<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Bisa Dilihat, PKS Nggak Diundang Rapat</title><description>Apa kabar nasib PKS dalam koalisi sekretariat gabungan (Setgab)? PKS  sendiri disebut-sebut sudah tidak lagi menjadi anggota Setgab lantaran  sikapnya yang menolak kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/07/19/339/839456/bisa-dilihat-pks-nggak-diundang-rapat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/07/19/339/839456/bisa-dilihat-pks-nggak-diundang-rapat"/><item><title> Bisa Dilihat, PKS Nggak Diundang Rapat</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/07/19/339/839456/bisa-dilihat-pks-nggak-diundang-rapat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/07/19/339/839456/bisa-dilihat-pks-nggak-diundang-rapat</guid><pubDate>Jum'at 19 Juli 2013 13:17 WIB</pubDate><dc:creator>Bagus Santosa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/07/19/339/839456/XoVqsDuqWt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/07/19/339/839456/XoVqsDuqWt.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Apa kabar nasib PKS dalam koalisi sekretariat gabungan (Setgab)? PKS sendiri disebut-sebut sudah tidak lagi menjadi anggota Setgab lantaran sikapnya yang menolak kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu.Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua mengatakan, meski belum ada keputusan tetap, hingga saat ini wujud PKS di koalisi sudah tidak diperhitungkan. Hal itu bisa dilihat dalam setiap rapat kabinet yang jarang menurutsertakan menteri PKS.&quot;Kan bisa dilihat, dalam rapat koalisi kan PKS masih nggak diundang,&quot; kata Max saat dihubungi wartawan, DPR, Jakarta, Jumat (19/7/2013).Meski jarang diundang rapat kabinet, namun nyatanya, nasib PKS di koalisi Setgab masih belum punya keputusan, apakah tetap di koalisi atau tidak. Menurutnya, hal itu tidak menjadi masalah karena itu dikembalikan hak politik PKS.&quot;Jadi ibaratnya kalau ngurus rumah bareng-bareng, kalau nggak mau, ente nggak keluar nggak apa-apa. Itu hak politik,&quot; katanya.Melihat sikap politik PKS ini pula, lanjut Max, itu yang membuat anggota koalisi lain risih. Sebab, pada dasarnya, ada aturan yang sudah ditetapkan bersama dalam menjalankan tugas koalisi Setgab.&quot;Tapi kan (koalisi) itu didasari komitmen politik dan itu yang disayangkan anggota koalisi lainnya,&quot; paparnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Apa kabar nasib PKS dalam koalisi sekretariat gabungan (Setgab)? PKS sendiri disebut-sebut sudah tidak lagi menjadi anggota Setgab lantaran sikapnya yang menolak kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu.Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua mengatakan, meski belum ada keputusan tetap, hingga saat ini wujud PKS di koalisi sudah tidak diperhitungkan. Hal itu bisa dilihat dalam setiap rapat kabinet yang jarang menurutsertakan menteri PKS.&quot;Kan bisa dilihat, dalam rapat koalisi kan PKS masih nggak diundang,&quot; kata Max saat dihubungi wartawan, DPR, Jakarta, Jumat (19/7/2013).Meski jarang diundang rapat kabinet, namun nyatanya, nasib PKS di koalisi Setgab masih belum punya keputusan, apakah tetap di koalisi atau tidak. Menurutnya, hal itu tidak menjadi masalah karena itu dikembalikan hak politik PKS.&quot;Jadi ibaratnya kalau ngurus rumah bareng-bareng, kalau nggak mau, ente nggak keluar nggak apa-apa. Itu hak politik,&quot; katanya.Melihat sikap politik PKS ini pula, lanjut Max, itu yang membuat anggota koalisi lain risih. Sebab, pada dasarnya, ada aturan yang sudah ditetapkan bersama dalam menjalankan tugas koalisi Setgab.&quot;Tapi kan (koalisi) itu didasari komitmen politik dan itu yang disayangkan anggota koalisi lainnya,&quot; paparnya.</content:encoded></item></channel></rss>
