<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Persemakmuran Inggris Terancam Bubar?</title><description>Pemerintah Gambia memutuskan mundur dari Negara-Negara Persemakmuran. Keputusan Gambia menimbulkan pertanyaan akan masa depan dari organisasi negara-negara bekas jajahan Inggris tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/10/04/414/876394/persemakmuran-inggris-terancam-bubar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/10/04/414/876394/persemakmuran-inggris-terancam-bubar"/><item><title>Persemakmuran Inggris Terancam Bubar?</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/10/04/414/876394/persemakmuran-inggris-terancam-bubar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/10/04/414/876394/persemakmuran-inggris-terancam-bubar</guid><pubDate>Jum'at 04 Oktober 2013 12:04 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Dwi Anggoro</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/10/04/414/876394/tGk055SNq8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Gambia Yahya Jammeh (Foto: BBC)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/10/04/414/876394/tGk055SNq8.jpg</image><title>Presiden Gambia Yahya Jammeh (Foto: BBC)</title></images><description>LONDON &amp;ndash; Pemerintah Gambia memutuskan mundur dari Negara-Negara Persemakmuran. Keputusan Gambia menimbulkan pertanyaan akan masa depan dari organisasi negara-negara bekas jajahan Inggris tersebut.&amp;ldquo;Kami memutuskan mundur dari Persemakmuran Inggris. Kami tidak ingin terus berada dalam organisasi neo-kolonial,&amp;rdquo; sebut penyataan yang dikeluarkan Pemerintah Gambia, seperti dikutip BBC, Kamis (4/10/2013).Pemerintah Inggris menyesalkan keputusan Gambia namun mereka mengaku tidak bisa mencegahnya. Inggris menyebut keputusan tersebut merupakan hak Gambia.&amp;ldquo;Keputusan untuk mundur adalah hak setiap negara. Kami menyesalkan mundurnya Gambia ataupun negara-negara yang lainnya,&amp;rdquo; ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris.Organisasi Negara-Negara Persemakmuran memang sedang mengalami krisis identitas. Organisasi tersebut dianggap tidak sesuai dengan perkembangan zaman.&amp;ldquo;Pengunduran diri Gambia bisa saja menjadi awal dari bubarnya Persemakmuran,&amp;rdquo; ujar pengamat dari surat kabar Guardian, Dhananjayan Sriskandarajah.</description><content:encoded>LONDON &amp;ndash; Pemerintah Gambia memutuskan mundur dari Negara-Negara Persemakmuran. Keputusan Gambia menimbulkan pertanyaan akan masa depan dari organisasi negara-negara bekas jajahan Inggris tersebut.&amp;ldquo;Kami memutuskan mundur dari Persemakmuran Inggris. Kami tidak ingin terus berada dalam organisasi neo-kolonial,&amp;rdquo; sebut penyataan yang dikeluarkan Pemerintah Gambia, seperti dikutip BBC, Kamis (4/10/2013).Pemerintah Inggris menyesalkan keputusan Gambia namun mereka mengaku tidak bisa mencegahnya. Inggris menyebut keputusan tersebut merupakan hak Gambia.&amp;ldquo;Keputusan untuk mundur adalah hak setiap negara. Kami menyesalkan mundurnya Gambia ataupun negara-negara yang lainnya,&amp;rdquo; ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris.Organisasi Negara-Negara Persemakmuran memang sedang mengalami krisis identitas. Organisasi tersebut dianggap tidak sesuai dengan perkembangan zaman.&amp;ldquo;Pengunduran diri Gambia bisa saja menjadi awal dari bubarnya Persemakmuran,&amp;rdquo; ujar pengamat dari surat kabar Guardian, Dhananjayan Sriskandarajah.</content:encoded></item></channel></rss>
