<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gerindra Protes Banyak Kader Tak Masuk DPSHP</title><description>Sejumlah partai meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menunda penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT).</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/11/04/568/891599/gerindra-protes-banyak-kader-tak-masuk-dpshp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/11/04/568/891599/gerindra-protes-banyak-kader-tak-masuk-dpshp"/><item><title>Gerindra Protes Banyak Kader Tak Masuk DPSHP</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/11/04/568/891599/gerindra-protes-banyak-kader-tak-masuk-dpshp</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/11/04/568/891599/gerindra-protes-banyak-kader-tak-masuk-dpshp</guid><pubDate>Senin 04 November 2013 13:59 WIB</pubDate><dc:creator>Tegar Arief Fadly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/11/04/568/891599/YP6kj8fLWt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/11/04/568/891599/YP6kj8fLWt.jpg</image><title>ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Sejumlah partai meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menunda penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT).
&amp;nbsp;
Setelah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Partai Gerindra pun meminta hal yang sama.
&amp;nbsp;
Selain karena adanya ketidakcocokan data antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan KPU, Gerindra beralasan banyaknya kader tidak tercantum dalam DPSHP.
&amp;nbsp;
&quot;Ada komplain, kader Gerindra yang tidak masuk dalam daftar pemilih. Ada laporan masyarakat bahwa tidak sesuai antara nama dengan NIK, dan jumlahnya cukup signifikan,&quot; kata Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani saat dihubungi di Jakarta, Senin (4/11/2013).
&amp;nbsp;
Untuk itu, Gerindra akan melakukan pengumpulan data terkait dengan karut-marutnya DPT, selanjutnya akan diserahkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
&amp;nbsp;
&quot;Dari jumlah kader kita belum tercantum sebagai pemilih, ada ketidaksesuain itu. Nama dan alamat ini jadi masalah. Kita sampaikan ke Bawaslu bahwa DPT yang ditetapkan itu amburadul,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;
Lebih jauh, Muzani mengatakan DPT yang bermasalah akan menyebabkan buruknya kualitas Pemilu. &quot;KPU tak perlu buru-buru tetapkan DPT karena DPT itu pintu masuk, dan langkah awal bagi suksesnya Pemilu,&quot; tutup Anggota Komisi I DPR RI ini.</description><content:encoded>JAKARTA - Sejumlah partai meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menunda penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT).
&amp;nbsp;
Setelah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Partai Gerindra pun meminta hal yang sama.
&amp;nbsp;
Selain karena adanya ketidakcocokan data antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan KPU, Gerindra beralasan banyaknya kader tidak tercantum dalam DPSHP.
&amp;nbsp;
&quot;Ada komplain, kader Gerindra yang tidak masuk dalam daftar pemilih. Ada laporan masyarakat bahwa tidak sesuai antara nama dengan NIK, dan jumlahnya cukup signifikan,&quot; kata Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani saat dihubungi di Jakarta, Senin (4/11/2013).
&amp;nbsp;
Untuk itu, Gerindra akan melakukan pengumpulan data terkait dengan karut-marutnya DPT, selanjutnya akan diserahkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
&amp;nbsp;
&quot;Dari jumlah kader kita belum tercantum sebagai pemilih, ada ketidaksesuain itu. Nama dan alamat ini jadi masalah. Kita sampaikan ke Bawaslu bahwa DPT yang ditetapkan itu amburadul,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;
Lebih jauh, Muzani mengatakan DPT yang bermasalah akan menyebabkan buruknya kualitas Pemilu. &quot;KPU tak perlu buru-buru tetapkan DPT karena DPT itu pintu masuk, dan langkah awal bagi suksesnya Pemilu,&quot; tutup Anggota Komisi I DPR RI ini.</content:encoded></item></channel></rss>
