<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diduga Hasil Hubungan Gelap, Bayi Mungil Dibuang ke Sawah</title><description>Rumah Siswanto, warga Desa Jabug Sisir, Kecamatan Paiton, Kabupaten  Probolinggo ramai didatangi tetangga  setelah mendegar kabar dirinya  telah menemukan sesosok bayi di tengah sawah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/07/12/521/835747/diduga-hasil-hubungan-gelap-bayi-mungil-dibuang-ke-sawah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/07/12/521/835747/diduga-hasil-hubungan-gelap-bayi-mungil-dibuang-ke-sawah"/><item><title>Diduga Hasil Hubungan Gelap, Bayi Mungil Dibuang ke Sawah</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/07/12/521/835747/diduga-hasil-hubungan-gelap-bayi-mungil-dibuang-ke-sawah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/07/12/521/835747/diduga-hasil-hubungan-gelap-bayi-mungil-dibuang-ke-sawah</guid><pubDate>Jum'at 12 Juli 2013 06:47 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Purwadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/07/12/521/835747/ogDd2SHNDe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/07/12/521/835747/ogDd2SHNDe.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>PROBOLINGGO - Rumah Siswanto, warga Desa Jabug Sisir, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo ramai didatangi tetangga  setelah mendegar kabar dirinya telah menemukan sesosok bayi di tengah sawah.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Bayi mungil, di perkirakan umur sehari ini ditemukan di pembatas sawahnya pada Kamis 7 Juli pagi, dalam kondisi tertelungkup dan kedinginan karena tanpa ada penutup sehelai kain di tubunya.
&amp;nbsp;
Selanjutnya tanpa pikir panjang dan demi keselamatan nyawa bayi malang ini, Siswanto langsung mengambilnya dan membawa pulang kerumahnya.
&amp;nbsp;
Selanjutnya, bayi berjenis kelamin perempuan dengan berat badan  3 Kilogram dan panjang 47 sentimeter dibersihkan dari kotoran darah kemudian di beri selimut agar hangat. &amp;ldquo;Ditemukan di sawah tertelungkup  dengan ari-ari masih menempel&amp;rdquo; jelas Siswanto.
&amp;nbsp;
Bayi malang ini kondisinya berangsur membaik, bahkan sudah mau minum susu. Warga, menduga bayi malang ini sengaja di buang oleh ibu atu orang tuanya untuk menututupi aibnya.
&amp;nbsp;
Diduga yang membuang bayi ini bukan warga desa setempat karena Siswanto dan warga tidak melihat atau menemukan wanita hamil  tua di desanya.
&amp;nbsp;
Selanjutnya, Siswanto akan memelihara bayi tersebut dan akan memberikan nama cahaya Ramadan agar kelak bila dewasa akan selalu berbakti pada orang tua dan bermanfaat bagi desa dan negara.</description><content:encoded>PROBOLINGGO - Rumah Siswanto, warga Desa Jabug Sisir, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo ramai didatangi tetangga  setelah mendegar kabar dirinya telah menemukan sesosok bayi di tengah sawah.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Bayi mungil, di perkirakan umur sehari ini ditemukan di pembatas sawahnya pada Kamis 7 Juli pagi, dalam kondisi tertelungkup dan kedinginan karena tanpa ada penutup sehelai kain di tubunya.
&amp;nbsp;
Selanjutnya tanpa pikir panjang dan demi keselamatan nyawa bayi malang ini, Siswanto langsung mengambilnya dan membawa pulang kerumahnya.
&amp;nbsp;
Selanjutnya, bayi berjenis kelamin perempuan dengan berat badan  3 Kilogram dan panjang 47 sentimeter dibersihkan dari kotoran darah kemudian di beri selimut agar hangat. &amp;ldquo;Ditemukan di sawah tertelungkup  dengan ari-ari masih menempel&amp;rdquo; jelas Siswanto.
&amp;nbsp;
Bayi malang ini kondisinya berangsur membaik, bahkan sudah mau minum susu. Warga, menduga bayi malang ini sengaja di buang oleh ibu atu orang tuanya untuk menututupi aibnya.
&amp;nbsp;
Diduga yang membuang bayi ini bukan warga desa setempat karena Siswanto dan warga tidak melihat atau menemukan wanita hamil  tua di desanya.
&amp;nbsp;
Selanjutnya, Siswanto akan memelihara bayi tersebut dan akan memberikan nama cahaya Ramadan agar kelak bila dewasa akan selalu berbakti pada orang tua dan bermanfaat bagi desa dan negara.</content:encoded></item></channel></rss>
