<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hary Tanoesoedibjo Cawapres Bebas Masalah</title><description>Hary Tanoesoedibjo (HT) yang juga calon wakil presiden mendapat  peringkat pertama sebagai cawapres bebas masalah dari 24 tokoh nasional.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/08/28/339/857009/hary-tanoesoedibjo-cawapres-bebas-masalah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/08/28/339/857009/hary-tanoesoedibjo-cawapres-bebas-masalah"/><item><title>Hary Tanoesoedibjo Cawapres Bebas Masalah</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/08/28/339/857009/hary-tanoesoedibjo-cawapres-bebas-masalah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/08/28/339/857009/hary-tanoesoedibjo-cawapres-bebas-masalah</guid><pubDate>Rabu 28 Agustus 2013 16:42 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/08/28/339/857009/WwNlSuBKvB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hary Tanoesoedibjo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/08/28/339/857009/WwNlSuBKvB.jpg</image><title>Hary Tanoesoedibjo (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) melakukan riset tentang rangking kadar nasionalisme para capres-cawapres 2014. Dalam survei tersebut, Ketua Dewan Pembina Partai Hanura, Hary Tanoesoedibjo (HT) yang juga calon wakil presiden mendapat peringkat pertama sebagai cawapres bebas masalah dari 24 tokoh nasional.
&amp;nbsp;
&quot;Hary Tanoesoedibjo capres-cawapres 2014 yang bebas masalah, sementara diperingkat kedua adalah Ketua Umum PDIP Perjuangan Megawati Soekarno Putri,&quot; kata Direktur LPI  Boni Hargens, dalam pemaparan hasil risetnya di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (28/8/2013).
&amp;nbsp;
Keduanya, kata Boni, mempunyai reliabilitas 71 persen. Sedangkan pada urutan paling bawah adalah Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dengan 25 persen.
&amp;nbsp;
&quot;Rilis ini merupakan hasil FGD (focused group discussion) yang diadakan LPI pada 17, 24 dan 26 Agustus 2013 tentang kadar nasionalisme para capres-cawapres 2014,&quot; bebernya.
&amp;nbsp;
Boni menjelaskan, ada tiga indikator utama dalam penelitian ini yaitu, kualitas personal, rekam jejak dan visi keindonesiaan.
&amp;nbsp;
&quot;Penelitian ini dimaksudkan untuk menggeser wacana popularitas dalam penelitian yang berkaitan dengan Pemilu 2014 dengan wacana kualitas atau kompetensi,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Hasil riset LPI ini diadakan dengan metode kualitatif melalui metode scoring. &quot;Jadi penelitian ini memakai mixed approach kualitatif-kuantitatif,&quot; jelasnya.
Dengan masing-masing 20 narasumber, yang terdiri dari para ahli, aktivis, tokoh agama, masyarakat, mahasiswa dan lain-lain.</description><content:encoded>JAKARTA - Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) melakukan riset tentang rangking kadar nasionalisme para capres-cawapres 2014. Dalam survei tersebut, Ketua Dewan Pembina Partai Hanura, Hary Tanoesoedibjo (HT) yang juga calon wakil presiden mendapat peringkat pertama sebagai cawapres bebas masalah dari 24 tokoh nasional.
&amp;nbsp;
&quot;Hary Tanoesoedibjo capres-cawapres 2014 yang bebas masalah, sementara diperingkat kedua adalah Ketua Umum PDIP Perjuangan Megawati Soekarno Putri,&quot; kata Direktur LPI  Boni Hargens, dalam pemaparan hasil risetnya di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (28/8/2013).
&amp;nbsp;
Keduanya, kata Boni, mempunyai reliabilitas 71 persen. Sedangkan pada urutan paling bawah adalah Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dengan 25 persen.
&amp;nbsp;
&quot;Rilis ini merupakan hasil FGD (focused group discussion) yang diadakan LPI pada 17, 24 dan 26 Agustus 2013 tentang kadar nasionalisme para capres-cawapres 2014,&quot; bebernya.
&amp;nbsp;
Boni menjelaskan, ada tiga indikator utama dalam penelitian ini yaitu, kualitas personal, rekam jejak dan visi keindonesiaan.
&amp;nbsp;
&quot;Penelitian ini dimaksudkan untuk menggeser wacana popularitas dalam penelitian yang berkaitan dengan Pemilu 2014 dengan wacana kualitas atau kompetensi,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Hasil riset LPI ini diadakan dengan metode kualitatif melalui metode scoring. &quot;Jadi penelitian ini memakai mixed approach kualitatif-kuantitatif,&quot; jelasnya.
Dengan masing-masing 20 narasumber, yang terdiri dari para ahli, aktivis, tokoh agama, masyarakat, mahasiswa dan lain-lain.</content:encoded></item></channel></rss>
