<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TNI Tembak Mati 2 Anggota Gerakan Pengacau Keamanan di Papua </title><description>Keduanya  terlibat kontak senjata dengan personel TNI Yonif 753/AVT dan Kodim 1741/PJ pada  Jumat, 19 Juli 2013.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/07/20/340/839889/tni-tembak-mati-2-anggota-gerakan-pengacau-keamanan-di-papua</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/07/20/340/839889/tni-tembak-mati-2-anggota-gerakan-pengacau-keamanan-di-papua"/><item><title>TNI Tembak Mati 2 Anggota Gerakan Pengacau Keamanan di Papua </title><link>https://news.okezone.com/read/2013/07/20/340/839889/tni-tembak-mati-2-anggota-gerakan-pengacau-keamanan-di-papua</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/07/20/340/839889/tni-tembak-mati-2-anggota-gerakan-pengacau-keamanan-di-papua</guid><pubDate>Sabtu 20 Juli 2013 10:51 WIB</pubDate><dc:creator>Nurlia Tuasalamonny </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/07/20/340/839889/2dL8wmvTtS.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/07/20/340/839889/2dL8wmvTtS.jpg</image><title></title></images><description>JAYAPURA - Dua anggota Gerakan Pengacau  Keamanan (GPK) di Kabupaten Puncak Jaya, Papua, tewas tertembak. Keduanya  terlibat kontak senjata dengan personel TNI Yonif 753/AVT dan Kodim 1741/PJ pada  Jumat, 19 Juli 2013.
&amp;nbsp;
Informasi yang diterima  Okezone, kontak senjata terjadi akibat upaya GPK masuk ke Kota Mulia,  Kabupaten Puncak Jaya, dengan cara menyamar sebagai masyarakat setempat dan  berupaya menyerang pos TNI di wilayah sekitar.
&amp;nbsp;
Sempat terjadi kontak senjata antara  puluhan anggota GPK dan personel TNI. Namun, GPK berhasil disapu mundur dan  kemudian melarikan diri ke arah hutan di wilayah sekitar. Satu pucuk senjata  Revolver Caliber 38 Taurus Made in Brazil Nomor XK 256009 berikut delapan  amunisi berhasil disita anggota TNI.
&amp;nbsp;
Kontak senjata antara TNI dan GPK  dilaporkan terjadi di Kampung Karobate, Distrik Mulia, sekira pukul 16.25 WIT.  Sebelum terjadi kontak senjata, sekira pukul 15.00 WIT, personel TNI gabungan  mendapat informasi dari masyarakat sekitar adanya kelompok GPK berkeliaran  dengan membawa sejata menyisir wilayah itu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dari situlah patroli gabungan  melakukan penggeledahan di sebuah honai di samping gereja di Kampung Karobate.  Lalu pada pukul 16.00 WIT, GPK mencoba melakukan tembakan hingga akhirnya baku  tembak terjadi,&quot; terang salah seorang saksi di Kota Mulia yang enggan  menyebutkan nama.
&amp;nbsp;
Tak lama kemudian, di salah satu  sungai yang terdapat di Kampung Karobate, ditemukan dua orang dalam keadaan  tewas. Salah satunya mengantongi satu pucuk sejata jenis revolver. Kedua jenazah  telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Mulia.
&amp;nbsp;
Pangdam XVII Cenderawasih, Christian  Zebua, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya insiden tersebut. &quot;Betul, sore  kemarin ada kontak senjata antara anggota kami dengan Gerakan Pengacau Keamanan,  saya menyebutnya GPK,&quot; ungkapnya, Sabtu (20/7/2013).
&amp;nbsp;
Menurut Pangdam, tewasnya kedua  anggota GPK itu karena coba menyerang pos TNI yang ada di lokasi kejadian.  Sehingga parajurit melakukan tembakan balasan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Jadi memang mereka masuk ke wilayah  kota sudah kami tahu. Namun, kami tidak mau bertindak gegabah, cukup antisipasi.  Akan tetapi, tiba-tiba mereka mencoba menembak anak buah saya, dan jelas anak  buah harus melakukan tembakan balasan,&amp;rdquo; tegasnya.</description><content:encoded>JAYAPURA - Dua anggota Gerakan Pengacau  Keamanan (GPK) di Kabupaten Puncak Jaya, Papua, tewas tertembak. Keduanya  terlibat kontak senjata dengan personel TNI Yonif 753/AVT dan Kodim 1741/PJ pada  Jumat, 19 Juli 2013.
&amp;nbsp;
Informasi yang diterima  Okezone, kontak senjata terjadi akibat upaya GPK masuk ke Kota Mulia,  Kabupaten Puncak Jaya, dengan cara menyamar sebagai masyarakat setempat dan  berupaya menyerang pos TNI di wilayah sekitar.
&amp;nbsp;
Sempat terjadi kontak senjata antara  puluhan anggota GPK dan personel TNI. Namun, GPK berhasil disapu mundur dan  kemudian melarikan diri ke arah hutan di wilayah sekitar. Satu pucuk senjata  Revolver Caliber 38 Taurus Made in Brazil Nomor XK 256009 berikut delapan  amunisi berhasil disita anggota TNI.
&amp;nbsp;
Kontak senjata antara TNI dan GPK  dilaporkan terjadi di Kampung Karobate, Distrik Mulia, sekira pukul 16.25 WIT.  Sebelum terjadi kontak senjata, sekira pukul 15.00 WIT, personel TNI gabungan  mendapat informasi dari masyarakat sekitar adanya kelompok GPK berkeliaran  dengan membawa sejata menyisir wilayah itu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dari situlah patroli gabungan  melakukan penggeledahan di sebuah honai di samping gereja di Kampung Karobate.  Lalu pada pukul 16.00 WIT, GPK mencoba melakukan tembakan hingga akhirnya baku  tembak terjadi,&quot; terang salah seorang saksi di Kota Mulia yang enggan  menyebutkan nama.
&amp;nbsp;
Tak lama kemudian, di salah satu  sungai yang terdapat di Kampung Karobate, ditemukan dua orang dalam keadaan  tewas. Salah satunya mengantongi satu pucuk sejata jenis revolver. Kedua jenazah  telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Mulia.
&amp;nbsp;
Pangdam XVII Cenderawasih, Christian  Zebua, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya insiden tersebut. &quot;Betul, sore  kemarin ada kontak senjata antara anggota kami dengan Gerakan Pengacau Keamanan,  saya menyebutnya GPK,&quot; ungkapnya, Sabtu (20/7/2013).
&amp;nbsp;
Menurut Pangdam, tewasnya kedua  anggota GPK itu karena coba menyerang pos TNI yang ada di lokasi kejadian.  Sehingga parajurit melakukan tembakan balasan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Jadi memang mereka masuk ke wilayah  kota sudah kami tahu. Namun, kami tidak mau bertindak gegabah, cukup antisipasi.  Akan tetapi, tiba-tiba mereka mencoba menembak anak buah saya, dan jelas anak  buah harus melakukan tembakan balasan,&amp;rdquo; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
