<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Praktik Apartheid Masih Dijalankan di Afsel</title><description>Praktik apartheid ternyata belum sepenuhnya hilang di Afrika Selatan (Afsel). Masih ada pemukiman khusus warga kulit putih yang berdiri di negara itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/07/24/414/841922/praktik-apartheid-masih-dijalankan-di-afsel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/07/24/414/841922/praktik-apartheid-masih-dijalankan-di-afsel"/><item><title>Praktik Apartheid Masih Dijalankan di Afsel</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/07/24/414/841922/praktik-apartheid-masih-dijalankan-di-afsel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/07/24/414/841922/praktik-apartheid-masih-dijalankan-di-afsel</guid><pubDate>Rabu 24 Juli 2013 17:02 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Dwi Anggoro</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/07/24/414/841922/OQ5S6ofXyr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nelson Mandela (Foto: Corbis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/07/24/414/841922/OQ5S6ofXyr.jpg</image><title>Nelson Mandela (Foto: Corbis)</title></images><description>KLEINFONTEIN &amp;ndash; Praktik apartheid ternyata belum sepenuhnya hilang di Afrika Selatan (Afsel). Masih ada pemukiman khusus warga kulit putih yang berdiri di negara itu.
&amp;nbsp;
Sebuah perumahan di Kota Kelinfontein hanya boleh dihuni oleh kelompok kulit putih asal Afsel yang dikenal dengan nama Afrikaner. Tempat itu dijaga ketat petugas supaya tidak dimasuki warga dari kelompok lain.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ada sekelompok orang yang masih hidup di masa lalu Mereka merasa praktik apartheid sebagai kebijakan yang benar.,&amp;rdquo; ujar tokoh kulit hitam di Kleinfontein, Kgosientso Ramokgopa, seperti dikutip Washington Post, Rabu (24/7/2013).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Mereka harus bisa menerima Afsel yang baru,&amp;rdquo; lanjut Ramokgopa.
&amp;nbsp;
Kelompok Afrikaner membantah perumahan mereka sebagai kelanjutan praktik apartheid. Mereka mengaku hanya ingin melindungi budaya Afrikaner yang sudah lama berkembang di Afsel. Peraturan pemukiman itu juga melarang warga kulit putih yang bukan berasal dari kalangan Afrikaner.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami hanya ingin melindungi identitas dan bahasa kami,&amp;rdquo; ujar salah satu penghuni pemukiman Afrikaner Marissa Haasbroek.
&amp;nbsp;
Rezim apartheid berakhir di Afsel pada tahun 1994. Dihapusnya apartheid ditandai dengan diangkatnya Nelson Mandela sebagai presiden kulit hitam pertama Afsel.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>KLEINFONTEIN &amp;ndash; Praktik apartheid ternyata belum sepenuhnya hilang di Afrika Selatan (Afsel). Masih ada pemukiman khusus warga kulit putih yang berdiri di negara itu.
&amp;nbsp;
Sebuah perumahan di Kota Kelinfontein hanya boleh dihuni oleh kelompok kulit putih asal Afsel yang dikenal dengan nama Afrikaner. Tempat itu dijaga ketat petugas supaya tidak dimasuki warga dari kelompok lain.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ada sekelompok orang yang masih hidup di masa lalu Mereka merasa praktik apartheid sebagai kebijakan yang benar.,&amp;rdquo; ujar tokoh kulit hitam di Kleinfontein, Kgosientso Ramokgopa, seperti dikutip Washington Post, Rabu (24/7/2013).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Mereka harus bisa menerima Afsel yang baru,&amp;rdquo; lanjut Ramokgopa.
&amp;nbsp;
Kelompok Afrikaner membantah perumahan mereka sebagai kelanjutan praktik apartheid. Mereka mengaku hanya ingin melindungi budaya Afrikaner yang sudah lama berkembang di Afsel. Peraturan pemukiman itu juga melarang warga kulit putih yang bukan berasal dari kalangan Afrikaner.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami hanya ingin melindungi identitas dan bahasa kami,&amp;rdquo; ujar salah satu penghuni pemukiman Afrikaner Marissa Haasbroek.
&amp;nbsp;
Rezim apartheid berakhir di Afsel pada tahun 1994. Dihapusnya apartheid ditandai dengan diangkatnya Nelson Mandela sebagai presiden kulit hitam pertama Afsel.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
