<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Alasan Senjata Kimia Dilarang Keras</title><description>Negara Barat mengecam keras penggunaan senjata kimia di Suriah. Senjata kimia memang membawa teror yang mengerikan sepanjang sejarah konflik dunia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/08/29/414/857465/ini-alasan-senjata-kimia-dilarang-keras</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/08/29/414/857465/ini-alasan-senjata-kimia-dilarang-keras"/><item><title>Ini Alasan Senjata Kimia Dilarang Keras</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/08/29/414/857465/ini-alasan-senjata-kimia-dilarang-keras</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/08/29/414/857465/ini-alasan-senjata-kimia-dilarang-keras</guid><pubDate>Kamis 29 Agustus 2013 12:17 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Dwi Anggoro</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/08/29/414/857465/a9jKxBzvqI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga Suriah (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/08/29/414/857465/a9jKxBzvqI.jpg</image><title>Warga Suriah (Foto: AFP)</title></images><description>DAMASKUS &amp;ndash; Negara Barat mengecam keras penggunaan senjata kimia di Suriah. Senjata kimia memang membawa teror yang mengerikan sepanjang sejarah konflik dunia.
&amp;nbsp;
Senjata kimia modern pertama kali digunakan pada Perang Dunia I. Jerman membunuh setidaknya 15 ribu tentara musuh menggunakan gas klorin dalam pertempuran di wilayah Ypres, Belgia pada April 1915. Inggris dan sekutunya kemudian membalas Jerman dengan menggunakan gas mustard.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Gas beracun dianggap sebagai salah satu pembunuh paling berbahaya pada Perang Dunia I,&amp;rdquo; ujar sejarawan Eropa Annete Becker, seperti dikutip AFP, Kamis (29/8/2013).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Senjata kimia ditakuti karena tidak menyebabkan luka fisik seperti serangan senjata konvensional,&amp;rdquo; tambah Becker.
&amp;nbsp;
Usai Perang Dunia I, Negara-Negara Eropa pun melarang penggunaan senjata kimia. Larangan itu dicantumkan dalam Konvensi Jenewa yang dibuat pada 1925.
&amp;nbsp;
Larangan itu ternyata tidak berarti teror senjata kimia berakhir. Senjata kimia masih digunakan dalam Perang Vietnam, Perang Iran-Irak hingga konflik Suriah.
&amp;nbsp;
Negara Barat sendiri masih sering melanggar peraturan di Konvensi Jenewa. AS misalnya, membiarkan Irak menggunakan senjata kimia saat melawan Iran walaupun hal itu dilarang dalam Konvensi Jenewa.</description><content:encoded>DAMASKUS &amp;ndash; Negara Barat mengecam keras penggunaan senjata kimia di Suriah. Senjata kimia memang membawa teror yang mengerikan sepanjang sejarah konflik dunia.
&amp;nbsp;
Senjata kimia modern pertama kali digunakan pada Perang Dunia I. Jerman membunuh setidaknya 15 ribu tentara musuh menggunakan gas klorin dalam pertempuran di wilayah Ypres, Belgia pada April 1915. Inggris dan sekutunya kemudian membalas Jerman dengan menggunakan gas mustard.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Gas beracun dianggap sebagai salah satu pembunuh paling berbahaya pada Perang Dunia I,&amp;rdquo; ujar sejarawan Eropa Annete Becker, seperti dikutip AFP, Kamis (29/8/2013).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Senjata kimia ditakuti karena tidak menyebabkan luka fisik seperti serangan senjata konvensional,&amp;rdquo; tambah Becker.
&amp;nbsp;
Usai Perang Dunia I, Negara-Negara Eropa pun melarang penggunaan senjata kimia. Larangan itu dicantumkan dalam Konvensi Jenewa yang dibuat pada 1925.
&amp;nbsp;
Larangan itu ternyata tidak berarti teror senjata kimia berakhir. Senjata kimia masih digunakan dalam Perang Vietnam, Perang Iran-Irak hingga konflik Suriah.
&amp;nbsp;
Negara Barat sendiri masih sering melanggar peraturan di Konvensi Jenewa. AS misalnya, membiarkan Irak menggunakan senjata kimia saat melawan Iran walaupun hal itu dilarang dalam Konvensi Jenewa.</content:encoded></item></channel></rss>
