<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bhinneka Tunggal Ika di Suriname</title><description>Menteri Dalam Negeri Suriname Soewarto Moestadja menyebut negaranya juga  menganut moto Bhinneka Tunggal Ika. Hal itu karena Suriname adalah  negara yang multietnis.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/08/19/411/852107/bhinneka-tunggal-ika-di-suriname</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/08/19/411/852107/bhinneka-tunggal-ika-di-suriname"/><item><title>Bhinneka Tunggal Ika di Suriname</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/08/19/411/852107/bhinneka-tunggal-ika-di-suriname</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/08/19/411/852107/bhinneka-tunggal-ika-di-suriname</guid><pubDate>Senin 19 Agustus 2013 21:38 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Dwi Anggoro</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/08/19/411/852107/YUi8F95bXN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Dalam Negeri Suriname Soewarto moestadja (Foto: Wahyu/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/08/19/411/852107/YUi8F95bXN.jpg</image><title>Menteri Dalam Negeri Suriname Soewarto moestadja (Foto: Wahyu/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Dalam Negeri Suriname Soewarto Moestadja menyebut negaranya juga menganut moto Bhinneka Tunggal Ika. Hal itu karena Suriname adalah negara yang multietnis.&amp;ldquo;Etnis Jawa adalah etnis terbeesar keempat di Suriname. Etnis terbesar adalah India, kedua Creole dan ketiga Maroon,&amp;rdquo; ujar Moestadja dalam Kongres Diaspora Indonesia II di Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin (19/8/2013).&amp;ldquo;Bhinneka Tunggal Ika dapat dilihat di Suriname,&amp;rdquo; lanjut dia.Moestadja menceritakan, etnis Jawa datang ke Suriname pada tahun 1890. Penjajah Belanda mengontrak mereka untuk bekerja di perkebunan.&amp;ldquo;Belanda membawa tiga ribu orang Jawa untuk bekerja di perkebunan. Alhasil, kini ada etnis Jawa yang hidup di Suriname,&amp;rdquo; terang Moestadja.&amp;ldquo;Orang Jawa yang paling belakangan datang ke Suriname. Orang dari Afrika dan India telah datang terlebih dahulu,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Dalam Negeri Suriname Soewarto Moestadja menyebut negaranya juga menganut moto Bhinneka Tunggal Ika. Hal itu karena Suriname adalah negara yang multietnis.&amp;ldquo;Etnis Jawa adalah etnis terbeesar keempat di Suriname. Etnis terbesar adalah India, kedua Creole dan ketiga Maroon,&amp;rdquo; ujar Moestadja dalam Kongres Diaspora Indonesia II di Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin (19/8/2013).&amp;ldquo;Bhinneka Tunggal Ika dapat dilihat di Suriname,&amp;rdquo; lanjut dia.Moestadja menceritakan, etnis Jawa datang ke Suriname pada tahun 1890. Penjajah Belanda mengontrak mereka untuk bekerja di perkebunan.&amp;ldquo;Belanda membawa tiga ribu orang Jawa untuk bekerja di perkebunan. Alhasil, kini ada etnis Jawa yang hidup di Suriname,&amp;rdquo; terang Moestadja.&amp;ldquo;Orang Jawa yang paling belakangan datang ke Suriname. Orang dari Afrika dan India telah datang terlebih dahulu,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
