<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kampus UB Tak Percaya 100 Persen Mahasiswa Mau Jual Ginjal</title><description>Pihak&amp;nbsp;kampus&amp;nbsp;Universitas Brawijaya menanggapi dingin aksi simpatik&amp;nbsp;lima&amp;nbsp;mahasiswanya yang hendak menjual ginjal untuk biaya kuliah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/08/20/520/852528/kampus-ub-tak-percaya-100-persen-mahasiswa-mau-jual-ginjal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/08/20/520/852528/kampus-ub-tak-percaya-100-persen-mahasiswa-mau-jual-ginjal"/><item><title>Kampus UB Tak Percaya 100 Persen Mahasiswa Mau Jual Ginjal</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/08/20/520/852528/kampus-ub-tak-percaya-100-persen-mahasiswa-mau-jual-ginjal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/08/20/520/852528/kampus-ub-tak-percaya-100-persen-mahasiswa-mau-jual-ginjal</guid><pubDate>Selasa 20 Agustus 2013 15:56 WIB</pubDate><dc:creator>Hari Istiawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/08/20/520/852528/Ynhl9aSfMO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aksi mahasiswa dukung rekannya yang berniat jual ginjal (Foto: Hari I/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/08/20/520/852528/Ynhl9aSfMO.jpg</image><title>Aksi mahasiswa dukung rekannya yang berniat jual ginjal (Foto: Hari I/Okezone)</title></images><description>MALANG&amp;nbsp;- Pihak kampus Universitas Brawijaya menanggapi dingin aksi simpatik lima mahasiswanya yang hendak menjual ginjal untuk biaya kuliah. Mahasiswa menuntut keringanan biaya kuliah serta penundaan pembayaran SPP dan sumbangan penunjang fasilitas pendidikan (SPFP) yang di-deadline&amp;nbsp;Jumat, 23 Agustus 2013.Kabag Humas Universitas Brawijaya Malang, Susantinah Rahayu, mengatakan, tidak percaya jika mereka berniat menjual ginjalnya. &quot;Boleh percaya, tapi tidak 100 persen, kaya tidak tahu orang demo saja,&quot; katanya, Selasa (20/8/2013).Menurutnya, pihak kampus saat ini tidak bisa memberikan jawaban atas tuntutan mahasiswa. Sebab, para petinggi kampus sedang keluar dan berada di Jakarta. Mahasiswa juga dinilai tidak bersedia menerima jika ditemui bukan pimpinannya.&quot;Tidak bisa diputuskan, kita harus koordinasi dengan pimpinan dan yang berwenang terkait kebijakan ini,&quot; ujarnya.Ia menambahkan, tunggakan SPP dan SPFP mahasiswa UB mencapai Rp12 miliar. Mereka juga sudah diberi surat pemberitahuan tapi rata-rata tidak mengindahkan surat itu.&quot;Sebenarnya bisa diurus penundaan pembayaran tapi harus ada persetujuan dari Pembantu Dekan (PD) II,&quot; sebutnya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sementara itu, salah seorang mahasiswa yang berniat menjual ginjal, Galih Putra, mengatakan, dia dan teman-temannya, sudah menghadap pihak Dekanat. Mereka mendapat persetujuan penundaan pembayaran, namun ditolak tidak oleh bagian keuangan karena ada Surat Keputusan Rektor UB yang menghentikan penundaan pembayaran biaya kuliah.&amp;nbsp;</description><content:encoded>MALANG&amp;nbsp;- Pihak kampus Universitas Brawijaya menanggapi dingin aksi simpatik lima mahasiswanya yang hendak menjual ginjal untuk biaya kuliah. Mahasiswa menuntut keringanan biaya kuliah serta penundaan pembayaran SPP dan sumbangan penunjang fasilitas pendidikan (SPFP) yang di-deadline&amp;nbsp;Jumat, 23 Agustus 2013.Kabag Humas Universitas Brawijaya Malang, Susantinah Rahayu, mengatakan, tidak percaya jika mereka berniat menjual ginjalnya. &quot;Boleh percaya, tapi tidak 100 persen, kaya tidak tahu orang demo saja,&quot; katanya, Selasa (20/8/2013).Menurutnya, pihak kampus saat ini tidak bisa memberikan jawaban atas tuntutan mahasiswa. Sebab, para petinggi kampus sedang keluar dan berada di Jakarta. Mahasiswa juga dinilai tidak bersedia menerima jika ditemui bukan pimpinannya.&quot;Tidak bisa diputuskan, kita harus koordinasi dengan pimpinan dan yang berwenang terkait kebijakan ini,&quot; ujarnya.Ia menambahkan, tunggakan SPP dan SPFP mahasiswa UB mencapai Rp12 miliar. Mereka juga sudah diberi surat pemberitahuan tapi rata-rata tidak mengindahkan surat itu.&quot;Sebenarnya bisa diurus penundaan pembayaran tapi harus ada persetujuan dari Pembantu Dekan (PD) II,&quot; sebutnya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sementara itu, salah seorang mahasiswa yang berniat menjual ginjal, Galih Putra, mengatakan, dia dan teman-temannya, sudah menghadap pihak Dekanat. Mereka mendapat persetujuan penundaan pembayaran, namun ditolak tidak oleh bagian keuangan karena ada Surat Keputusan Rektor UB yang menghentikan penundaan pembayaran biaya kuliah.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
