<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PKS &amp; SBY, Ibarat Suami-Istri Tak Harmonis yang Enggan Bercerai</title><description>Pengamat  politik dari Universitas Negeri Islam (UIN) Syarif  Hidayatullah, Gun Gun  Heryanto, mengatakan posisi PKS dan SBY seperti  hubungan yang sangat semu atau hanya  formalitas semata.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/07/20/339/839873/pks-sby-ibarat-suami-istri-tak-harmonis-yang-enggan-bercerai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/07/20/339/839873/pks-sby-ibarat-suami-istri-tak-harmonis-yang-enggan-bercerai"/><item><title>PKS &amp; SBY, Ibarat Suami-Istri Tak Harmonis yang Enggan Bercerai</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/07/20/339/839873/pks-sby-ibarat-suami-istri-tak-harmonis-yang-enggan-bercerai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/07/20/339/839873/pks-sby-ibarat-suami-istri-tak-harmonis-yang-enggan-bercerai</guid><pubDate>Sabtu 20 Juli 2013 08:30 WIB</pubDate><dc:creator>Fiddy Anggriawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/07/20/339/839873/e5te64dZHk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/07/20/339/839873/e5te64dZHk.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Nasib Partai Keadilan Sejahtera hingga kini masih  menggantung di dalam koalisi sekretariat gabungan (Setgab). Sebab, belum ada keputusan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) belum juga untuk  mendepak atau mempertahankan PKS dari kolisi.Pengamat  politik dari Universitas Negeri Islam (UIN) Syarif Hidayatullah, Gun Gun  Heryanto, mengatakan posisi PKS dan SBY seperti hubungan yang sangat semu atau hanya  formalitas semata. &quot;Mereka hanya mempertahankan eksisensi masing-masing,  tidak lebih guna mempertahankan posisi kedua pihak di 2014. Jadi, bukan dalam  konteks koalisi sesungguhnya, yaitu menjaga efisiensi jalannya sebuah  pemerintahan,&quot; ungkap Gun Gun saat dihubungi Okezone, Sabtu  (20/7/2013).Gun Gun menegaskan, alasan SBY tidak mendepak PKS dari  koalisi karena Ketua Umum Partai Demokrat ini yakin kalau PKS keluar, maka  Golkar akan lebih kuat dan dominan di koalisi setgab.Sementara itu, PKS  sangat paham dengan peta pemikiran SBY dan sengaja membiarkan kondisi ini terus  berjalan. &quot;Dia menunggu momentum dikeluarkan agar bisa dikapitalisasi untuk  mencari dukungan masyarakat, karena dianggap sudah dizalimi pemerintah,&quot; sambung  Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute itu.&quot;Posisi ini  seperti suami-isteri yang sudah tak harmonis, namum mereka tidak bercerai karena  mempertahankan kepentingan praktis. Misalnya, soal pencitraan dan menjaga posisi  politik mereka agar tetap aman. Jangan berharap akan terjadinya koalisi  sungguhan antara PKS dan SBY. Ini hanya koalisi bohongan sampai 2014,&quot; lanjutnya.Dia menambahkan, PKS tidak takut didepak dari koalisi. Bahkan,  tiga menterinya siap jika SBY mengambil langkah untuk memecat ketiganya, yakni  Mentri Pertanian Siswono, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring  dan Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufrie.&quot;PKS tak masalah kalau tiga  menterinya dipecat, karena masa tugas mereka juga tinggal satu tahun. Namun,  jika tidak dipecat PKS sadar masih memiliki keuntungan dari segi ekonomi, yaitu  mencari modal pemilu lewat kementerian, tiga menteri ini cukup lumayan lah,&quot;  pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Nasib Partai Keadilan Sejahtera hingga kini masih  menggantung di dalam koalisi sekretariat gabungan (Setgab). Sebab, belum ada keputusan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) belum juga untuk  mendepak atau mempertahankan PKS dari kolisi.Pengamat  politik dari Universitas Negeri Islam (UIN) Syarif Hidayatullah, Gun Gun  Heryanto, mengatakan posisi PKS dan SBY seperti hubungan yang sangat semu atau hanya  formalitas semata. &quot;Mereka hanya mempertahankan eksisensi masing-masing,  tidak lebih guna mempertahankan posisi kedua pihak di 2014. Jadi, bukan dalam  konteks koalisi sesungguhnya, yaitu menjaga efisiensi jalannya sebuah  pemerintahan,&quot; ungkap Gun Gun saat dihubungi Okezone, Sabtu  (20/7/2013).Gun Gun menegaskan, alasan SBY tidak mendepak PKS dari  koalisi karena Ketua Umum Partai Demokrat ini yakin kalau PKS keluar, maka  Golkar akan lebih kuat dan dominan di koalisi setgab.Sementara itu, PKS  sangat paham dengan peta pemikiran SBY dan sengaja membiarkan kondisi ini terus  berjalan. &quot;Dia menunggu momentum dikeluarkan agar bisa dikapitalisasi untuk  mencari dukungan masyarakat, karena dianggap sudah dizalimi pemerintah,&quot; sambung  Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute itu.&quot;Posisi ini  seperti suami-isteri yang sudah tak harmonis, namum mereka tidak bercerai karena  mempertahankan kepentingan praktis. Misalnya, soal pencitraan dan menjaga posisi  politik mereka agar tetap aman. Jangan berharap akan terjadinya koalisi  sungguhan antara PKS dan SBY. Ini hanya koalisi bohongan sampai 2014,&quot; lanjutnya.Dia menambahkan, PKS tidak takut didepak dari koalisi. Bahkan,  tiga menterinya siap jika SBY mengambil langkah untuk memecat ketiganya, yakni  Mentri Pertanian Siswono, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring  dan Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufrie.&quot;PKS tak masalah kalau tiga  menterinya dipecat, karena masa tugas mereka juga tinggal satu tahun. Namun,  jika tidak dipecat PKS sadar masih memiliki keuntungan dari segi ekonomi, yaitu  mencari modal pemilu lewat kementerian, tiga menteri ini cukup lumayan lah,&quot;  pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
