<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gus Ipul Jadi Irup Upacara HUT RI &amp; Ikut Balap Karung</title><description>Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menjadi Inspektur Upacara HUT RI ke-68 di kampung nelayan Kawasan Pantai Kenjeran, Surabaya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/08/17/519/851083/gus-ipul-jadi-irup-upacara-hut-ri-ikut-balap-karung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/08/17/519/851083/gus-ipul-jadi-irup-upacara-hut-ri-ikut-balap-karung"/><item><title>Gus Ipul Jadi Irup Upacara HUT RI &amp; Ikut Balap Karung</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/08/17/519/851083/gus-ipul-jadi-irup-upacara-hut-ri-ikut-balap-karung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/08/17/519/851083/gus-ipul-jadi-irup-upacara-hut-ri-ikut-balap-karung</guid><pubDate>Sabtu 17 Agustus 2013 16:22 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Arifin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/08/17/519/851083/cShewjBF4p.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gus Ipul pimpin upacara HUT RI di kampung nelayan (Foto: Nurul Arifin/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/08/17/519/851083/cShewjBF4p.jpg</image><title>Gus Ipul pimpin upacara HUT RI di kampung nelayan (Foto: Nurul Arifin/Okezone)</title></images><description>SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menjadi Inspektur Upacara (Irup) HUT RI ke-68 di kampung nelayan Kawasan Pantai Kenjeran, Surabaya.Upacara dilakukan di lapangan pasir. Peserta upacara tidak ada yang berseragam. Peserta laki-laki ada yang mengenakan kaos, kemeja, bahkan sarung. Sedangkan, yang perempuan memakai daster, kebaya, dan pakaian sehari-hari. Sebagian mereka mengikuti upacara tanpa mengenakan alas kaki.&amp;ldquo;Inilah Indonesia, meski pakaian dan bahasanya bermacam-macam, tetapi tetap satu jua. Karakter berbeda-beda pun tetap satu hati,&amp;rdquo; kata cawagub yang berpasangan dengan Soekarwo itu, Sabtu (17/8/2013).Dalam amanatnya, Gus Ipul mengajak warga untuk hidup rukun dan tidak terpengaruh dengan upaya pemecah-belahan.&quot;Hidup rukun itu enak. Kemana-mana enggak ada rasa takut karena aman. Saya dan Pakde Karwo berupaya untuk rukun,&amp;rdquo; ujarnya.Upacara HUT RI ala kampung nelayan itu tidak berlangsung lama. Meski hanya 15 menit, namun berlangsung khidmat.Usai upacara, Gus Ipul menjadi peserta balap karung melawan warga.&amp;ldquo;Capek sekali rasanya lompat-lompat pakai karung. Tapi, nelayan-nelayan ini cepat-cepat dan kuat. Untung jaraknya juga tidak terlalu jauh sehingga saya bisa finish, meski urutan nomor dua dari belakang,&amp;rdquo; ungkapnya disambut tawa warga.</description><content:encoded>SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menjadi Inspektur Upacara (Irup) HUT RI ke-68 di kampung nelayan Kawasan Pantai Kenjeran, Surabaya.Upacara dilakukan di lapangan pasir. Peserta upacara tidak ada yang berseragam. Peserta laki-laki ada yang mengenakan kaos, kemeja, bahkan sarung. Sedangkan, yang perempuan memakai daster, kebaya, dan pakaian sehari-hari. Sebagian mereka mengikuti upacara tanpa mengenakan alas kaki.&amp;ldquo;Inilah Indonesia, meski pakaian dan bahasanya bermacam-macam, tetapi tetap satu jua. Karakter berbeda-beda pun tetap satu hati,&amp;rdquo; kata cawagub yang berpasangan dengan Soekarwo itu, Sabtu (17/8/2013).Dalam amanatnya, Gus Ipul mengajak warga untuk hidup rukun dan tidak terpengaruh dengan upaya pemecah-belahan.&quot;Hidup rukun itu enak. Kemana-mana enggak ada rasa takut karena aman. Saya dan Pakde Karwo berupaya untuk rukun,&amp;rdquo; ujarnya.Upacara HUT RI ala kampung nelayan itu tidak berlangsung lama. Meski hanya 15 menit, namun berlangsung khidmat.Usai upacara, Gus Ipul menjadi peserta balap karung melawan warga.&amp;ldquo;Capek sekali rasanya lompat-lompat pakai karung. Tapi, nelayan-nelayan ini cepat-cepat dan kuat. Untung jaraknya juga tidak terlalu jauh sehingga saya bisa finish, meski urutan nomor dua dari belakang,&amp;rdquo; ungkapnya disambut tawa warga.</content:encoded></item></channel></rss>
