<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kalau Ibu Kota Tak Dipindah, Jakarta Tenggelam pada 2050</title><description>Wakil  Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana  menyambut positif pembentukan  tim kecil yang dilakukan  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  (SBY) untuk rencana pemindahan Ibu Kota.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/09/10/337/863462/kalau-ibu-kota-tak-dipindah-jakarta-tenggelam-pada-2050</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/09/10/337/863462/kalau-ibu-kota-tak-dipindah-jakarta-tenggelam-pada-2050"/><item><title>Kalau Ibu Kota Tak Dipindah, Jakarta Tenggelam pada 2050</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/09/10/337/863462/kalau-ibu-kota-tak-dipindah-jakarta-tenggelam-pada-2050</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/09/10/337/863462/kalau-ibu-kota-tak-dipindah-jakarta-tenggelam-pada-2050</guid><pubDate>Selasa 10 September 2013 10:41 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/09/10/337/863462/ujUZ69owre.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/09/10/337/863462/ujUZ69owre.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana menyambut positif pembentukan tim kecil yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  (SBY) untuk rencana pemindahan Ibu Kota. Namun pemindahan itu perlu menunggu  waktu, mengingat tingginya biaya yang harus  dikeluarkan pemerintah.
&amp;nbsp;
&quot;Sekarang lagi krisis, itu mahal  biayanya. Kalau dipaksakan jadi pemborosan,&quot;  ujar Sani -sapaan akrab Triwisaksana, saat dihubungi, di Jakarta, Selasa  (10/9/2013)
&amp;nbsp;
Alasan Sani sepakat dengan SBY karena  Ibu Kota memang harus dikonsentrasikan sebagai pusat administrasi negara, sama seperti di Malaysia. &quot;Kayak di Malaysia. Kuala Lumpur buat bisnis saja. Pusat  administrasi pemerintah beda lagi,&quot; kata dia.
&amp;nbsp;
Lebih lanjut Sani mengungkapkan jika  Jakarta masih ditetapkan menjadi ibu kota negara seperti salah satu opsi yang  dikeluarkan SBY maka perlu dilakukan penataan ulang. 
&amp;nbsp;
&quot;Perbaiki infrastruktur, tambah  transportasi. Amankan Jakarta dengan bendungan raksasa di Pantai Utara.  Antisipasi dari riset yang menyatakan 2050 Jakarta tenggelam,&quot;  terangnya.
&amp;nbsp;
Dengan adanya penataan ulang itu, menurut tokoh Betawi ini, negara bisa menghemat anggaran dan tidak perlu  memindah Ibu Kota. 
&amp;nbsp;
&quot;Buat pindah total sekira Rp200  triliun. Kalo opsi Jakarta tetap menjadi ibu  kota, ada setengahnya saja anggaran itu,  Jakarta bisa jadi luar biasa,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Namun bila memang tetap ingin  dipindah, menurut Sani, akan membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk  mempersiapkan kondisi ekonomi, political will, dan lainnya. 
&amp;nbsp;
&quot;Paling cepat 2027. Ini harus dikaji  ulang. Kalau gagasan Bung Karno dulu, ke  Kalimantan Tengah, Palangkaraya. Tapi harus dikaji. Kalau bisa jangan terlalu  jauh,&quot; tandasnya.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana menyambut positif pembentukan tim kecil yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  (SBY) untuk rencana pemindahan Ibu Kota. Namun pemindahan itu perlu menunggu  waktu, mengingat tingginya biaya yang harus  dikeluarkan pemerintah.
&amp;nbsp;
&quot;Sekarang lagi krisis, itu mahal  biayanya. Kalau dipaksakan jadi pemborosan,&quot;  ujar Sani -sapaan akrab Triwisaksana, saat dihubungi, di Jakarta, Selasa  (10/9/2013)
&amp;nbsp;
Alasan Sani sepakat dengan SBY karena  Ibu Kota memang harus dikonsentrasikan sebagai pusat administrasi negara, sama seperti di Malaysia. &quot;Kayak di Malaysia. Kuala Lumpur buat bisnis saja. Pusat  administrasi pemerintah beda lagi,&quot; kata dia.
&amp;nbsp;
Lebih lanjut Sani mengungkapkan jika  Jakarta masih ditetapkan menjadi ibu kota negara seperti salah satu opsi yang  dikeluarkan SBY maka perlu dilakukan penataan ulang. 
&amp;nbsp;
&quot;Perbaiki infrastruktur, tambah  transportasi. Amankan Jakarta dengan bendungan raksasa di Pantai Utara.  Antisipasi dari riset yang menyatakan 2050 Jakarta tenggelam,&quot;  terangnya.
&amp;nbsp;
Dengan adanya penataan ulang itu, menurut tokoh Betawi ini, negara bisa menghemat anggaran dan tidak perlu  memindah Ibu Kota. 
&amp;nbsp;
&quot;Buat pindah total sekira Rp200  triliun. Kalo opsi Jakarta tetap menjadi ibu  kota, ada setengahnya saja anggaran itu,  Jakarta bisa jadi luar biasa,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Namun bila memang tetap ingin  dipindah, menurut Sani, akan membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk  mempersiapkan kondisi ekonomi, political will, dan lainnya. 
&amp;nbsp;
&quot;Paling cepat 2027. Ini harus dikaji  ulang. Kalau gagasan Bung Karno dulu, ke  Kalimantan Tengah, Palangkaraya. Tapi harus dikaji. Kalau bisa jangan terlalu  jauh,&quot; tandasnya.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
