<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Pemuda &amp; Mahasiswa Acuh pada Persoalan Bangsa&quot;</title><description>Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Effendi Simbolon  menilai, peran pemuda dan mahasiswa akhir-akhir ini tidak terlalu tampak  dalam komunitasnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/07/23/339/840920/pemuda-mahasiswa-acuh-pada-persoalan-bangsa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/07/23/339/840920/pemuda-mahasiswa-acuh-pada-persoalan-bangsa"/><item><title>&quot;Pemuda &amp; Mahasiswa Acuh pada Persoalan Bangsa&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/07/23/339/840920/pemuda-mahasiswa-acuh-pada-persoalan-bangsa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/07/23/339/840920/pemuda-mahasiswa-acuh-pada-persoalan-bangsa</guid><pubDate>Selasa 23 Juli 2013 00:09 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/07/23/339/840920/QtjiolahgS.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/07/23/339/840920/QtjiolahgS.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Effendi Simbolon menilai, peran pemuda dan mahasiswa akhir-akhir ini tidak terlalu tampak dalam komunitasnya.&quot;Mahasiswa sekarang sedang mempunyai masalah internal berkutat pada persoalan kurikulum yang menjadikan waktunya habis terbuang untuk mengontrol penyelenggaraan negara,&quot; kata Efendi saat diskusi publik dan buka puasa bersama&amp;nbsp; BEM Se-Jakarta di Universitas Jayabaya, Jakarta, Senin (22/7/2013).Dia prihatin atas sikap pemuda dan mahasiswa sekarang yang acuh pada persoalan berbangsa dan bernegara saat ini.&quot;Ada persoalan di sistem negara kita. Sistem kita tidak memberikan kepada anak bangsa untuk memberikan ruang berkarya, sehingga pemuda menjadi kurang peduli,&quot; katanya.Di tempat yang sama, Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik menambahkan, saat ini partisipasi politik pemuda sangat diperlukan. Pemuda juga harus terlibat dalam politik.&quot;Mahasiswa harusnya ikut berperan dalam tahapan Pemilu. Sekarang saatnya mahasiswa ikut terlibat dalam proses Pemilu,&quot; ungkapnya.Menurut Taufik, mahasiswa harus diberikan kesempatan untuk mengoreksi. Mahasiswa perlu mengontrol agar penyelenggaran Pemilu berjalan dengan baik.&quot;Dengan mengoptimalkan kemunculan kaum muda dalam politik, serta dibarengi oleh sebuah semangat perubahan yang diusung, efektifitas sistem multi partai yang merupakan realitas di Indonesia akan secara utuh terwujud,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Effendi Simbolon menilai, peran pemuda dan mahasiswa akhir-akhir ini tidak terlalu tampak dalam komunitasnya.&quot;Mahasiswa sekarang sedang mempunyai masalah internal berkutat pada persoalan kurikulum yang menjadikan waktunya habis terbuang untuk mengontrol penyelenggaraan negara,&quot; kata Efendi saat diskusi publik dan buka puasa bersama&amp;nbsp; BEM Se-Jakarta di Universitas Jayabaya, Jakarta, Senin (22/7/2013).Dia prihatin atas sikap pemuda dan mahasiswa sekarang yang acuh pada persoalan berbangsa dan bernegara saat ini.&quot;Ada persoalan di sistem negara kita. Sistem kita tidak memberikan kepada anak bangsa untuk memberikan ruang berkarya, sehingga pemuda menjadi kurang peduli,&quot; katanya.Di tempat yang sama, Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik menambahkan, saat ini partisipasi politik pemuda sangat diperlukan. Pemuda juga harus terlibat dalam politik.&quot;Mahasiswa harusnya ikut berperan dalam tahapan Pemilu. Sekarang saatnya mahasiswa ikut terlibat dalam proses Pemilu,&quot; ungkapnya.Menurut Taufik, mahasiswa harus diberikan kesempatan untuk mengoreksi. Mahasiswa perlu mengontrol agar penyelenggaran Pemilu berjalan dengan baik.&quot;Dengan mengoptimalkan kemunculan kaum muda dalam politik, serta dibarengi oleh sebuah semangat perubahan yang diusung, efektifitas sistem multi partai yang merupakan realitas di Indonesia akan secara utuh terwujud,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
