<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bekerja hingga Bercucuran Keringat, Termasuk Olahraga atau Tidak?</title><description>Sering orang menduga bahwa  bekerja dengan profesi  yang menuntut aktivitas fisik sudah bisa dibilang  berolahraga.  Kenyataannya, hal itu tidaklah cukup, kata penelitian terbaru dari   Cina.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/10/09/486/879271/bekerja-hingga-bercucuran-keringat-termasuk-olahraga-atau-tidak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/10/09/486/879271/bekerja-hingga-bercucuran-keringat-termasuk-olahraga-atau-tidak"/><item><title>Bekerja hingga Bercucuran Keringat, Termasuk Olahraga atau Tidak?</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/10/09/486/879271/bekerja-hingga-bercucuran-keringat-termasuk-olahraga-atau-tidak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/10/09/486/879271/bekerja-hingga-bercucuran-keringat-termasuk-olahraga-atau-tidak</guid><pubDate>Rabu 09 Oktober 2013 20:25 WIB</pubDate><dc:creator>Qalbinur Nawawi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/10/09/486/879271/wPhYwc2a8i.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi pekerja yang menuntut aktivitas fisik, ( Foto: menshealth )</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/10/09/486/879271/wPhYwc2a8i.jpg</image><title>Ilustrasi pekerja yang menuntut aktivitas fisik, ( Foto: menshealth )</title></images><description>SERING orang menduga bahwa  bekerja dengan profesi yang menuntut aktivitas fisik sudah bisa dibilang  berolahraga. Kenyataannya, hal itu tidaklah cukup, kata penelitian terbaru dari  Cina.
&amp;nbsp;
Hasil penelitian  terbaru menemukan bahwa bekerja yang mengharuskan banyak bergerak itu tak berhasil dibandingkan berolahraga  sebenarnya.
&amp;nbsp;
Dalam hasil  penelitian tersebut, peneliti responden yang berolahraga antara satu sampai tiga  jam seminggu memiliki risiko 11 persen lebih rendah mengalami tekanan darah  tinggi dibanding mereka yang masuk kurang dari satu jam. Tetapi para peneliti  tidak menemukan hubungan antara seseorang yang memiliki profesi pekerjaan yang  mengharuskan aktivitas fisik berkurang tekanan darahnya. Demikian seperti  dilansir Menshealth.
&amp;nbsp;
Kenapa kedua hal itu  tak ada keterkaitan? Hal itu dikarenakan  kerja yang menuntut fisik sering memerlukan gerakan berulang dan hanya menekan  pada bagian tubuh tertentu saja atau kelompok otot kecil yang bisa menyebabkan  cedera. Berbeda dengan olahraga yang sebenarnya, dimana sering menstimulasi otot  ganda di seluruh tubuh sampai detak jantung yang diperlukan untuk melawan  hipertensi, menurut penelitian ini.
&amp;nbsp;
Kesimpulan penelitian  ini menuturkan bahwa entah apakah profesi pekerjaan Anda sudah menutun pekerjaan  fisik yang memeras keringat, berolahraga aktif di waktu luang adalah kunci yang  bisa mengurangi tekanan darah.</description><content:encoded>SERING orang menduga bahwa  bekerja dengan profesi yang menuntut aktivitas fisik sudah bisa dibilang  berolahraga. Kenyataannya, hal itu tidaklah cukup, kata penelitian terbaru dari  Cina.
&amp;nbsp;
Hasil penelitian  terbaru menemukan bahwa bekerja yang mengharuskan banyak bergerak itu tak berhasil dibandingkan berolahraga  sebenarnya.
&amp;nbsp;
Dalam hasil  penelitian tersebut, peneliti responden yang berolahraga antara satu sampai tiga  jam seminggu memiliki risiko 11 persen lebih rendah mengalami tekanan darah  tinggi dibanding mereka yang masuk kurang dari satu jam. Tetapi para peneliti  tidak menemukan hubungan antara seseorang yang memiliki profesi pekerjaan yang  mengharuskan aktivitas fisik berkurang tekanan darahnya. Demikian seperti  dilansir Menshealth.
&amp;nbsp;
Kenapa kedua hal itu  tak ada keterkaitan? Hal itu dikarenakan  kerja yang menuntut fisik sering memerlukan gerakan berulang dan hanya menekan  pada bagian tubuh tertentu saja atau kelompok otot kecil yang bisa menyebabkan  cedera. Berbeda dengan olahraga yang sebenarnya, dimana sering menstimulasi otot  ganda di seluruh tubuh sampai detak jantung yang diperlukan untuk melawan  hipertensi, menurut penelitian ini.
&amp;nbsp;
Kesimpulan penelitian  ini menuturkan bahwa entah apakah profesi pekerjaan Anda sudah menutun pekerjaan  fisik yang memeras keringat, berolahraga aktif di waktu luang adalah kunci yang  bisa mengurangi tekanan darah.</content:encoded></item></channel></rss>
