai bukan sebagai satu-satunya ukuran dalam meraih kesuksesan. Kendati pendidikan penting sebagai sarana memperoleh mobilitas vertikal. Namun, menjadi sebuah anggapa yang berlebihan jika melalui pendidikan formal yang menelurkan ijazah membuat segala sesuatu mudah diraih.Hal tersebut disampaikan Menteri BUMN Dahlan Iskan, usai pemberian gelar Doktor Honoris Causa di Auditorium IAIN, Semarang, Jawa Tengah, Senin (8/9/2013).Menurut Dahlan, jika seseorang telah memperoleh ijazah, maka secara struktural dan normatif, yang bersangkutan telah diakui sebagai orang yang memiliki pengetahuan dan bahkan keahlian sesuai dengan bidang kajiannya.&quot;Ijazah saja ternyata tidak cukup untuk mengantarkan kepada kesuksesan,&quot; ujarnya singkat.Dahlan pun membalikkan konsepsi bahwa ijazah bukan segala-galanya. Akan tetapi, usaha dan kerja keras yang dipandu oleh kemampuan bekerja secara visioner, ternyata dapat mengantarkan untuk meraih kesuksesan.&quot;Bagi saya ijazah dan gelar itu tidak penting, yang penting itu kerja. Saya sering mendapat tawaran, tapi dulu-dulu memang tidak pernah bersedia, tapi ini tidak tahu tiba-tiba karena didesak dari sini (IAIN) jadi ya sudahlah,&quot; tutup mantan dirut PLN tersebut.</description><content:encoded>SEMARANG - Ijazah dinilai bukan sebagai satu-satunya ukuran dalam meraih kesuksesan. Kendati pendidikan penting sebagai sarana memperoleh mobilitas vertikal. Namun, menjadi sebuah anggapa yang berlebihan jika melalui pendidikan formal yang menelurkan ijazah membuat segala sesuatu mudah diraih.Hal tersebut disampaikan Menteri BUMN Dahlan Iskan, usai pemberian gelar Doktor Honoris Causa di Auditorium IAIN, Semarang, Jawa Tengah, Senin (8/9/2013).Menurut Dahlan, jika seseorang telah memperoleh ijazah, maka secara struktural dan normatif, yang bersangkutan telah diakui sebagai orang yang memiliki pengetahuan dan bahkan keahlian sesuai dengan bidang kajiannya.&quot;Ijazah saja ternyata tidak cukup untuk mengantarkan kepada kesuksesan,&quot; ujarnya singkat.Dahlan pun membalikkan konsepsi bahwa ijazah bukan segala-galanya. Akan tetapi, usaha dan kerja keras yang dipandu oleh kemampuan bekerja secara visioner, ternyata dapat mengantarkan untuk meraih kesuksesan.&quot;Bagi saya ijazah dan gelar itu tidak penting, yang penting itu kerja. Saya sering mendapat tawaran, tapi dulu-dulu memang tidak pernah bersedia, tapi ini tidak tahu tiba-tiba karena didesak dari sini (IAIN) jadi ya sudahlah,&quot; tutup mantan dirut PLN tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
