<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengguna Kursi Roda Nekat Terjun Payung</title><description>Seorang tuna daksa pecinta olahraga ekstrim melakukan aksi yang sangat menakjubkan. Meski memiliki keterbatasan fisik ia tetap melakukan terjun payung dengan menggunakan kursi roda.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/08/30/214/857770/pengguna-kursi-roda-nekat-terjun-payung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/08/30/214/857770/pengguna-kursi-roda-nekat-terjun-payung"/><item><title>Pengguna Kursi Roda Nekat Terjun Payung</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/08/30/214/857770/pengguna-kursi-roda-nekat-terjun-payung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/08/30/214/857770/pengguna-kursi-roda-nekat-terjun-payung</guid><pubDate>Jum'at 30 Agustus 2013 05:32 WIB</pubDate><dc:creator>Andyta Fajarini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/08/29/214/857770/mJzxemJf2I.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lonnie Bissonette (Foto: Hotspot)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/08/29/214/857770/mJzxemJf2I.jpg</image><title>Lonnie Bissonette (Foto: Hotspot)</title></images><description>ONTARIO - Seorang tuna daksa pecinta olahraga ekstrim melakukan aksi yang  sangat menakjubkan. Meski memiliki keterbatasan fisik ia tetap melakukan terjun  payung dengan menggunakan kursi roda.
&amp;nbsp;
Lonnie Bissonnette, tidak bisa menggerakan kaki dan  tangan kirinya, tetapi pria berusia 48 tahun ini sangat menyukai olahraga  ekstrim terjun payung. Sehingga ia memutuskan untuk melakukan penerjunan dengan  menggunakan kursi roda.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ketika melompat itu adalah perasaan yang sangat luar  biasa, meski saya tahu risikonya,&amp;rdquo; ujar Bissonnette, seperti dikutip dari Metro, Kamis  (29/8/2013).
&amp;nbsp;
Sebelumnya, ayah dua anak ini menjadi lumpuh setelah kakinya terjebak dalam parasut saat ia melompat di ketinggian 150 meter dari  jembatan di Idaho, Amerika Serikat (AS), pada 2004  silam.
&amp;nbsp;
Bissonnette menderita beberapa luka-luka akibat kecelakaan tersebut, tapi itu tidak  pernah menyulutkan semangatnya untuk terus melakukan terjun  payung.
&amp;nbsp;
Pria asal Ontario, Kanada ini  pernah terjun dari ketinggian 452 meter dari Menara Petronas di Kuala Lumpur, Malaysia, ia juga berhasil menaklukan  jembatan Aizhai di China dengan ketinggian 350 meter, dan aksinya yang terakhir melakukan terjun payung dari  ketinggian 457 meter dengan menggunakan kursi roda. &amp;nbsp;</description><content:encoded>ONTARIO - Seorang tuna daksa pecinta olahraga ekstrim melakukan aksi yang  sangat menakjubkan. Meski memiliki keterbatasan fisik ia tetap melakukan terjun  payung dengan menggunakan kursi roda.
&amp;nbsp;
Lonnie Bissonnette, tidak bisa menggerakan kaki dan  tangan kirinya, tetapi pria berusia 48 tahun ini sangat menyukai olahraga  ekstrim terjun payung. Sehingga ia memutuskan untuk melakukan penerjunan dengan  menggunakan kursi roda.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ketika melompat itu adalah perasaan yang sangat luar  biasa, meski saya tahu risikonya,&amp;rdquo; ujar Bissonnette, seperti dikutip dari Metro, Kamis  (29/8/2013).
&amp;nbsp;
Sebelumnya, ayah dua anak ini menjadi lumpuh setelah kakinya terjebak dalam parasut saat ia melompat di ketinggian 150 meter dari  jembatan di Idaho, Amerika Serikat (AS), pada 2004  silam.
&amp;nbsp;
Bissonnette menderita beberapa luka-luka akibat kecelakaan tersebut, tapi itu tidak  pernah menyulutkan semangatnya untuk terus melakukan terjun  payung.
&amp;nbsp;
Pria asal Ontario, Kanada ini  pernah terjun dari ketinggian 452 meter dari Menara Petronas di Kuala Lumpur, Malaysia, ia juga berhasil menaklukan  jembatan Aizhai di China dengan ketinggian 350 meter, dan aksinya yang terakhir melakukan terjun payung dari  ketinggian 457 meter dengan menggunakan kursi roda. &amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
