<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bangun Daerah, Mendagri Tak Cukup Hanya Gandeng FPI</title><description>Komisi II DPR tidak sepakat apabila Mendagri  hanya melibatkan organisasi kemasyarakatan FPI  dalam penyuksesan pembangunan di daerah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/10/25/339/886768/bangun-daerah-mendagri-tak-cukup-hanya-gandeng-fpi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/10/25/339/886768/bangun-daerah-mendagri-tak-cukup-hanya-gandeng-fpi"/><item><title>Bangun Daerah, Mendagri Tak Cukup Hanya Gandeng FPI</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/10/25/339/886768/bangun-daerah-mendagri-tak-cukup-hanya-gandeng-fpi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/10/25/339/886768/bangun-daerah-mendagri-tak-cukup-hanya-gandeng-fpi</guid><pubDate>Jum'at 25 Oktober 2013 11:46 WIB</pubDate><dc:creator>Tegar Arief Fadly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/10/25/339/886768/0fs0U1Apo7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gamawan Fauzi (Foto: Runi S/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/10/25/339/886768/0fs0U1Apo7.jpg</image><title>Gamawan Fauzi (Foto: Runi S/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Komisi II DPR tidak sepakat apabila Menteri Dalam Negeri (Mendagri) hanya melibatkan organisasi kemasyarakatan Front Pembela Islam (FPI) dalam penyuksesan pembangunan di daerah.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Seharusnya, Mendagri juga melibatkan ormas yang lain, terutama ormas yang bisa diterima seluruh kalangan masyarakat.
&amp;nbsp;
&quot;Saya lebih setuju tidak hanya pada satu dua ormas, tetapi seluruh ormas yang mewakili kepentingan (pembangunan),&quot; kata Wakil Ketua Komisi II, Abdul Hakam Naja di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (25/10/2013).
&amp;nbsp;
Menurut Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, akan lebih bijak jika Mendagri menggandeng tenaga profesional dan akademisi dalam pembangunan di daerah.
&amp;nbsp;
&quot;LSM kampus, akivis, konteksnya tidak spesifik ke lembaga. Jadi sebenarnya membuka seluruh pemangku kepentingan untuk mengawasi,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi dalam sebuah kesempatan mengatakan bahwa kepala daerah bisa bekerjasama dengan organisasi kemasyarakatan FPI untuk mensukseskan pembangunan.
&amp;nbsp;
Hal itu diungkapkan Gamawan saat memberikan sambutan pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Kawasan Perkotaan tahun 2013 di salah satu hotel di Jakarta.
&amp;nbsp;
Pernyataan Mendagri tersebut dianggap sangat kontroversial. Pasalnya selama ini FPI dikenal sebagai salah satu ormas yang sering berseberangan dengan sebagian besar masyarakat, dan dianggap sering berbuat anarkis.</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi II DPR tidak sepakat apabila Menteri Dalam Negeri (Mendagri) hanya melibatkan organisasi kemasyarakatan Front Pembela Islam (FPI) dalam penyuksesan pembangunan di daerah.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Seharusnya, Mendagri juga melibatkan ormas yang lain, terutama ormas yang bisa diterima seluruh kalangan masyarakat.
&amp;nbsp;
&quot;Saya lebih setuju tidak hanya pada satu dua ormas, tetapi seluruh ormas yang mewakili kepentingan (pembangunan),&quot; kata Wakil Ketua Komisi II, Abdul Hakam Naja di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (25/10/2013).
&amp;nbsp;
Menurut Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, akan lebih bijak jika Mendagri menggandeng tenaga profesional dan akademisi dalam pembangunan di daerah.
&amp;nbsp;
&quot;LSM kampus, akivis, konteksnya tidak spesifik ke lembaga. Jadi sebenarnya membuka seluruh pemangku kepentingan untuk mengawasi,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi dalam sebuah kesempatan mengatakan bahwa kepala daerah bisa bekerjasama dengan organisasi kemasyarakatan FPI untuk mensukseskan pembangunan.
&amp;nbsp;
Hal itu diungkapkan Gamawan saat memberikan sambutan pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Kawasan Perkotaan tahun 2013 di salah satu hotel di Jakarta.
&amp;nbsp;
Pernyataan Mendagri tersebut dianggap sangat kontroversial. Pasalnya selama ini FPI dikenal sebagai salah satu ormas yang sering berseberangan dengan sebagian besar masyarakat, dan dianggap sering berbuat anarkis.</content:encoded></item></channel></rss>
