<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PPP Ajak Parpol Islam Bersatu &quot;Lawan&quot; Jokowi</title><description>Kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Joko Widodo (Jokowi)  mulai menjadi momok bagi partai politik lain terkait bursa calon  presiden (capres).</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/08/28/339/856971/ppp-ajak-parpol-islam-bersatu-lawan-jokowi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/08/28/339/856971/ppp-ajak-parpol-islam-bersatu-lawan-jokowi"/><item><title>PPP Ajak Parpol Islam Bersatu &quot;Lawan&quot; Jokowi</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/08/28/339/856971/ppp-ajak-parpol-islam-bersatu-lawan-jokowi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/08/28/339/856971/ppp-ajak-parpol-islam-bersatu-lawan-jokowi</guid><pubDate>Rabu 28 Agustus 2013 16:00 WIB</pubDate><dc:creator>Tegar Arief Fadly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/08/28/339/856971/hgn0nN9zET.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/08/28/339/856971/hgn0nN9zET.jpg</image><title>Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Joko Widodo (Jokowi) mulai menjadi momok bagi partai politik lain terkait bursa calon presiden (capres). Kader partai-partai lain seolah kesulitan mengimbangi popularitas dan elektabilitas Gubernur DKI Jakarta tersebut dalam survei capres.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Untuk mengalahkan dominasi Jokowi, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengusulkan seluruh partai Islam yang menjadi peserta Pemilu 2014 bersatu untuk mengusung pasangan Capres dan Cawapres.
&amp;nbsp;
&quot;Insya Allah (bisa mengalahkan Jokowi). Memang perlu juga ada figur dari kekuatan parpol Islam yang maju. Sebenarnya, dari dulu rencana itu sudah ada,&quot; kata Wakil Ketua Umum PPP, Hasrul Azwar saat dihubungi di Jakarta, Rabu (28/8/2013).
&amp;nbsp;
Namun menurut Hasrul, harus ada figur yang kuat dari kalangan Islam untuk diusung sebagai Capres. Figur inilah yang harus didskusikan dengan parpol-parpol Islam lainya.
&amp;nbsp;
&quot;Perlu ada kekuatan Islam. Dan kalau itu terjadi akan luar bisa sekali. Tapi itu tergantung tokoh-tokoh yang diusung dan tergantung figur,&quot; ujar Ketua Fraksi PPP ini.
&amp;nbsp;
Jika dalam pembicaraan tidak ditemukan figur Islam yang berpotensi mengalahkan Jokowi, sambung Hasrul, parpol-parpol Islam harus legowo untuk mengusung figur dari kalangan profesional.
&amp;nbsp;
&quot;Bisa berasal dari partai, nonparpol, tokoh intelektual. Seperti misalnya mengusung Suryadharma Ali, bisa Komarudin Hidayat, atau Anies Baswedan,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Joko Widodo (Jokowi) mulai menjadi momok bagi partai politik lain terkait bursa calon presiden (capres). Kader partai-partai lain seolah kesulitan mengimbangi popularitas dan elektabilitas Gubernur DKI Jakarta tersebut dalam survei capres.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Untuk mengalahkan dominasi Jokowi, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengusulkan seluruh partai Islam yang menjadi peserta Pemilu 2014 bersatu untuk mengusung pasangan Capres dan Cawapres.
&amp;nbsp;
&quot;Insya Allah (bisa mengalahkan Jokowi). Memang perlu juga ada figur dari kekuatan parpol Islam yang maju. Sebenarnya, dari dulu rencana itu sudah ada,&quot; kata Wakil Ketua Umum PPP, Hasrul Azwar saat dihubungi di Jakarta, Rabu (28/8/2013).
&amp;nbsp;
Namun menurut Hasrul, harus ada figur yang kuat dari kalangan Islam untuk diusung sebagai Capres. Figur inilah yang harus didskusikan dengan parpol-parpol Islam lainya.
&amp;nbsp;
&quot;Perlu ada kekuatan Islam. Dan kalau itu terjadi akan luar bisa sekali. Tapi itu tergantung tokoh-tokoh yang diusung dan tergantung figur,&quot; ujar Ketua Fraksi PPP ini.
&amp;nbsp;
Jika dalam pembicaraan tidak ditemukan figur Islam yang berpotensi mengalahkan Jokowi, sambung Hasrul, parpol-parpol Islam harus legowo untuk mengusung figur dari kalangan profesional.
&amp;nbsp;
&quot;Bisa berasal dari partai, nonparpol, tokoh intelektual. Seperti misalnya mengusung Suryadharma Ali, bisa Komarudin Hidayat, atau Anies Baswedan,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
