<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ramadan dan &quot;Rumah Dome&quot;</title><description>DI Dusun Sengir, Prambanan, Sleman ada kompleks pemukiman warga yang  unik. Dikatakan unik karena rumah-rumah yang ada di daerah tersebut  berbeda dengan rumah pada umumnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/07/14/367/836666/ramadan-dan-rumah-dome</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/07/14/367/836666/ramadan-dan-rumah-dome"/><item><title>Ramadan dan &quot;Rumah Dome&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/07/14/367/836666/ramadan-dan-rumah-dome</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/07/14/367/836666/ramadan-dan-rumah-dome</guid><pubDate>Minggu 14 Juli 2013 12:38 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/07/14/367/836666/8jO24EFs3k.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Samsul Zakaria. (Foto: dokumentasi pribadi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/07/14/367/836666/8jO24EFs3k.jpg</image><title>Samsul Zakaria. (Foto: dokumentasi pribadi)</title></images><description>DI Dusun Sengir, Prambanan, Sleman ada kompleks pemukiman warga yang unik. Dikatakan unik karena rumah-rumah yang ada di daerah tersebut berbeda dengan rumah pada umumnya. Penduduk yang berada di sekitar kompleks tersebut lebih nyaman untuk menyebutnya sebagai 'Rumah Teletubbies'. Sementara itu, nama resmi rumah tersebut adalah 'Dome' atau 'Rumah Dome'.Dome adalah bagian dari kosakata bahasa Inggris yang artinya kubah. Rumah Dome, kalau begitu, adalah rumah yang bentuk atapnya seperti kubah. Simpelnya, rumah model ini tidak memiliki atap berwujud genteng atau asbes. Pasalnya, dari mulai dinding sampai atas adalah cor-coran. Rumah Dome diberi polesan warna putih secara dominan. Rumah Dome sengaja dibangun sebagai rumah yang tahan terhadap gempa.Rumah Dome mulai dibangun setelah Dusun Sengir tersebut diluluhlantahkan oleh gempa, Mei 2006 lalu. Sebuah organisasi nonprofit yang menginisiasi pembangunan rumah ini. Saat ini, Rumah Dome bukan hanya menjadi kompleks pemukiman warga tetapi juga menjadi destinasi wisata. Nuansanya memberikan kesan yang berbeda dan boleh jadi menarik hati para pengunjung untuk datang kembali.Lalu apa sebenarnya kaitannya Ramadan dengan Rumah Dome? Setelah melalui renungan yang cukup, saya tergelitik untuk mengontekstualisasikan Rumah Dome dengan ibadah di bulan suci Ramadan ini. Bulan Ramadan adalah bulan di mana manusia menempa dirinya untuk lebih tahan uji, lebih mampu menghadapi cobaan kehidupan. Singkat kata, Ramadhan menjadi 'pesantren penempaan' bagi setiap muslim.Ramadan datang setiap tahunnya. Dikatakan bahwa barang siapa yang mengagungkan Ramadan karena iman dan mengharap keridhaan Allah akan diampuni dosanya yang telah lalu. Dalam konstelasi Rumah Dome, Ramadan adalah momen untuk membangun rumah personal' yang tahan terhadap 'gempa' kehidupan. Setelah Ramadan berlalu, keguncangan apapun yang datang tidak menjadi masalah yang berarti.Pembangunan Rumah Dome dilakukan setelah adanya gempa. &amp;lsquo;Rumah Personal&amp;rsquo; yang dibangun di bulan Ramadhan berangkat dari kekhilafan dan kesalahan yang terjadi pada bulan-bulan sebelumnya. Dalam konteks ini, Allah seolah berperan sebagai &amp;lsquo;organisasi nonprofit&amp;rsquo; yang memfasilitasi setiap muslim untuk mengonstuksi rumah personal yang tahan gempa kehidupan tersebut.Ramadan ini sekali lagi harus dimaksimalkan untuk membuat benteng terkuat guna menghadapi bulan-bulan selanjutnya. Idealnya, kesalahan yang pernah dilakukan sebelum Ramadhan tidak terulang lagi setelah Ramadhan tahun ini. Seperti Dusun Sengir yang insya Allah tidak akan terkena musibah gempa untuk kedua kalinya. Seandainya kesalahan itu hadir kembali, harapannya hanya dalam format yang lebih kecil.Sebagai seorang muslim saya pribadi memohon kepada Allah ta&amp;rsquo;ala supaya diberikan kekuatan untuk membangun &amp;lsquo;rumah personal&amp;rsquo; yang saya maksudkan. Teriring doa semoga sahabat pembaca diberikan kekuatan yang sama. Dengan begitu, tempaan Ramadan kali ini benar-benar membawa perubahan yang mendasar dan substantif. Begitu lah, Rumah Dome menginspirasi kita di bulan mulia, Ramadan kali ini.Samsul ZakariaMahasiswa Jurusan Hukum Islam Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)Penulis tinggal di Pesantren Mahasiswa (Pesma) Unggulan di Universitas yang sama.