<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Obama Perintahkan Penyelidikan Serangan Kimia Suriah</title><description>Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama memerintahkan agen rahasianya  yang beroperasi di Suriah, untuk melakukan penyelidikan atas tuduhan  penggunaan senjata kimia yang digunakan oleh pasukan Suriah terhadap  warga sipil.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/08/23/414/854250/obama-perintahkan-penyelidikan-serangan-kimia-suriah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/08/23/414/854250/obama-perintahkan-penyelidikan-serangan-kimia-suriah"/><item><title>Obama Perintahkan Penyelidikan Serangan Kimia Suriah</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/08/23/414/854250/obama-perintahkan-penyelidikan-serangan-kimia-suriah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/08/23/414/854250/obama-perintahkan-penyelidikan-serangan-kimia-suriah</guid><pubDate>Jum'at 23 Agustus 2013 09:57 WIB</pubDate><dc:creator>Fajar Nugraha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/08/23/414/854250/eqnHUmkTBz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Obama (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/08/23/414/854250/eqnHUmkTBz.jpg</image><title>Presiden Obama (Foto: Reuters)</title></images><description>WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama memerintahkan agen rahasianya yang beroperasi di Suriah, untuk melakukan penyelidikan atas tuduhan penggunaan senjata kimia yang digunakan oleh pasukan Suriah terhadap warga sipil.Pemerintahan Obama saat ini tengah dihadapkan pada tekanan politik untuk mengambil respons tegas terkait serangan tersebut. Serangan dengan senjata kimia itu dianggap sebagai pelanggaran atas garis merah terhadap penggunaan senjata kimia oleh Pemerintahan Presiden Bashar Al-Assad.&quot;Presiden Obama sudah meminta badan intelijen di Suriah untuk mengevaluasi klaim yang dilontarkan oleh kelompok oposisi, terkait penggunaan senjata kimia,&quot; jelas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS Jen Psaki, seperti dikutip AFP, Jumat (23/8/2013).&quot;Untuk saat ini, kami belum dapat bisa mengkonfirmasi apakah ada penggunaan senjata kimia,&quot; lanjutnya.Psaki menambahkan, Pemerintah AS saat ini terus mengikuti laporan mengenai senjata kimia itu sejak dugaan itu mencuat ke permukaan. Mereka saat ini masih menunggu fakta mengenai tuduhan itu.&quot;Bila laporan ini memang benar, maka ini adalah bukti ekskalasi yang terlalu berani dan memalukan terkait penggunaan senjata kimia,&quot; tuturnya.Menurut Psaki, Presiden Obama memiliki beberapa pilihan yang akan diambil mengenai laporan tersebut. Dirinya akan melakukan pembahasan dengan penasihat keamanannya.Sementara Juru Bicara Free Syria Army di Paris Fahad Almasri mengatakan,  pihaknya telah mendokumentasikan jumlah korban tewas akibat gas  mematikan itu mencapai 1.729 jiwa. Almasri menambahkan, sekira 6.000  warga juga menderita masalah gangguan pernapasan akibat gas beracun  tersebut.</description><content:encoded>WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama memerintahkan agen rahasianya yang beroperasi di Suriah, untuk melakukan penyelidikan atas tuduhan penggunaan senjata kimia yang digunakan oleh pasukan Suriah terhadap warga sipil.Pemerintahan Obama saat ini tengah dihadapkan pada tekanan politik untuk mengambil respons tegas terkait serangan tersebut. Serangan dengan senjata kimia itu dianggap sebagai pelanggaran atas garis merah terhadap penggunaan senjata kimia oleh Pemerintahan Presiden Bashar Al-Assad.&quot;Presiden Obama sudah meminta badan intelijen di Suriah untuk mengevaluasi klaim yang dilontarkan oleh kelompok oposisi, terkait penggunaan senjata kimia,&quot; jelas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS Jen Psaki, seperti dikutip AFP, Jumat (23/8/2013).&quot;Untuk saat ini, kami belum dapat bisa mengkonfirmasi apakah ada penggunaan senjata kimia,&quot; lanjutnya.Psaki menambahkan, Pemerintah AS saat ini terus mengikuti laporan mengenai senjata kimia itu sejak dugaan itu mencuat ke permukaan. Mereka saat ini masih menunggu fakta mengenai tuduhan itu.&quot;Bila laporan ini memang benar, maka ini adalah bukti ekskalasi yang terlalu berani dan memalukan terkait penggunaan senjata kimia,&quot; tuturnya.Menurut Psaki, Presiden Obama memiliki beberapa pilihan yang akan diambil mengenai laporan tersebut. Dirinya akan melakukan pembahasan dengan penasihat keamanannya.Sementara Juru Bicara Free Syria Army di Paris Fahad Almasri mengatakan,  pihaknya telah mendokumentasikan jumlah korban tewas akibat gas  mematikan itu mencapai 1.729 jiwa. Almasri menambahkan, sekira 6.000  warga juga menderita masalah gangguan pernapasan akibat gas beracun  tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
