<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kim Jong-Un Hadiri Peringatan 60 Tahun Berakhirnya Perang</title><description>Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un tampil di muka publik tidak  seperti biasanya. Jong-Un menghadiri peringatan berakhirnya Perang Korut  dan Korea Selatan (Korsel).</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/07/26/413/842632/kim-jong-un-hadiri-peringatan-60-tahun-berakhirnya-perang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/07/26/413/842632/kim-jong-un-hadiri-peringatan-60-tahun-berakhirnya-perang"/><item><title>Kim Jong-Un Hadiri Peringatan 60 Tahun Berakhirnya Perang</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/07/26/413/842632/kim-jong-un-hadiri-peringatan-60-tahun-berakhirnya-perang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/07/26/413/842632/kim-jong-un-hadiri-peringatan-60-tahun-berakhirnya-perang</guid><pubDate>Jum'at 26 Juli 2013 05:04 WIB</pubDate><dc:creator>Fajar Nugraha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/07/25/413/842632/Ulqxl9KrJa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kim Jong-un peringati berakhirnya Perang Korea (Foto:AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/07/25/413/842632/Ulqxl9KrJa.jpg</image><title>Kim Jong-un peringati berakhirnya Perang Korea (Foto:AP)</title></images><description>PYONGYANG - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un tampil di muka publik tidak seperti biasanya. Jong-Un menghadiri peringatan berakhirnya Perang Korut dan Korea Selatan (Korsel).Penerus Dinasti Kim di Korut itu, memotong pita merah sebagai tanda pembukaan Pemakaman Martir Perang Pembebasan Tanah Kelahiran. Dia didampingi para prajurit yang berpakaian lengkap. Demikian diberitakan Yonhap, Jumat (26/7/2013)Peringatan berakhirnya Perang Korut-Korsel ini, bagi pihak Negara Komunis itu adalah bentuk kemenangan Korut dari negara tetangga, Korsel, yang dibantu oleh Amerika Serikat (AS). Perang itu berakhir dengan gencatan senjata pada 1953 silam.Sabtu 27 Juli mendatang merupakan peringatan 60 tahun gencatan senjata Korut dan Korsel. Hingga saat ini kedua negara pada dasarnya masih dalam kondisi perang, karena tidak ada perjanjian damai tercapai antara kedua negara.Kini kondisi Korut dan Korsel masih turun naik. Kedua negara seringkali dilanda ketegangan. Korsel masih merasa khawatir dengan ulah Korut yang mengembangkan program nuklirnya.Keras hatinya Korut dalam mengembangkan nuklir, membuahkan berbagai sanksi. Namun Korut justru berang sanksi itu, dan berkali-kali mengancam untuk melakukan serangan ke Korsel dan juga sekutunya, Amerika Serikat.</description><content:encoded>PYONGYANG - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un tampil di muka publik tidak seperti biasanya. Jong-Un menghadiri peringatan berakhirnya Perang Korut dan Korea Selatan (Korsel).Penerus Dinasti Kim di Korut itu, memotong pita merah sebagai tanda pembukaan Pemakaman Martir Perang Pembebasan Tanah Kelahiran. Dia didampingi para prajurit yang berpakaian lengkap. Demikian diberitakan Yonhap, Jumat (26/7/2013)Peringatan berakhirnya Perang Korut-Korsel ini, bagi pihak Negara Komunis itu adalah bentuk kemenangan Korut dari negara tetangga, Korsel, yang dibantu oleh Amerika Serikat (AS). Perang itu berakhir dengan gencatan senjata pada 1953 silam.Sabtu 27 Juli mendatang merupakan peringatan 60 tahun gencatan senjata Korut dan Korsel. Hingga saat ini kedua negara pada dasarnya masih dalam kondisi perang, karena tidak ada perjanjian damai tercapai antara kedua negara.Kini kondisi Korut dan Korsel masih turun naik. Kedua negara seringkali dilanda ketegangan. Korsel masih merasa khawatir dengan ulah Korut yang mengembangkan program nuklirnya.Keras hatinya Korut dalam mengembangkan nuklir, membuahkan berbagai sanksi. Namun Korut justru berang sanksi itu, dan berkali-kali mengancam untuk melakukan serangan ke Korsel dan juga sekutunya, Amerika Serikat.</content:encoded></item></channel></rss>
