<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diet Tak Signifikan, Tambahkan Rutinitas Olahraga</title><description>Menjalani diet saat  stres menghadang merupakan hambatan nyata. Sebab  banyak yang tak bisa menahan  nafsu makan pada kondisi, membuat upaya  dietnya tak signifikan. Namun tak usah  cemas sebenarnya, sejauh Anda  memiliki agenda aktivitas fisik mingguan, hambatan  itu bisa mudah  teratasi dengan sendirinya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/07/24/486/841949/diet-tak-signifikan-tambahkan-rutinitas-olahraga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/07/24/486/841949/diet-tak-signifikan-tambahkan-rutinitas-olahraga"/><item><title>Diet Tak Signifikan, Tambahkan Rutinitas Olahraga</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/07/24/486/841949/diet-tak-signifikan-tambahkan-rutinitas-olahraga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/07/24/486/841949/diet-tak-signifikan-tambahkan-rutinitas-olahraga</guid><pubDate>Rabu 24 Juli 2013 16:27 WIB</pubDate><dc:creator>Qalbinur Nawawi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/07/24/486/841949/vyAuLJsDK9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tingkatkan keberhasilan diet dengan lari pagi, (Foto: Google)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/07/24/486/841949/vyAuLJsDK9.jpg</image><title>Tingkatkan keberhasilan diet dengan lari pagi, (Foto: Google)</title></images><description>MENJALANI diet saat  stres menghadang merupakan hambatan nyata. Sebab banyak yang tak bisa menahan  nafsu makan pada kondisi, membuat upaya dietnya tak signifikan. Namun tak usah  cemas sebenarnya, sejauh Anda memiliki agenda aktivitas fisik mingguan, hambatan  itu bisa mudah teratasi dengan sendirinya.
&amp;nbsp;
Demikian kata David  Neal, Ph.D dalam hasil penelitian terbarunya yang dipublikasikan UCLA. Dia  menjelaskan bahwa saat kontrol dalam diet sedang rendah pada pelaku diet,  kebiasaan sehat bisa menjadi kartu truf jitu untuk bisa mengatasi hambatan  itu.
&amp;nbsp;
Untuk hasil  penelitian itu, peneliti mengambil benang merah penelitian yang dilakukannya.  Peneliti  menawarkan siswa dalam kondisi normal untuk memakan makanan bergizi seperti buah  dan kue, lalu dari sana ditemukan data bahwa mereka makan tak begitu banyak.  Setelah itu peneliti mengobservasi para siswa mengenai seberapa sering ia  mengonsumsi makanan saat mengalami tekanan ujian. Kemudian ditemukan, pada saat  tekanan ujian itu datang para siswa mengambil banyak makanan ringan yang biasa  dimakan, tanpa melihat apakah jumlah makanan yang dikonsumsi sudah berlebihan  atau tidak.
&amp;nbsp;
&quot;Seseorang saat  sedang dalam dipuncak stres, biasanya kemauan menjalani diet ia sudah runtuh.  Dan dibalik kondisi itu, sejatinya nafsu makan seseorang sedang tinggi. Sehingga  membuat seseorang&amp;nbsp; bisa langsung pergi makan apa yang biasa ia makan. Untuk itu,  makan berkualitas dan berolahraga adalah investasi nyata untuk bisa bebas keluar  dari kondisi itu, tak bisa ditawar lagi. Di mana saat kontrol terhadap makanan  memburuk, seseorang bisa mengelola dengan olahraganya, entah untuk membebaskan  rasa stres dan juga membakar semua asupan kalori yang berlebihan dalam tubuh.&quot;  kata Neal sebagai ketua peneliti, sebagaimana dikutip  Menshealth.
&amp;nbsp;
Atau dengan kata  lain, kata dia, kembangkanlah rutinitas positif lain yang membakar keringat Anda  bila Anda lemah dalam kontrol makanan. Semisal pergi ke gym tiga kali perminggu.  Tujuannya agar bisa kalori yang dikonsumsi dalam tubuh tetap berlebihan, dan  rencana diet bisa tetap berjalan.</description><content:encoded>MENJALANI diet saat  stres menghadang merupakan hambatan nyata. Sebab banyak yang tak bisa menahan  nafsu makan pada kondisi, membuat upaya dietnya tak signifikan. Namun tak usah  cemas sebenarnya, sejauh Anda memiliki agenda aktivitas fisik mingguan, hambatan  itu bisa mudah teratasi dengan sendirinya.
&amp;nbsp;
Demikian kata David  Neal, Ph.D dalam hasil penelitian terbarunya yang dipublikasikan UCLA. Dia  menjelaskan bahwa saat kontrol dalam diet sedang rendah pada pelaku diet,  kebiasaan sehat bisa menjadi kartu truf jitu untuk bisa mengatasi hambatan  itu.
&amp;nbsp;
Untuk hasil  penelitian itu, peneliti mengambil benang merah penelitian yang dilakukannya.  Peneliti  menawarkan siswa dalam kondisi normal untuk memakan makanan bergizi seperti buah  dan kue, lalu dari sana ditemukan data bahwa mereka makan tak begitu banyak.  Setelah itu peneliti mengobservasi para siswa mengenai seberapa sering ia  mengonsumsi makanan saat mengalami tekanan ujian. Kemudian ditemukan, pada saat  tekanan ujian itu datang para siswa mengambil banyak makanan ringan yang biasa  dimakan, tanpa melihat apakah jumlah makanan yang dikonsumsi sudah berlebihan  atau tidak.
&amp;nbsp;
&quot;Seseorang saat  sedang dalam dipuncak stres, biasanya kemauan menjalani diet ia sudah runtuh.  Dan dibalik kondisi itu, sejatinya nafsu makan seseorang sedang tinggi. Sehingga  membuat seseorang&amp;nbsp; bisa langsung pergi makan apa yang biasa ia makan. Untuk itu,  makan berkualitas dan berolahraga adalah investasi nyata untuk bisa bebas keluar  dari kondisi itu, tak bisa ditawar lagi. Di mana saat kontrol terhadap makanan  memburuk, seseorang bisa mengelola dengan olahraganya, entah untuk membebaskan  rasa stres dan juga membakar semua asupan kalori yang berlebihan dalam tubuh.&quot;  kata Neal sebagai ketua peneliti, sebagaimana dikutip  Menshealth.
&amp;nbsp;
Atau dengan kata  lain, kata dia, kembangkanlah rutinitas positif lain yang membakar keringat Anda  bila Anda lemah dalam kontrol makanan. Semisal pergi ke gym tiga kali perminggu.  Tujuannya agar bisa kalori yang dikonsumsi dalam tubuh tetap berlebihan, dan  rencana diet bisa tetap berjalan.</content:encoded></item></channel></rss>
