<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anas Minta KPK Periksa SBY &amp; Ibas</title><description>Hasil investigasi tim kuasa hukum Anas, menemukan tim sukses calon ketua  umum Partai Demokrat masing-masing punya sumber pendanaan saat  mengikuti Kongres di Bandung.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/08/01/339/845662/anas-minta-kpk-periksa-sby-ibas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/08/01/339/845662/anas-minta-kpk-periksa-sby-ibas"/><item><title>Anas Minta KPK Periksa SBY &amp; Ibas</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/08/01/339/845662/anas-minta-kpk-periksa-sby-ibas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/08/01/339/845662/anas-minta-kpk-periksa-sby-ibas</guid><pubDate>Kamis 01 Agustus 2013 11:13 WIB</pubDate><dc:creator>Tri Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/08/01/339/845662/um04CRRGcJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/08/01/339/845662/um04CRRGcJ.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Presiden SBY dan Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) berkaitan dengan dana haram yang masuk ke Kongres Partai Demokrat di Bandung.Kuasa Hukum Anas, Firman Wijaya mengatakan, hasil investigasi tim kuasa hukum Anas, menemukan tim sukses calon ketua umum Partai Demokrat masing-masing punya sumber pendanaan saat mengikuti Kongres di Bandung.Menurut Firman, tentu tidak adil jika hanya memeriksa kliennya. Karena kongres itu diselenggarakan Partai Demokrat, bukan Anas semata. Dalam kesempatan itu, lanjutnya, diketahui SBY merupakan salah satu tim sukses salah satu calon ketua umum.&quot;Pak SBY salah satu tim sukses salah satu calon. Kalau berkaitan dengan beliau tentu harus diperiksa. Ini konsekuensi dari penyidikan KPK,&quot; kata Firman kepada Okezone, Kamis (1//8/2013).Dia berharap, pemeriksaan tidak hanya menyentuh kliennya saja tapi juga seluruh pendukung dan tim sukses calon ketua umum. Menurutnya, itu harus dilakukan jika KPK mencurigai adanya dana haram yang masuk ke kongres di Bandung.&quot;Iklannya kan waktu itu SBY dan Edhie Baskoro Yudhoyono mendukung salah satu calon. Edhie Baskoro juga harus diperiksa,&quot; terangnya.Kata Firman, hasil investigasi tum kuasa hukum Anas sudah diserahkan ke penyidik KPK berupa CD. Lanjutnya, penyidik KPK tinggal mendalami apa yang sudah disampaikannya. &quot;Kita minta data ini tidak ditinggalkan begitu saja. Kalau menyangkut kongres harus menyeluruh,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Presiden SBY dan Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) berkaitan dengan dana haram yang masuk ke Kongres Partai Demokrat di Bandung.Kuasa Hukum Anas, Firman Wijaya mengatakan, hasil investigasi tim kuasa hukum Anas, menemukan tim sukses calon ketua umum Partai Demokrat masing-masing punya sumber pendanaan saat mengikuti Kongres di Bandung.Menurut Firman, tentu tidak adil jika hanya memeriksa kliennya. Karena kongres itu diselenggarakan Partai Demokrat, bukan Anas semata. Dalam kesempatan itu, lanjutnya, diketahui SBY merupakan salah satu tim sukses salah satu calon ketua umum.&quot;Pak SBY salah satu tim sukses salah satu calon. Kalau berkaitan dengan beliau tentu harus diperiksa. Ini konsekuensi dari penyidikan KPK,&quot; kata Firman kepada Okezone, Kamis (1//8/2013).Dia berharap, pemeriksaan tidak hanya menyentuh kliennya saja tapi juga seluruh pendukung dan tim sukses calon ketua umum. Menurutnya, itu harus dilakukan jika KPK mencurigai adanya dana haram yang masuk ke kongres di Bandung.&quot;Iklannya kan waktu itu SBY dan Edhie Baskoro Yudhoyono mendukung salah satu calon. Edhie Baskoro juga harus diperiksa,&quot; terangnya.Kata Firman, hasil investigasi tum kuasa hukum Anas sudah diserahkan ke penyidik KPK berupa CD. Lanjutnya, penyidik KPK tinggal mendalami apa yang sudah disampaikannya. &quot;Kita minta data ini tidak ditinggalkan begitu saja. Kalau menyangkut kongres harus menyeluruh,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
