<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gubernur Jabar Dukung Wajib Militer di Indonesia</title><description>Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), mendukung adanya wajib  militer di Indonesia yang dituangkan pada RUU Komponen Cadangan  Pertahanan dalam RUU Keamanan Nasional.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/11/08/337/893846/gubernur-jabar-dukung-wajib-militer-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/11/08/337/893846/gubernur-jabar-dukung-wajib-militer-di-indonesia"/><item><title>Gubernur Jabar Dukung Wajib Militer di Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/11/08/337/893846/gubernur-jabar-dukung-wajib-militer-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/11/08/337/893846/gubernur-jabar-dukung-wajib-militer-di-indonesia</guid><pubDate>Jum'at 08 November 2013 14:47 WIB</pubDate><dc:creator>Oris Riswan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/11/08/337/893846/ZPXOnIgc5x.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/11/08/337/893846/ZPXOnIgc5x.jpg</image><title>Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), mendukung adanya wajib militer di Indonesia yang dituangkan pada RUU Komponen Cadangan Pertahanan dalam RUU Keamanan Nasional.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&quot;Saya termasuk setuju apabila RUU tentang Komponen Cadangan itu dimasukkan kewajiban bela negara dalam bentuk wajib militer,&quot; kata Aher di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (8/11/2013).
&amp;nbsp;
Dengan wajib militer, keprajuritan tidak hanya dirasakan pihak tertentu seperti Resimen Mahasiswa (Menwa). &quot;Tapi keprajuritan dirasakan oleh kebanyakan rakyat Indonesia,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Ia lalu mencontohkan Amerika Serikat yang dikenal sebagai negara liberal. &quot;Di Amerika (US) saja negara yang paling liberal, negara yang paling bebas bangsanya, anak bangsanya diharuskan setaun dalam seumur hidup untuk mengambil wajib militer,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Di Jerman juga berlaku hal serupa. Sehingga masyarakat akan merasakan menjadi prajurit. Dampak luasnya, yang bersangkutan akan lebih cinta pada negaranya sendiri dan memiliki jiwa bela negara yang tangguh.
&amp;nbsp;
&quot;Di Indonesia pun saya kira dalam situasi kebebasan seperti ini sangat baik kalau dibangun lagi cinta dan bela negara itu,&quot; tutur Aher.
&amp;nbsp;
Sebab bagaimanapun, warga negara Indonesia harus mencintai negaranya sendiri. &quot;Mari kita cintai negeri ini, negeri ini baik-buruk adalah negeri kita sendiri. Baiknya kita pertahankan, kita tingkatkan. Buruknya kita hilangkan dan kita selesaikan,&quot; imbaunya.</description><content:encoded>BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), mendukung adanya wajib militer di Indonesia yang dituangkan pada RUU Komponen Cadangan Pertahanan dalam RUU Keamanan Nasional.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&quot;Saya termasuk setuju apabila RUU tentang Komponen Cadangan itu dimasukkan kewajiban bela negara dalam bentuk wajib militer,&quot; kata Aher di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (8/11/2013).
&amp;nbsp;
Dengan wajib militer, keprajuritan tidak hanya dirasakan pihak tertentu seperti Resimen Mahasiswa (Menwa). &quot;Tapi keprajuritan dirasakan oleh kebanyakan rakyat Indonesia,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Ia lalu mencontohkan Amerika Serikat yang dikenal sebagai negara liberal. &quot;Di Amerika (US) saja negara yang paling liberal, negara yang paling bebas bangsanya, anak bangsanya diharuskan setaun dalam seumur hidup untuk mengambil wajib militer,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Di Jerman juga berlaku hal serupa. Sehingga masyarakat akan merasakan menjadi prajurit. Dampak luasnya, yang bersangkutan akan lebih cinta pada negaranya sendiri dan memiliki jiwa bela negara yang tangguh.
&amp;nbsp;
&quot;Di Indonesia pun saya kira dalam situasi kebebasan seperti ini sangat baik kalau dibangun lagi cinta dan bela negara itu,&quot; tutur Aher.
&amp;nbsp;
Sebab bagaimanapun, warga negara Indonesia harus mencintai negaranya sendiri. &quot;Mari kita cintai negeri ini, negeri ini baik-buruk adalah negeri kita sendiri. Baiknya kita pertahankan, kita tingkatkan. Buruknya kita hilangkan dan kita selesaikan,&quot; imbaunya.</content:encoded></item></channel></rss>
