<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anas Urbaningrum Bentuk Perhimpunan Pergerakan Indonesia</title><description>Lama tak terdengar, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum kembali muncul di permukaan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/08/26/339/855781/anas-urbaningrum-bentuk-perhimpunan-pergerakan-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/08/26/339/855781/anas-urbaningrum-bentuk-perhimpunan-pergerakan-indonesia"/><item><title>Anas Urbaningrum Bentuk Perhimpunan Pergerakan Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/08/26/339/855781/anas-urbaningrum-bentuk-perhimpunan-pergerakan-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/08/26/339/855781/anas-urbaningrum-bentuk-perhimpunan-pergerakan-indonesia</guid><pubDate>Senin 26 Agustus 2013 18:23 WIB</pubDate><dc:creator>Solichan Arif</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/08/26/339/855781/Q2wSBpWaOo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anas Urbaningrum</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/08/26/339/855781/Q2wSBpWaOo.jpg</image><title>Anas Urbaningrum</title></images><description>BLITAR- Lama tak terdengar, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum kembali muncul di permukaan. Bersama sejumlah politisi, seniman, budayawan dan penulis buku, Anas mendirikan wadah organisasi baru yang bernama&amp;nbsp; Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI).&amp;nbsp;&amp;nbsp; Organ yang mencomot perisai burung garuda sebagai logo utama, menggunakan warna dasar merah putih hitam, dikenalkan dalam acara sarasehan bertema sama di Candi terbesar&amp;nbsp; Jawa Timur, Penataran, Kabupaten Blitar. &quot;Saya hanya Tut Wuri Handayani, gagasan ini muncul dari teman-teman, &quot; ujar Anas&amp;nbsp; menjelaskan ikhwal PPI berdiri pelataran Candi Penataran.Sebagai wadah silaturahmi&amp;nbsp; yang menampung segala aspirasi, PPI berkonsentrasi penuh pada bidang sosial dan kebudayaan. Menurut Anas bangsa Indonesia akan semakin maju dan berkembang jika yang menjadi ruh kemajuan adalah kebudayaan nasional.&quot;Fokusnya pada penguatan kemampuan sosial masyarakat dan kebudayaan nasional, &quot;jelasnya. Karenanya, mantan Ketua Umum PB HMI itu menampik jika PPI dianggap sebagai kendaraan politik. Alumni pondok pesantren Al Kamal,&amp;nbsp; Kunir, Wonodadi Blitar itu juga menyangkal jika gerakan yang dibangunnya tersebut disiagakan untuk perlawanan politik. &quot;Tidak ada kaitanya dengan Cikeas, Cikini, Cililitan atau Cilincing. Ini murni wadah silaturahmi,&quot; paparnya.</description><content:encoded>BLITAR- Lama tak terdengar, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum kembali muncul di permukaan. Bersama sejumlah politisi, seniman, budayawan dan penulis buku, Anas mendirikan wadah organisasi baru yang bernama&amp;nbsp; Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI).&amp;nbsp;&amp;nbsp; Organ yang mencomot perisai burung garuda sebagai logo utama, menggunakan warna dasar merah putih hitam, dikenalkan dalam acara sarasehan bertema sama di Candi terbesar&amp;nbsp; Jawa Timur, Penataran, Kabupaten Blitar. &quot;Saya hanya Tut Wuri Handayani, gagasan ini muncul dari teman-teman, &quot; ujar Anas&amp;nbsp; menjelaskan ikhwal PPI berdiri pelataran Candi Penataran.Sebagai wadah silaturahmi&amp;nbsp; yang menampung segala aspirasi, PPI berkonsentrasi penuh pada bidang sosial dan kebudayaan. Menurut Anas bangsa Indonesia akan semakin maju dan berkembang jika yang menjadi ruh kemajuan adalah kebudayaan nasional.&quot;Fokusnya pada penguatan kemampuan sosial masyarakat dan kebudayaan nasional, &quot;jelasnya. Karenanya, mantan Ketua Umum PB HMI itu menampik jika PPI dianggap sebagai kendaraan politik. Alumni pondok pesantren Al Kamal,&amp;nbsp; Kunir, Wonodadi Blitar itu juga menyangkal jika gerakan yang dibangunnya tersebut disiagakan untuk perlawanan politik. &quot;Tidak ada kaitanya dengan Cikeas, Cikini, Cililitan atau Cilincing. Ini murni wadah silaturahmi,&quot; paparnya.</content:encoded></item></channel></rss>
