<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ingin Jadi Gelandangan, Warga AS Rogoh Kocek Rp22 Juta</title><description>Seorang pria bernama Mike Momany, memutuskan untuk menjadi seorang tunawisma karena penasaran merasakan bagaimana hidup menjadi gelandangan. Dia juga membuat program menjadi tunawisma dengan biaya pendaftaran sebesar USD2000 atau sekira Rp22 Juta (Rp11.494 per USD).</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/10/09/214/878664/ingin-jadi-gelandangan-warga-as-rogoh-kocek-rp22-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/10/09/214/878664/ingin-jadi-gelandangan-warga-as-rogoh-kocek-rp22-juta"/><item><title>Ingin Jadi Gelandangan, Warga AS Rogoh Kocek Rp22 Juta</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/10/09/214/878664/ingin-jadi-gelandangan-warga-as-rogoh-kocek-rp22-juta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/10/09/214/878664/ingin-jadi-gelandangan-warga-as-rogoh-kocek-rp22-juta</guid><pubDate>Rabu 09 Oktober 2013 05:23 WIB</pubDate><dc:creator>Andyta Fajarini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/10/08/214/878664/H7QasLrCTb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Oddity Central)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/10/08/214/878664/H7QasLrCTb.jpg</image><title>(Foto: Oddity Central)</title></images><description>SEATTLE - Seorang  pria asal Kota Seattle, Amerika Serikat (AS), Mike Momany, memutuskan untuk menjadi seorang tunawisma karena  penasaran merasakan bagaimana hidup menjadi gelandangan. Dia juga membuat program  menjadi tunawisma dengan biaya pendaftaran sebesar USD2.000 atau sekira Rp22 Juta  (Rp11.494 per USD).Momany sebelumnya bekerja sebagai ahli komputer. Dia melihat hidupnya selama ini bergelimang kemewahan. Dia memutuskan  untuk merasakan menjadi orang yang tidak memiliki apa-apa. Setelah mengalami  kehidupan sebagai tunawisma, Momany menyarankan orang lain melakukan  hal yang serupa.Programnya dinamakan &quot;Course in Applied  Homelessness&quot; yang dalam Bahasa Indonesia berarti &quot;Kursus Tunawisma Terapan&quot;. Momany memastikan program ini akan sangat mengesankan dan membuat kita semakin paham akan diri sendiri.Program ini dimulai dengan kegiatan yang berbeda selama  tiga hari. Pada  hari pertama, peserta diharuskan menyamar agar terlihat seperti tunawisma asli.  Kemudian mereka harus berjalan-jalan di jalanan yang sibuk dan malam harinya  pergi ke tempat penampungan tunawisma.Pada hari kedua, ia menyarankan untuk mencoba mengemis  atau tidur di bangku taman untuk mendapatkan suasana yang nyata seperti  tunawisma. Pada hari ketiga saatnya makan gratis dan berjalan-jalan sampai malam  sambil merayakan pengalaman sebagai tunawisma.&quot;Hal ini dilakukan untuk memberikan pengalaman kepada  semua orang kalau hidup itu tak selamanya mudah,&quot; ujar Momany. Demikian dilansir  Oddity Cental, Rabu (9/10/2013).Namun aksi unik Momany ini mendapatkan banyak kritikan.  &quot;Saya khawatir ketika tunawisma dieksploitasi untuk memperoleh keuntungan  sendiri,&quot; tulis seorang wanita di halaman  Facebook-nya.Momany mengatakan bahwa program ini hanya  untuk pendidikan dan sebagian uang tersebut akan disumbangkan ke semua tunawisma  yang mereka kunjungi selama program berlangsung.Meskipun  inisiatif Momany ini mungkin tampak aneh, beberapa orang melihatnya sebagai  kesempatan pendidikan yang besar. Salah  seorang mahasiswa sosiologi muda bahkan memintanya untuk mengatur jadwal tur  untuknya dan beberapa temannya. (why)</description><content:encoded>SEATTLE - Seorang  pria asal Kota Seattle, Amerika Serikat (AS), Mike Momany, memutuskan untuk menjadi seorang tunawisma karena  penasaran merasakan bagaimana hidup menjadi gelandangan. Dia juga membuat program  menjadi tunawisma dengan biaya pendaftaran sebesar USD2.000 atau sekira Rp22 Juta  (Rp11.494 per USD).Momany sebelumnya bekerja sebagai ahli komputer. Dia melihat hidupnya selama ini bergelimang kemewahan. Dia memutuskan  untuk merasakan menjadi orang yang tidak memiliki apa-apa. Setelah mengalami  kehidupan sebagai tunawisma, Momany menyarankan orang lain melakukan  hal yang serupa.Programnya dinamakan &quot;Course in Applied  Homelessness&quot; yang dalam Bahasa Indonesia berarti &quot;Kursus Tunawisma Terapan&quot;. Momany memastikan program ini akan sangat mengesankan dan membuat kita semakin paham akan diri sendiri.Program ini dimulai dengan kegiatan yang berbeda selama  tiga hari. Pada  hari pertama, peserta diharuskan menyamar agar terlihat seperti tunawisma asli.  Kemudian mereka harus berjalan-jalan di jalanan yang sibuk dan malam harinya  pergi ke tempat penampungan tunawisma.Pada hari kedua, ia menyarankan untuk mencoba mengemis  atau tidur di bangku taman untuk mendapatkan suasana yang nyata seperti  tunawisma. Pada hari ketiga saatnya makan gratis dan berjalan-jalan sampai malam  sambil merayakan pengalaman sebagai tunawisma.&quot;Hal ini dilakukan untuk memberikan pengalaman kepada  semua orang kalau hidup itu tak selamanya mudah,&quot; ujar Momany. Demikian dilansir  Oddity Cental, Rabu (9/10/2013).Namun aksi unik Momany ini mendapatkan banyak kritikan.  &quot;Saya khawatir ketika tunawisma dieksploitasi untuk memperoleh keuntungan  sendiri,&quot; tulis seorang wanita di halaman  Facebook-nya.Momany mengatakan bahwa program ini hanya  untuk pendidikan dan sebagian uang tersebut akan disumbangkan ke semua tunawisma  yang mereka kunjungi selama program berlangsung.Meskipun  inisiatif Momany ini mungkin tampak aneh, beberapa orang melihatnya sebagai  kesempatan pendidikan yang besar. Salah  seorang mahasiswa sosiologi muda bahkan memintanya untuk mengatur jadwal tur  untuknya dan beberapa temannya. (why)</content:encoded></item></channel></rss>
