<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mahal Urus Makam, Laporkan ke Dinas Pemakaman</title><description>Biaya pemakaman yang tinggi, kerap kali menjadi keluhan warga Ibu Kota.  Terkait banyaknya laporan itu, Plt Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman  Yonathan Pasodung menjelaskan, melambungnya biaya tersebut bukanlah  dari jajarannya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/09/18/500/868288/mahal-urus-makam-laporkan-ke-dinas-pemakaman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/09/18/500/868288/mahal-urus-makam-laporkan-ke-dinas-pemakaman"/><item><title>Mahal Urus Makam, Laporkan ke Dinas Pemakaman</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/09/18/500/868288/mahal-urus-makam-laporkan-ke-dinas-pemakaman</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/09/18/500/868288/mahal-urus-makam-laporkan-ke-dinas-pemakaman</guid><pubDate>Rabu 18 September 2013 21:54 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/09/18/500/868288/9N6HnNOndW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/09/18/500/868288/9N6HnNOndW.jpg</image><title>ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Biaya pemakaman yang tinggi, kerap kali menjadi keluhan warga Ibu Kota. Terkait banyaknya laporan itu, Plt Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman Yonathan Pasodung menjelaskan, melambungnya biaya tersebut bukanlah dari jajarannya.
&amp;nbsp;
&quot;Yang dihadapi bukan orang pemakaman, tetapi di include retribusi dari kita sama oknum itu. Tenda, kursi, itu kan bukan bagian layanan kita. Jadi Rp2 juta sampai Rp3 juta itu bukan dari kita. Karena harus diakui, banyak orang yang hidup di sana (pemakaman),&quot; ujar Yonathan di Balai Kota Jakarta, Rabu (18/9/2013).
&amp;nbsp;
Karena itu, dirinya mengaku telah melaporkan hasil temuan pihaknya tersebut di lapangan pada Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
&amp;nbsp;
&quot;Saya sudah laporkan ke Pak Wagub kejadiannya seperti itu. Saya  kemudian mengajukan agar alat-alat seperti tenda, kursi, sound system itu bisa disediakan dari Pemprov DKI,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;
Mendapati laporan itu, Ahok pun menyetujuinya. Namun, dirinya tidak dapat memastikan kapan peralatan tersebut dapat direalisasikan.
&amp;nbsp;
&quot;Mudah-mudahan bisa tahun ini. Kita usahakan pemakaman-pemakaman yang besar dulu kita sediakan tenda dan alat lainnya itu,&quot; kata Yonathan.
&amp;nbsp;
Perlu diketahui, Dinas Pemakaman hanya memungut biaya pemakaman sebesar Rp100 ribu per tiga tahun. Biaya tersebut sudah meliputi memandikat jenazah, ambulans, hingga gali dan tutup kubur.
&amp;nbsp;
&quot;Tapi biasanya, ahli waris malas untuk mengurus ke kita. Mereka ambil cara singkat dan memintan tenda, kursi, sampai sound system yang kita tidak sediakan. Makanya jadi mahal baiayanya,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
&quot;Kalau memang ada anak buah saya yang bermain di situ, laporkan langsung ke saya. Pasti saya akan tindak tegas,&quot; tutupnya.
&amp;nbsp;
Bagi Anda yang menemukan permasalahan yang sama terkait biaya pemakaman, Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI pun membuka layanan aduan ke nomor (021) 5481037 atau (021) 5484544.</description><content:encoded>JAKARTA - Biaya pemakaman yang tinggi, kerap kali menjadi keluhan warga Ibu Kota. Terkait banyaknya laporan itu, Plt Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman Yonathan Pasodung menjelaskan, melambungnya biaya tersebut bukanlah dari jajarannya.
&amp;nbsp;
&quot;Yang dihadapi bukan orang pemakaman, tetapi di include retribusi dari kita sama oknum itu. Tenda, kursi, itu kan bukan bagian layanan kita. Jadi Rp2 juta sampai Rp3 juta itu bukan dari kita. Karena harus diakui, banyak orang yang hidup di sana (pemakaman),&quot; ujar Yonathan di Balai Kota Jakarta, Rabu (18/9/2013).
&amp;nbsp;
Karena itu, dirinya mengaku telah melaporkan hasil temuan pihaknya tersebut di lapangan pada Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
&amp;nbsp;
&quot;Saya sudah laporkan ke Pak Wagub kejadiannya seperti itu. Saya  kemudian mengajukan agar alat-alat seperti tenda, kursi, sound system itu bisa disediakan dari Pemprov DKI,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;
Mendapati laporan itu, Ahok pun menyetujuinya. Namun, dirinya tidak dapat memastikan kapan peralatan tersebut dapat direalisasikan.
&amp;nbsp;
&quot;Mudah-mudahan bisa tahun ini. Kita usahakan pemakaman-pemakaman yang besar dulu kita sediakan tenda dan alat lainnya itu,&quot; kata Yonathan.
&amp;nbsp;
Perlu diketahui, Dinas Pemakaman hanya memungut biaya pemakaman sebesar Rp100 ribu per tiga tahun. Biaya tersebut sudah meliputi memandikat jenazah, ambulans, hingga gali dan tutup kubur.
&amp;nbsp;
&quot;Tapi biasanya, ahli waris malas untuk mengurus ke kita. Mereka ambil cara singkat dan memintan tenda, kursi, sampai sound system yang kita tidak sediakan. Makanya jadi mahal baiayanya,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
&quot;Kalau memang ada anak buah saya yang bermain di situ, laporkan langsung ke saya. Pasti saya akan tindak tegas,&quot; tutupnya.
&amp;nbsp;
Bagi Anda yang menemukan permasalahan yang sama terkait biaya pemakaman, Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI pun membuka layanan aduan ke nomor (021) 5481037 atau (021) 5484544.</content:encoded></item></channel></rss>
