<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>MOS Cukup Kepang Dua &amp; Pakai Name Tag Minion</title><description>Jika siswa baru SMAN 28 Jakarta cukup mengenakan seragam SMP  ketika MOS, pemandangan berbeda tampak di SMA  Asisi, Jakarta. Selain berseragam SMA, mereka harus mengenakan name tag berbentuk ikon kartun Minion.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/07/16/560/837866/mos-cukup-kepang-dua-pakai-name-tag-minion</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/07/16/560/837866/mos-cukup-kepang-dua-pakai-name-tag-minion"/><item><title>MOS Cukup Kepang Dua &amp; Pakai Name Tag Minion</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/07/16/560/837866/mos-cukup-kepang-dua-pakai-name-tag-minion</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/07/16/560/837866/mos-cukup-kepang-dua-pakai-name-tag-minion</guid><pubDate>Selasa 16 Juli 2013 17:09 WIB</pubDate><dc:creator>Margaret Puspitarini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/07/16/560/837866/pm1nwnTP1u.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi : ist.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/07/16/560/837866/pm1nwnTP1u.jpg</image><title>Ilustrasi : ist.</title></images><description>JAKARTA - Jika siswa baru SMAN 28 Jakarta cukup mengenakan seragam SMP  ketika Masa Orientasi Siswa (MOS), pemandangan berbeda tampak di SMA  Asisi, Jakarta. Selain berseragam SMA, mereka harus mengenakan name tag berbentuk ikon film kartun Minion.  Demikian disampaikan salah seorang siswa baru SMA Asisi, Jakarta,  Nathaniel Christansen. &quot;Kami disuruh pakai baju SMP sekolah asal  ditambah atribut seperti name tag dari karton berbentuk gambar minion  yang ada di film Despicable,&quot; ujar Nathan kepada Okezone, Selasa  (16/7/2013).  Layaknya sebuah &quot;masa perploncoan,&quot; Nathan tidak menampik jika ada  senior yang memarahi para anak baru. Namun, dia mengaku jika hal  tersebut timbul akibat kesalahan yang dilakukan oleh anak baru itu.  &quot;Diomelin sedikit tapi tidak sampai dibully. Itu pun diomelin karena  kesalahan kami yang&amp;nbsp; tidak menaati peraturan, seperti mencopot atribut,  dan sebagainya,&quot; jelasnya.  Selama tiga hari, kata Nathan, dia dan teman-temannya diminta untuk  membawa bekal makanan yang aneh. Selain itu, di hari kedua pelaksanaan  MOS, mereka mendapatkan pelatihan baris-berbaris sekaligus seleksi untuk  pasukan pengibar bendera (paskibra) SMA Asisi.   &quot;Isi MOS banyak. Kemarin kami menyanyikan lagu mars asisi di lapangan.  Lalu selama tiga hari ini, kami disuruh bawa bekal yang aneh-aneh. Hari  ini, kami diuji untuk bisa masuk ke paskibra SMA Asisi,&quot; tutur Nathan.  Selain SMA Asisi, pemandangan unik juga terdapat saat pelaksanaan MOS di  SMAN 38, Jakarta Selatan. Salah seorang siswa kelas XIII SMAN 38, Novi  Tri Jayanti menyebut, pelaksanaan MOS kali ini di sekolahnya tidak  mengharuskan atribut yang aneh.  &quot;MOS di SMAN 38 enggak aneh-aneh. Untuk murid perempuan hanya perlu  dikepang dua dan diikat dengan pita sesuai nametag kelas. Kalau yang  pakai kerudung, pitanya di pasang sebelah kanan dan kiri. Untuk yang  cowok enggak disuruh pakai atribut apapun,&quot; ungkap Novi.</description><content:encoded>JAKARTA - Jika siswa baru SMAN 28 Jakarta cukup mengenakan seragam SMP  ketika Masa Orientasi Siswa (MOS), pemandangan berbeda tampak di SMA  Asisi, Jakarta. Selain berseragam SMA, mereka harus mengenakan name tag berbentuk ikon film kartun Minion.  Demikian disampaikan salah seorang siswa baru SMA Asisi, Jakarta,  Nathaniel Christansen. &quot;Kami disuruh pakai baju SMP sekolah asal  ditambah atribut seperti name tag dari karton berbentuk gambar minion  yang ada di film Despicable,&quot; ujar Nathan kepada Okezone, Selasa  (16/7/2013).  Layaknya sebuah &quot;masa perploncoan,&quot; Nathan tidak menampik jika ada  senior yang memarahi para anak baru. Namun, dia mengaku jika hal  tersebut timbul akibat kesalahan yang dilakukan oleh anak baru itu.  &quot;Diomelin sedikit tapi tidak sampai dibully. Itu pun diomelin karena  kesalahan kami yang&amp;nbsp; tidak menaati peraturan, seperti mencopot atribut,  dan sebagainya,&quot; jelasnya.  Selama tiga hari, kata Nathan, dia dan teman-temannya diminta untuk  membawa bekal makanan yang aneh. Selain itu, di hari kedua pelaksanaan  MOS, mereka mendapatkan pelatihan baris-berbaris sekaligus seleksi untuk  pasukan pengibar bendera (paskibra) SMA Asisi.   &quot;Isi MOS banyak. Kemarin kami menyanyikan lagu mars asisi di lapangan.  Lalu selama tiga hari ini, kami disuruh bawa bekal yang aneh-aneh. Hari  ini, kami diuji untuk bisa masuk ke paskibra SMA Asisi,&quot; tutur Nathan.  Selain SMA Asisi, pemandangan unik juga terdapat saat pelaksanaan MOS di  SMAN 38, Jakarta Selatan. Salah seorang siswa kelas XIII SMAN 38, Novi  Tri Jayanti menyebut, pelaksanaan MOS kali ini di sekolahnya tidak  mengharuskan atribut yang aneh.  &quot;MOS di SMAN 38 enggak aneh-aneh. Untuk murid perempuan hanya perlu  dikepang dua dan diikat dengan pita sesuai nametag kelas. Kalau yang  pakai kerudung, pitanya di pasang sebelah kanan dan kiri. Untuk yang  cowok enggak disuruh pakai atribut apapun,&quot; ungkap Novi.</content:encoded></item></channel></rss>
