<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tragis, Wagiman Terjepit Beton hingga Tewas</title><description>Wagiman (60), seorang buruh bangunan, tewas mengenaskan akibat tertimpa konstruksi beton saat memperbaiki rumah di kompleks Perumahan Bangunjiwo Asri, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY, Senin (23/9/2013) sore.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/09/23/510/870681/tragis-wagiman-terjepit-beton-hingga-tewas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/09/23/510/870681/tragis-wagiman-terjepit-beton-hingga-tewas"/><item><title>Tragis, Wagiman Terjepit Beton hingga Tewas</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/09/23/510/870681/tragis-wagiman-terjepit-beton-hingga-tewas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/09/23/510/870681/tragis-wagiman-terjepit-beton-hingga-tewas</guid><pubDate>Senin 23 September 2013 19:40 WIB</pubDate><dc:creator>Markus Yuwono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/09/23/510/870681/eHzAXh5naN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/09/23/510/870681/eHzAXh5naN.jpg</image><title>Ilustrasi </title></images><description>BANTUL&amp;nbsp;- Wagiman (60), seorang buruh bangunan, tewas mengenaskan akibat tertimpa konstruksi beton saat memperbaiki rumah di kompleks Perumahan Bangunjiwo Asri, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY, Senin (23/9/2013) sore.Kejadian bermula ketika warga Desa Bangunjiwo itu bersama dua rekannya, memasang keramik di dinding depan rumah yang akan dibangun toko kelontong. Setelah beristirahat, korban menaiki rumah untuk melanjutkan pekerjaannya.&quot;Saat saya mulai mengecat kamar mandi mendengar suara teriakan, kemudian terdengar suara&amp;nbsp;gemretak,&quot; kata Daryanto, salah satu rekan korban.Mendengar teriakan itu, rekan korban berhamburan menuju arah suara. Dua rekan korban kaget melihat bapak empat anak tersebut tidak berdaya tertimpa konstruksi beton sepanjang enam meter.&quot;Kang&amp;nbsp;Wagiman terjepit kepalanya sampai ke bahu, dan saya tak dapat berbuat apa-apa karena atap beton yang memanjang tidak mungkin diangkat,&quot; jelasnya.Evakuasi tubuh korban terkendala kosntruksi beton yang menggantung akibat jebol. Warga dan petugas Kepolisian tak berani mengambil risiko untuk menyelamatkan korban.Evakuasi korban berlangsung dramatis setelah petugas BPBD Kabupaten Bantul tiba di lokasi. Mereka menghancurkan sedikit demi sedikit konstruksi beton agar tidak menjepit kepala korban. Jasad korban baru dapat diturunkan dua jam setelah kejadian dengan menggunakan tali.Sementara itu, Kepala SPK Polres Bantul, Ipda Rizal Wijaya, mengatakan, polisi belum menyimpulkan penyebab robohnya dinding beton tersebut. Petugas masih menyelidiki kasus tersebut sambil meminta keterangan sejumlah saksi.&quot;Kita belum memastikan apakah ada kelalian atau tidak,&quot;katanya.Setelah diperiksa petugas medis, jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.</description><content:encoded>BANTUL&amp;nbsp;- Wagiman (60), seorang buruh bangunan, tewas mengenaskan akibat tertimpa konstruksi beton saat memperbaiki rumah di kompleks Perumahan Bangunjiwo Asri, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY, Senin (23/9/2013) sore.Kejadian bermula ketika warga Desa Bangunjiwo itu bersama dua rekannya, memasang keramik di dinding depan rumah yang akan dibangun toko kelontong. Setelah beristirahat, korban menaiki rumah untuk melanjutkan pekerjaannya.&quot;Saat saya mulai mengecat kamar mandi mendengar suara teriakan, kemudian terdengar suara&amp;nbsp;gemretak,&quot; kata Daryanto, salah satu rekan korban.Mendengar teriakan itu, rekan korban berhamburan menuju arah suara. Dua rekan korban kaget melihat bapak empat anak tersebut tidak berdaya tertimpa konstruksi beton sepanjang enam meter.&quot;Kang&amp;nbsp;Wagiman terjepit kepalanya sampai ke bahu, dan saya tak dapat berbuat apa-apa karena atap beton yang memanjang tidak mungkin diangkat,&quot; jelasnya.Evakuasi tubuh korban terkendala kosntruksi beton yang menggantung akibat jebol. Warga dan petugas Kepolisian tak berani mengambil risiko untuk menyelamatkan korban.Evakuasi korban berlangsung dramatis setelah petugas BPBD Kabupaten Bantul tiba di lokasi. Mereka menghancurkan sedikit demi sedikit konstruksi beton agar tidak menjepit kepala korban. Jasad korban baru dapat diturunkan dua jam setelah kejadian dengan menggunakan tali.Sementara itu, Kepala SPK Polres Bantul, Ipda Rizal Wijaya, mengatakan, polisi belum menyimpulkan penyebab robohnya dinding beton tersebut. Petugas masih menyelidiki kasus tersebut sambil meminta keterangan sejumlah saksi.&quot;Kita belum memastikan apakah ada kelalian atau tidak,&quot;katanya.Setelah diperiksa petugas medis, jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.</content:encoded></item></channel></rss>
