<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SBY Tak Mampu Memakmurkan Rakyat</title><description>Fasilitas yang diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak  sebanding dengan apa yang berhasil dilakukannya untuk kepentingan  rakyat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/09/11/337/863979/sby-tak-mampu-memakmurkan-rakyat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/09/11/337/863979/sby-tak-mampu-memakmurkan-rakyat"/><item><title>SBY Tak Mampu Memakmurkan Rakyat</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/09/11/337/863979/sby-tak-mampu-memakmurkan-rakyat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/09/11/337/863979/sby-tak-mampu-memakmurkan-rakyat</guid><pubDate>Rabu 11 September 2013 07:05 WIB</pubDate><dc:creator>Tri Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/09/10/337/863979/JptWZh4q97.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/09/10/337/863979/JptWZh4q97.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Hak keuangan dan fasilitas mewah yang diterima Presiden dan Wakil Presiden dipermasalahkan. Seorang warga, Awaludin mengajukan gugatan uji materi Undang-Undang nomor 7 tahun 1978 ke Mahkamah Konstitusi (MK).Mantan Juru Bicara Presiden era Abdurrahman Wahid, Adhie M Massardi menduga, Awaludin melakukan itu lantaran fasilitas yang diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak sebanding dengan apa yang berhasil dilakukannya untuk kepentingan rakyat.&quot;SBY dan Wapres dinilai berlebihan karena tidak ada kebijakan yang prorakyat. Sehingga orang melihat fasilitas itu menjadi berlebihan,&quot; kata Adhie kepada Okezone, Selasa (10/9/2013).Menurutnya, hampir dua periode menjabat, kebijakan dan program Presiden SBY sangat jauh dari memakmurkan dan berpihak pada rakyat. &quot;Kecuali BLT (Bantuan Langsung Tunai). Itupun juga untuk kepentingan politik SBY,&quot; terangnya.Sebenarnya, lanjut dia, fasilitas yang didapat SBY dan Wakilnya Boediono tidak terlalu berlebihan. Fasilitas yang didapat SBY dan Boediono sama dengan apa yang didapat pemimpin negara lain.&quot;Secara umum, dibandingkan dengan presiden lain sebetulnya tidak jauh-jauh juga bedanya. Tapi, karena tidak ada karyanya jadi sangat berlebihan,&quot; tegasnya.Dia mencontohkan, Presiden Soekarno memiliki banyak tempat peristirahatan saat menjabat. Namun, hal itu tidak jadi persoalan. Pasalnya, rakyat masih melihat ada karya yang dibuat Bung Karno.&quot;Sebetulnya, tidak masalah SBY mau mewah kalau ada karyanya. Jadi yang penting itu ada karyanya. Gugatan ini lebih ke kritikan agar SBY lebih memakmurkan rakyat,&quot; cetusnya.Dia menilai, tahun politik ini SBY lebih banyak berkutat dengan kepentingan Partai Demokrat dan urusan keluarganya. Sementara, anggaran belanja negara untuk perjalan dinas Presiden sejak SBY menjabat naik 400 persen. &quot;Ini salah satu bukti ada pemborosan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Hak keuangan dan fasilitas mewah yang diterima Presiden dan Wakil Presiden dipermasalahkan. Seorang warga, Awaludin mengajukan gugatan uji materi Undang-Undang nomor 7 tahun 1978 ke Mahkamah Konstitusi (MK).Mantan Juru Bicara Presiden era Abdurrahman Wahid, Adhie M Massardi menduga, Awaludin melakukan itu lantaran fasilitas yang diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak sebanding dengan apa yang berhasil dilakukannya untuk kepentingan rakyat.&quot;SBY dan Wapres dinilai berlebihan karena tidak ada kebijakan yang prorakyat. Sehingga orang melihat fasilitas itu menjadi berlebihan,&quot; kata Adhie kepada Okezone, Selasa (10/9/2013).Menurutnya, hampir dua periode menjabat, kebijakan dan program Presiden SBY sangat jauh dari memakmurkan dan berpihak pada rakyat. &quot;Kecuali BLT (Bantuan Langsung Tunai). Itupun juga untuk kepentingan politik SBY,&quot; terangnya.Sebenarnya, lanjut dia, fasilitas yang didapat SBY dan Wakilnya Boediono tidak terlalu berlebihan. Fasilitas yang didapat SBY dan Boediono sama dengan apa yang didapat pemimpin negara lain.&quot;Secara umum, dibandingkan dengan presiden lain sebetulnya tidak jauh-jauh juga bedanya. Tapi, karena tidak ada karyanya jadi sangat berlebihan,&quot; tegasnya.Dia mencontohkan, Presiden Soekarno memiliki banyak tempat peristirahatan saat menjabat. Namun, hal itu tidak jadi persoalan. Pasalnya, rakyat masih melihat ada karya yang dibuat Bung Karno.&quot;Sebetulnya, tidak masalah SBY mau mewah kalau ada karyanya. Jadi yang penting itu ada karyanya. Gugatan ini lebih ke kritikan agar SBY lebih memakmurkan rakyat,&quot; cetusnya.Dia menilai, tahun politik ini SBY lebih banyak berkutat dengan kepentingan Partai Demokrat dan urusan keluarganya. Sementara, anggaran belanja negara untuk perjalan dinas Presiden sejak SBY menjabat naik 400 persen. &quot;Ini salah satu bukti ada pemborosan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
