<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Radar Bandara Adisutjipto Alami Gangguan Sistem Lagi</title><description>Sistem radar bandara internasional Adisutjipto Yogyakarta mengalami gangguan kembali.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/09/16/510/866977/radar-bandara-adisutjipto-alami-gangguan-sistem-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/09/16/510/866977/radar-bandara-adisutjipto-alami-gangguan-sistem-lagi"/><item><title>Radar Bandara Adisutjipto Alami Gangguan Sistem Lagi</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/09/16/510/866977/radar-bandara-adisutjipto-alami-gangguan-sistem-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/09/16/510/866977/radar-bandara-adisutjipto-alami-gangguan-sistem-lagi</guid><pubDate>Senin 16 September 2013 19:25 WIB</pubDate><dc:creator>Priyo Setyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/09/16/510/866977/JjREPUK2cg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/09/16/510/866977/JjREPUK2cg.jpg</image><title>Ilustrasi (Ist)</title></images><description>YOGYAKARTA - Sistem radar bandara internasional Adisutjipto Yogyakarta mengalami  gangguan kembali. Sistem processor-nya hang sehingga tidak bisa  menampilkan data penerbangan ke layar monitor. &amp;nbsp;Selama terjadi  gangguan sistem untuk&amp;nbsp; penerbangan pesawat, baik &amp;nbsp;yang akan mendarat maupun  meninggalkan bandara menggunakan panduan non-radar. Gangguan sistem itu  diketahui petugas controller&amp;nbsp;pada pukul 06.43 WIB dan mulai berfungsi  lagi pada pukul 07.15 WIB, setelah sistem di-restart.&amp;ldquo;Waktu  restart ini sudah sesuai dengan prosedur dan ketentuan, yaitu antara 20  hingga 30 menit,&amp;rdquo; terang Air Traffic Controller (ATC) Section Head PT Angkasa  Pura I Yogyakarta, Karno, di kantornya, Senin (16/9/2013).Selama sistem  di-restart, penerbangan tetap lancar dan sesuai jadwal penerbangan, meski  harus dipandu dengan non-radar. Lima pesawat yang dipandu non-radar, yakni Lion  Air&amp;nbsp;521 dari Banjarmasin, Garuda 251 dari Denpasar dan Garuda 202 dari Jakarta,  serta Air Asia 8441 tujuan Denpasar dan Air Asia 7553 tujuan Jakarta.&amp;ldquo;Setelah suplai  monitor data radar berfungsi lagi, maka panduan penerbangan kembali normal,&amp;rdquo;  katanya.Bila tidak ada  gangguan, layar monitor bisa menyajikan primary surveillance radar (PSR)  dan secondary surveillance radar (SSR). Dengan mengetahui data tersebut  akan mempermudah petugas dalam mengatur lalu lintas penerbangan, baik untuk  menyampaikan informasi tujuan maupun menerima informasi dari bandara  lain.&amp;ldquo;Informasi ini  guna mengatur &amp;nbsp;jalur lalu lintas penerbangan, seperti rute dan ketinggian  pesawat,&amp;rdquo; paparnya.Belum diketahui  penyebab gangguan sistem radar yang berusia 15 tahun itu. Diduga faktor umur  berdampak pada kinerja radar di bandara internasional itu.&amp;ldquo;Sesuai rencana  radar yang ada di sini (Bandara Adisutjipto) tahun depan akan diganti.  Penggantian sendiri juga sudah disetujui pusat tingga menunggu realisasinya,&amp;rdquo;  ungkap ATS Telecomunication and navigation section head PT AP I Yogyakarta, Nur  Prihadi.Nur menambahkan,  radar yang ada di Bandara Adisutjipto selama 2013 sudah mengalami gangguan tiga  kali, yaitu pada Januari, Juli dan terakhir September ini. Rata-rata gangguan  sama, yaitu pada sistem processornya.&amp;nbsp;</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Sistem radar bandara internasional Adisutjipto Yogyakarta mengalami  gangguan kembali. Sistem processor-nya hang sehingga tidak bisa  menampilkan data penerbangan ke layar monitor. &amp;nbsp;Selama terjadi  gangguan sistem untuk&amp;nbsp; penerbangan pesawat, baik &amp;nbsp;yang akan mendarat maupun  meninggalkan bandara menggunakan panduan non-radar. Gangguan sistem itu  diketahui petugas controller&amp;nbsp;pada pukul 06.43 WIB dan mulai berfungsi  lagi pada pukul 07.15 WIB, setelah sistem di-restart.&amp;ldquo;Waktu  restart ini sudah sesuai dengan prosedur dan ketentuan, yaitu antara 20  hingga 30 menit,&amp;rdquo; terang Air Traffic Controller (ATC) Section Head PT Angkasa  Pura I Yogyakarta, Karno, di kantornya, Senin (16/9/2013).Selama sistem  di-restart, penerbangan tetap lancar dan sesuai jadwal penerbangan, meski  harus dipandu dengan non-radar. Lima pesawat yang dipandu non-radar, yakni Lion  Air&amp;nbsp;521 dari Banjarmasin, Garuda 251 dari Denpasar dan Garuda 202 dari Jakarta,  serta Air Asia 8441 tujuan Denpasar dan Air Asia 7553 tujuan Jakarta.&amp;ldquo;Setelah suplai  monitor data radar berfungsi lagi, maka panduan penerbangan kembali normal,&amp;rdquo;  katanya.Bila tidak ada  gangguan, layar monitor bisa menyajikan primary surveillance radar (PSR)  dan secondary surveillance radar (SSR). Dengan mengetahui data tersebut  akan mempermudah petugas dalam mengatur lalu lintas penerbangan, baik untuk  menyampaikan informasi tujuan maupun menerima informasi dari bandara  lain.&amp;ldquo;Informasi ini  guna mengatur &amp;nbsp;jalur lalu lintas penerbangan, seperti rute dan ketinggian  pesawat,&amp;rdquo; paparnya.Belum diketahui  penyebab gangguan sistem radar yang berusia 15 tahun itu. Diduga faktor umur  berdampak pada kinerja radar di bandara internasional itu.&amp;ldquo;Sesuai rencana  radar yang ada di sini (Bandara Adisutjipto) tahun depan akan diganti.  Penggantian sendiri juga sudah disetujui pusat tingga menunggu realisasinya,&amp;rdquo;  ungkap ATS Telecomunication and navigation section head PT AP I Yogyakarta, Nur  Prihadi.Nur menambahkan,  radar yang ada di Bandara Adisutjipto selama 2013 sudah mengalami gangguan tiga  kali, yaitu pada Januari, Juli dan terakhir September ini. Rata-rata gangguan  sama, yaitu pada sistem processornya.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
