<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Remaja Paling Potensial Direkrut Menjadi Teroris</title><description>Tertangkapnya buronan teroris, Imam Safei yang masih berusia remaja,  membuktikan sudah dilibatkannya generasi muda Indonesia dengan aksi  teror.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/08/19/337/851449/remaja-paling-potensial-direkrut-menjadi-teroris</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/08/19/337/851449/remaja-paling-potensial-direkrut-menjadi-teroris"/><item><title>Remaja Paling Potensial Direkrut Menjadi Teroris</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/08/19/337/851449/remaja-paling-potensial-direkrut-menjadi-teroris</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/08/19/337/851449/remaja-paling-potensial-direkrut-menjadi-teroris</guid><pubDate>Senin 19 Agustus 2013 05:37 WIB</pubDate><dc:creator>Fiddy Anggriawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/08/18/337/851449/poUl3SKEfV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/08/18/337/851449/poUl3SKEfV.jpg</image><title>ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Tertangkapnya buronan teroris, Imam Safei yang masih berusia remaja, membuktikan sudah dilibatkannya generasi muda Indonesia dengan aksi teror.
&amp;nbsp;
Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarkat Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar, rentang usia 18 hingga 22 tahun atau masa remaja merupakan usia potensial untuk direkrut menjadi anggota teroris.
&amp;nbsp;
&quot;Memang usia potensial itu seperti itu, mereka yang berusia 18 sampai 22 tahun. Sebab, diusia itu sangat tertarik dengan sesuatu ideologi dan misi dalam rangka mencari jati diri,&quot; kata Boy kepada wartawan di Gedung Humas Polri, Jakarta, Minggu (18/8/2013).
&amp;nbsp;
Dijelaskannya, dalam pencarian jati diri banyak remaja yang tidak sadar dan terjerumus melakukan hal bertentangan dengan nilai-nilai hukum. &quot;Generasi muda diimbau jangan salah memilih tujuan hidup mereka,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Berdasarkan informasi, Imam Safei merupakan anak ke tujuh dari delapan bersaudara pasangan Slamet Raharjo (65) dan Musrifah (62). Keluarga menduga, sudah lama anaknya terlibat jaringan terorisme.
&amp;nbsp;
Slamet mengaku, anaknya sudah susah diatur dan bersikap aneh. Walaupun Safei tergolong anak yang pendiam, tapi perilaku Safei aneh semenjak sering membaca buku Abu Bakar Ba'asyir.
&amp;nbsp;
Kedua orang tuanya sudah sering menasehati. Namun, mereka tidak pernah tahu maksud diam yang sering ditunjukan Imam.</description><content:encoded>JAKARTA - Tertangkapnya buronan teroris, Imam Safei yang masih berusia remaja, membuktikan sudah dilibatkannya generasi muda Indonesia dengan aksi teror.
&amp;nbsp;
Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarkat Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar, rentang usia 18 hingga 22 tahun atau masa remaja merupakan usia potensial untuk direkrut menjadi anggota teroris.
&amp;nbsp;
&quot;Memang usia potensial itu seperti itu, mereka yang berusia 18 sampai 22 tahun. Sebab, diusia itu sangat tertarik dengan sesuatu ideologi dan misi dalam rangka mencari jati diri,&quot; kata Boy kepada wartawan di Gedung Humas Polri, Jakarta, Minggu (18/8/2013).
&amp;nbsp;
Dijelaskannya, dalam pencarian jati diri banyak remaja yang tidak sadar dan terjerumus melakukan hal bertentangan dengan nilai-nilai hukum. &quot;Generasi muda diimbau jangan salah memilih tujuan hidup mereka,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Berdasarkan informasi, Imam Safei merupakan anak ke tujuh dari delapan bersaudara pasangan Slamet Raharjo (65) dan Musrifah (62). Keluarga menduga, sudah lama anaknya terlibat jaringan terorisme.
&amp;nbsp;
Slamet mengaku, anaknya sudah susah diatur dan bersikap aneh. Walaupun Safei tergolong anak yang pendiam, tapi perilaku Safei aneh semenjak sering membaca buku Abu Bakar Ba'asyir.
&amp;nbsp;
Kedua orang tuanya sudah sering menasehati. Namun, mereka tidak pernah tahu maksud diam yang sering ditunjukan Imam.</content:encoded></item></channel></rss>
