<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kementerian Dalam Negeri Dituding Penerima Dana Asing Terbesar</title><description>Instansi negara, dalam hal ini kementerian dinilai sebagai salah satu penerima dana asing terbesar. Bahkan, dana yang bernilai miliaran rupiah itu tersalur pada 15 kementerian.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/07/15/339/836844/kementerian-dalam-negeri-dituding-penerima-dana-asing-terbesar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/07/15/339/836844/kementerian-dalam-negeri-dituding-penerima-dana-asing-terbesar"/><item><title>Kementerian Dalam Negeri Dituding Penerima Dana Asing Terbesar</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/07/15/339/836844/kementerian-dalam-negeri-dituding-penerima-dana-asing-terbesar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/07/15/339/836844/kementerian-dalam-negeri-dituding-penerima-dana-asing-terbesar</guid><pubDate>Senin 15 Juli 2013 06:08 WIB</pubDate><dc:creator>Isnaini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/07/15/339/836844/GiiVXqBGpL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Suasana diskusi Siapa Pro Asing: Negara atau Ormas? (Foto: Isnaini/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/07/15/339/836844/GiiVXqBGpL.jpg</image><title>Suasana diskusi Siapa Pro Asing: Negara atau Ormas? (Foto: Isnaini/Okezone)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;- Instansi negara, dalam hal ini kementerian dinilai sebagai salah satu penerima dana asing terbesar. Bahkan, dana yang bernilai miliaran rupiah itu tersalur pada 15 kementerian.&amp;nbsp;Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) mencatat, Kementerian Dalam Negeri mepupakan penerima hibah dan pinjaman dari luar negeri terbesar dengan angka mencapai USD11 juta atau sekira Rp110 miliar.&quot;Di posisi kedua pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mencapai lebih dari USD9 juta. Kemudian Kementerian Agama senilai lebih dari USD6 juta,&quot; kata aktivis FITRA, Uchok Sky Khadafi, dalam diskusi bertema 'Siapa Pro Asing: Negara atau Ormas?' di Dapur Selera, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu 14 Juli.Dikatakan Uchok, Kementerian Sosial keluar sebagai juara keempat penerima dana asing terbesar dengan nilai dana USD6.196.586.&quot;Kementerian Lingkungan Hidup sebesar sekira USD5 juta,&quot; ungkapnya.Dijelaskan Uchok, pada 2012 tercatat ada 3.416 dana hibah yang diterima kementerian senilai Rp146,955. Namun pada audit BPK ditemukan dana hibah pada kementerian Rp482.330.568.134. Terjadi selisih sebesar Rp335.375.568.134.&quot;Bila melihat perkembangan pinjaman dan hibah pada 2012, Kementerian Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang sudah ada perbedaan dan penyerapan penandatanganan dana hibah,&quot; lanjutnya.Celakanya, lanjutnya, kementerian yang menerima hibah pun tidak kooperatif dengan Kemenkeu dan BPK. Mereka cenderung tidak melaporkan berapa jumlah hibah yang diterima.&quot;BPK tidak menemukan saldo sebenarnya, karena kementerian tidak melaporkan. Pemerintah pun tidak memberikan sanksi yang tegas terhadap kementerian tersebut. BPK tidak menemukan adanya penyimpangan yang ada itu kesalahan administrasi,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;- Instansi negara, dalam hal ini kementerian dinilai sebagai salah satu penerima dana asing terbesar. Bahkan, dana yang bernilai miliaran rupiah itu tersalur pada 15 kementerian.&amp;nbsp;Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) mencatat, Kementerian Dalam Negeri mepupakan penerima hibah dan pinjaman dari luar negeri terbesar dengan angka mencapai USD11 juta atau sekira Rp110 miliar.&quot;Di posisi kedua pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mencapai lebih dari USD9 juta. Kemudian Kementerian Agama senilai lebih dari USD6 juta,&quot; kata aktivis FITRA, Uchok Sky Khadafi, dalam diskusi bertema 'Siapa Pro Asing: Negara atau Ormas?' di Dapur Selera, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu 14 Juli.Dikatakan Uchok, Kementerian Sosial keluar sebagai juara keempat penerima dana asing terbesar dengan nilai dana USD6.196.586.&quot;Kementerian Lingkungan Hidup sebesar sekira USD5 juta,&quot; ungkapnya.Dijelaskan Uchok, pada 2012 tercatat ada 3.416 dana hibah yang diterima kementerian senilai Rp146,955. Namun pada audit BPK ditemukan dana hibah pada kementerian Rp482.330.568.134. Terjadi selisih sebesar Rp335.375.568.134.&quot;Bila melihat perkembangan pinjaman dan hibah pada 2012, Kementerian Keuangan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang sudah ada perbedaan dan penyerapan penandatanganan dana hibah,&quot; lanjutnya.Celakanya, lanjutnya, kementerian yang menerima hibah pun tidak kooperatif dengan Kemenkeu dan BPK. Mereka cenderung tidak melaporkan berapa jumlah hibah yang diterima.&quot;BPK tidak menemukan saldo sebenarnya, karena kementerian tidak melaporkan. Pemerintah pun tidak memberikan sanksi yang tegas terhadap kementerian tersebut. BPK tidak menemukan adanya penyimpangan yang ada itu kesalahan administrasi,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
