<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>39 Murid SD Dianiaya Ibu Guru Sampai Memar</title><description>Gara-gara tidak bisa menjawab pertanyaan, sebanyak 39 murid menjadi  korban kekerasan oknum guru di SDN Jatimulya 07, Tambun Selatan,  Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/08/30/501/858219/39-murid-sd-dianiaya-ibu-guru-sampai-memar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/08/30/501/858219/39-murid-sd-dianiaya-ibu-guru-sampai-memar"/><item><title>39 Murid SD Dianiaya Ibu Guru Sampai Memar</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/08/30/501/858219/39-murid-sd-dianiaya-ibu-guru-sampai-memar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/08/30/501/858219/39-murid-sd-dianiaya-ibu-guru-sampai-memar</guid><pubDate>Jum'at 30 Agustus 2013 14:51 WIB</pubDate><dc:creator>Djamhari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/08/30/501/858219/waXbIBt2ps.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/08/30/501/858219/waXbIBt2ps.jpg</image><title></title></images><description>BEKASI - Gara-gara tidak bisa menjawab pertanyaan, sebanyak 39 murid menjadi korban kekerasan oknum guru di SDN Jatimulya 07, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
&amp;nbsp;
Dari keterangan yang diterima Okezone, puluhan murid itu dipukul guru lantaran tidak bisa menjawab pertanyaan guru soal UUD 1945 pasal 18. Aksi kekerasan terjadi pada Kamis 29 Agustus 2013.
&amp;nbsp;
Kejadian ini memicu kedatangan puluhan wali murid ke sekolah, Jumat (30/08/2013), lantaran tidak terima dengan perlakuan guru yang diketahui bernama RS.
&amp;nbsp;
Menurut keterangan Usni, salah seorang murid SDN Jatimulya 07, gurunya memang galak dan suka memukul siswa. &quot;Bu guru sudah sering pukulin kami. Terakhir kemarin, semua murid dipukul pakai mistar gara-gara gak bisa jawab pertanyaan,&quot; ungkap siswa kelas VI SDN Jatimulya 07 ini.
&amp;nbsp;
Akibat pukulan menggunakan penggaris, banyak siswa yang mengalami luka memar. &quot;Ini saya luka memar di bagian lengan akibat dipukul kemarin,&quot; ujarnya sambil menunjukan bekas lukanya.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Sukendar, salah satu wali murid, menuntut pihak sekolah memberikan peringatan kepada RS agar kejadian serupa tak terulang. &amp;ldquo;Pihak sekolah harus beri peringatan ke guru itu, kalau sampai mengulanginya saya tidak segan-segan untuk melaporkan kejadian ini ke polisi,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Dari kejadian ini, pihak sekolah melalui kepala sekolahnya, Lilis membantah telah terjadi penganiayaan terhadap para siswa. &quot;Ini bukan penganiayaan, hanya kekesalan sang guru saja. Saat ini kita sudah melakukan mediasi kepada pihak orangtua untuk menyikapi hal tersebut,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>BEKASI - Gara-gara tidak bisa menjawab pertanyaan, sebanyak 39 murid menjadi korban kekerasan oknum guru di SDN Jatimulya 07, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
&amp;nbsp;
Dari keterangan yang diterima Okezone, puluhan murid itu dipukul guru lantaran tidak bisa menjawab pertanyaan guru soal UUD 1945 pasal 18. Aksi kekerasan terjadi pada Kamis 29 Agustus 2013.
&amp;nbsp;
Kejadian ini memicu kedatangan puluhan wali murid ke sekolah, Jumat (30/08/2013), lantaran tidak terima dengan perlakuan guru yang diketahui bernama RS.
&amp;nbsp;
Menurut keterangan Usni, salah seorang murid SDN Jatimulya 07, gurunya memang galak dan suka memukul siswa. &quot;Bu guru sudah sering pukulin kami. Terakhir kemarin, semua murid dipukul pakai mistar gara-gara gak bisa jawab pertanyaan,&quot; ungkap siswa kelas VI SDN Jatimulya 07 ini.
&amp;nbsp;
Akibat pukulan menggunakan penggaris, banyak siswa yang mengalami luka memar. &quot;Ini saya luka memar di bagian lengan akibat dipukul kemarin,&quot; ujarnya sambil menunjukan bekas lukanya.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Sukendar, salah satu wali murid, menuntut pihak sekolah memberikan peringatan kepada RS agar kejadian serupa tak terulang. &amp;ldquo;Pihak sekolah harus beri peringatan ke guru itu, kalau sampai mengulanginya saya tidak segan-segan untuk melaporkan kejadian ini ke polisi,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Dari kejadian ini, pihak sekolah melalui kepala sekolahnya, Lilis membantah telah terjadi penganiayaan terhadap para siswa. &quot;Ini bukan penganiayaan, hanya kekesalan sang guru saja. Saat ini kita sudah melakukan mediasi kepada pihak orangtua untuk menyikapi hal tersebut,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