</description><content:encoded>DI Dusun Sengir, Prambanan, Sleman ada kompleks pemukiman warga yang unik. Dikatakan unik karena rumah-rumah yang ada di daerah tersebut berbeda dengan rumah pada umumnya. Penduduk yang berada di sekitar kompleks tersebut lebih nyaman untuk menyebutnya sebagai 'Rumah Teletubbies'. Sementara itu, nama resmi rumah tersebut adalah 'Dome' atau 'Rumah Dome'.Dome adalah bagian dari kosakata bahasa Inggris yang artinya kubah. Rumah Dome, kalau begitu, adalah rumah yang bentuk atapnya seperti kubah. Simpelnya, rumah model ini tidak memiliki atap berwujud genteng atau asbes. Pasalnya, dari mulai dinding sampai atas adalah cor-coran. Rumah Dome diberi polesan warna putih secara dominan. Rumah Dome sengaja dibangun sebagai rumah yang tahan terhadap gempa.Rumah Dome mulai dibangun setelah Dusun Sengir tersebut diluluhlantahkan oleh gempa, Mei 2006 lalu. Sebuah organisasi nonprofit yang menginisiasi pembangunan rumah ini. Saat ini, Rumah Dome bukan hanya menjadi kompleks pemukiman warga tetapi juga menjadi destinasi wisata. Nuansanya memberikan kesan yang berbeda dan boleh jadi menarik hati para pengunjung untuk datang kembali.Lalu apa sebenarnya kaitannya Ramadan dengan Rumah Dome? Setelah melalui renungan yang cukup, saya tergelitik untuk mengontekstualisasikan Rumah Dome dengan ibadah di bulan suci Ramadan ini. Bulan Ramadan adalah bulan di mana manusia menempa dirinya untuk lebih tahan uji, lebih mampu menghadapi cobaan kehidupan. Singkat kata, Ramadhan menjadi 'pesantren penempaan' bagi setiap muslim.Ramadan datang setiap tahunnya. Dikatakan bahwa barang siapa yang mengagungkan Ramadan karena iman dan mengharap keridhaan Allah akan diampuni dosanya yang telah lalu. Dalam konstelasi Rumah Dome, Ramadan adalah momen untuk membangun rumah personal' yang tahan terhadap 'gempa' kehidupan. Setelah Ramadan berlalu, keguncangan apapun yang datang tidak menjadi masalah yang berarti.Pembangunan Rumah Dome dilakukan setelah adanya gempa. &amp;lsquo;Rumah Personal&amp;rsquo; yang dibangun di bulan Ramadhan berangkat dari kekhilafan dan kesalahan yang terjadi pada bulan-bulan sebelumnya. Dalam konteks ini, Allah seolah berperan sebagai &amp;lsquo;organisasi nonprofit&amp;rsquo; yang memfasilitasi setiap muslim untuk mengonstuksi rumah personal yang tahan gempa kehidupan tersebut.Ramadan ini sekali lagi harus dimaksimalkan untuk membuat benteng terkuat guna menghadapi bulan-bulan selanjutnya. Idealnya, kesalahan yang pernah dilakukan sebelum Ramadhan tidak terulang lagi setelah Ramadhan tahun ini. Seperti Dusun Sengir yang insya Allah tidak akan terkena musibah gempa untuk kedua kalinya. Seandainya kesalahan itu hadir kembali, harapannya hanya dalam format yang lebih kecil.Sebagai seorang muslim saya pribadi memohon kepada Allah ta&amp;rsquo;ala supaya diberikan kekuatan untuk membangun &amp;lsquo;rumah personal&amp;rsquo; yang saya maksudkan. Teriring doa semoga sahabat pembaca diberikan kekuatan yang sama. Dengan begitu, tempaan Ramadan kali ini benar-benar membawa perubahan yang mendasar dan substantif. Begitu lah, Rumah Dome menginspirasi kita di bulan mulia, Ramadan kali ini.Samsul ZakariaMahasiswa Jurusan Hukum Islam Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)Penulis tinggal di Pesantren Mahasiswa (Pesma) Unggulan di Universitas yang sama.</content:encoded></item></channel></rss>
