<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Temulawak Solusi Masalah Radang Sendi Anda</title><description>Penggunaan tanaman sebagai  bahan pengobatan telah  dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia sejak dulu. Salah  satu tanaman  yang biasa digunakan untuk bahan pengobatan adalah  temulawak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/10/13/486/880467/temulawak-solusi-masalah-radang-sendi-anda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/10/13/486/880467/temulawak-solusi-masalah-radang-sendi-anda"/><item><title>Temulawak Solusi Masalah Radang Sendi Anda</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/10/13/486/880467/temulawak-solusi-masalah-radang-sendi-anda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/10/13/486/880467/temulawak-solusi-masalah-radang-sendi-anda</guid><pubDate>Minggu 13 Oktober 2013 14:38 WIB</pubDate><dc:creator>Helmi Ade Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/10/11/486/880467/vkKJIsVYAD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Minum herbal (Foto: Google)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/10/11/486/880467/vkKJIsVYAD.jpg</image><title>Minum herbal (Foto: Google)</title></images><description>PENGGUNAAN tanaman sebagai  bahan pengobatan telah dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia sejak dulu. Salah  satu tanaman yang biasa digunakan untuk bahan pengobatan adalah  temulawak.
&amp;nbsp;
Temulawak merupakan  tanaman asli Indonesia yang telah diketahui memiliki banyak manfaat kesehatan.  Salah satu manfaat kesehatan yang ditawarkan oleh tanaman herbal ini adalah  mengatasi radang sendi.
&amp;nbsp;
Hal ini berdasarkan  penelitian medis yang dilakukan pakar temulawak dari Universitas Gajah Mada  (UGM), Prof. Nyoman Kertia, MD, PhD. Dirinya mengesktrak temulawak untuk  mendapatkan curcuminoid dan minyak atsiri yang merupakan kandungan dalam tanaman  tersebut.
&amp;nbsp;
Selanjutnya, Prof.  Nyoman mengatakan bahwa dalam risetnya tersebut dirinya memberikan 15 mg  curcuminoid dan 100 mg minyak atsiri untuk mengetahui dampak kesehatan yang  dapat diberikan temulawak. Dari hal tersebut Prof. Nyoman mengungkapkan bahwa  khasiat dari temulawak lebih bagus dibandingkan obat kimia, serta jauh lebih  aman.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Yang saya lihat  tidak hanya gejala, tetapi cairan sendi kita sangat dijaga. Sebelumnya kita  amati apakah ada kemajuan pada radangnya, dan memang temulawak memperbaiki  peradangan, karena menekan produksi dari salah satu penyebab radang sendi dengan  ekstrak curcumin,&amp;rdquo;jelasnya kepada Okezone di Central Park, Jakarta Barat,  baru-baru ini.
&amp;nbsp;
Lebih lanjut, Prof.  Nyoman juga sedikit menjelaskan mengenai pengolahan temulawak. Ternyata, cara  pengolahan temulawak bisa berbeda-beda, tergantung apakah curcuminoid atau  minyak atsiri yang ingin kita dapatkan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kalau ingin mencari  curcuminoid, semestinya jangan dipanasi di atas 50 derajat saat pengeringannya,  karena bisa membuat temulawak rusak. Setelah dikeringkan, kemudian ditepung dan  diekstrak, jadi diharapkan curcuminoid tetap bagus khasiatnya,&amp;rdquo;imbuhnya.</description><content:encoded>PENGGUNAAN tanaman sebagai  bahan pengobatan telah dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia sejak dulu. Salah  satu tanaman yang biasa digunakan untuk bahan pengobatan adalah  temulawak.
&amp;nbsp;
Temulawak merupakan  tanaman asli Indonesia yang telah diketahui memiliki banyak manfaat kesehatan.  Salah satu manfaat kesehatan yang ditawarkan oleh tanaman herbal ini adalah  mengatasi radang sendi.
&amp;nbsp;
Hal ini berdasarkan  penelitian medis yang dilakukan pakar temulawak dari Universitas Gajah Mada  (UGM), Prof. Nyoman Kertia, MD, PhD. Dirinya mengesktrak temulawak untuk  mendapatkan curcuminoid dan minyak atsiri yang merupakan kandungan dalam tanaman  tersebut.
&amp;nbsp;
Selanjutnya, Prof.  Nyoman mengatakan bahwa dalam risetnya tersebut dirinya memberikan 15 mg  curcuminoid dan 100 mg minyak atsiri untuk mengetahui dampak kesehatan yang  dapat diberikan temulawak. Dari hal tersebut Prof. Nyoman mengungkapkan bahwa  khasiat dari temulawak lebih bagus dibandingkan obat kimia, serta jauh lebih  aman.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Yang saya lihat  tidak hanya gejala, tetapi cairan sendi kita sangat dijaga. Sebelumnya kita  amati apakah ada kemajuan pada radangnya, dan memang temulawak memperbaiki  peradangan, karena menekan produksi dari salah satu penyebab radang sendi dengan  ekstrak curcumin,&amp;rdquo;jelasnya kepada Okezone di Central Park, Jakarta Barat,  baru-baru ini.
&amp;nbsp;
Lebih lanjut, Prof.  Nyoman juga sedikit menjelaskan mengenai pengolahan temulawak. Ternyata, cara  pengolahan temulawak bisa berbeda-beda, tergantung apakah curcuminoid atau  minyak atsiri yang ingin kita dapatkan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kalau ingin mencari  curcuminoid, semestinya jangan dipanasi di atas 50 derajat saat pengeringannya,  karena bisa membuat temulawak rusak. Setelah dikeringkan, kemudian ditepung dan  diekstrak, jadi diharapkan curcuminoid tetap bagus khasiatnya,&amp;rdquo;imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
